Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
17. Tak pernah berubah


__ADS_3

Ini tentang Raga.


Entah Raga tidak mengingat dengan jelas sejak kapan dia mulai mengenal Tante Mira. Sebuah pertemuan tidak sengaja yang terjadi di kantornya, kebetulan Tante Mira sedang butuh supplier untuk barang yang akan dia jual. Dari situlah awal mula Raga mulai mengenal sosok Tante Mira yang nota bene adalah ibu dari teman kerja Dani.


Awal mula seperti biasa Raga menghormatinya sebagaimana dia menghormati kolega dan rekan kerja lainnya. Dasarnya di Tante juga genit, ada saja alasan dua untuk bisa bertemu dengan Raga. Saat itu Raga memang sudah mantap untuk segera membawa hubungannya dengan Dani ke jenjang pernikahan.


Kedekatan mereka berawal dari pekerjaan, yang mengharuskan Raga sering bertemu dengan Tante Mira. Tak jarang pula Tante Mira mengajak raga mampir ke rumahnya untuk makan malam sambil bicara bisnis. Dari sinilah Raga tau bahwa Tante Mira ini tinggal seorang diri, suaminya bekerja di Papua enam bulan sekali baru pulang. Sedangkan anaknya ada dua yang pertama, laki laki mengikuti jejak ayahnya, bekerja di Papua, sedangkan adiknya yang perempuan bekerja disini dan sudah menikah dia tinggal dengan suaminya.


Dari rekan kerja mereka menjadi teman, tak jarang raga bercerita tentang hubungannya dengan Dani, dan permasalahan yang mereka hadapi. Demikian juga dengan Tante Mira merasa punya teman yang bisa diajak bercerita. Tidak ada sungkan sungkannya Tante Mira menceritakan masalah rumah tangganya dan betapa dia kesepian sejak anak anaknya pergi dari rumah.


Raga merasa Tante Mira ini perhatian dan bisa banget memberikan kenyamanan untuknya. Memang pada dasarnya Raga memiliki oedipus complex, maka dia perlahan lahan mulai merasa selalu ingin dekat dengan Tante Mira. Raga sendiri tidak menyadari ini adalah awal mula dia mulai perlahan lahan mengabaikan Dani. Padahal saat itu Dani tengah hamil anak pertamanya, dan sedang sangat butuh perhatian darinya. Namun apa yang dia lakukan, dia justru semakin asyik dengan dunia oedipus complexnya. Raga mulai sering pulang malam, dikarenakan menemani Tante Mira dirumahnya.


Tanpa Raga sadari dia mulai sering menyakiti perasaan Dani. Saat dia pulang malam sering kali raga memeluk erat Dani yang sudah terlelap. Raga cinta sama Dani apalagi sudah ada anak dalam perut Dani. Tapi entahlah Raga juga nyaman banget dengan Tante Mira, Raga mau dua duanya. Serakah gak sih..?


Raga juga tau belakangan Dani sering menangis dan bersedih, Raga pun tidak tega mengetahui itu. Apakah Raga jahat...? Ya Raga menyadari itu dia merasa sudah jahat banget sama Dani. Sudah mempermainkan hidup seorang perempuan. Dan ketika dia merasa bersalah dia akan datang membawa kegundahannya kepada Tante Mira


'' kenapa muka ditekuk gitu...Dani lagi...?"

__ADS_1


" hmmm, ntah lah Tante aku tidak tau harus bagaimana, aku sayang banget sama dia,," keluh Raga Sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Tante Mira.


Awalnya memang Tante Mira dengan sabar meladeni segala keluh kesah Raga. Sampai disuatu malam mereka berbincang sampai larut dan berakhir dengan hubungan ranjang. Dari sinilah Tante Mira mulai ketagihan ingin selalu dipuaskan oleh Raga, mengingat kehidupan Tante Mira yang jauh dari suami. Lama lama Tante Mira merasa ingin memiliki Raga, ingin menjadikan raga miliknya sepenuhnya. Mulailah dia mempengaruhi Raga untuk lebih sering menginap dirumahnya. Bukan sekedar menginap, karena hubungan mereka sudah semakin jauh lagi. Tante Mira ingin selalu dipuaskan di ranjang. Raga memberikan apa yang Tante Mira mau.


Perlahan tapi pasti pengaruh dari Tante Mira mulai mempengaruhi hubungannya dengan Dani. Tanpa sadar Raga semakin sering menyakiti Dani dan juga semakin kasar. Tak Jarang juga Raga benci melihat keberadaan Dani di apartemennya. Tak ayal lagi pertengkaran pun selalu terjadi tiap dia pulang ke apartemen.


" kamu kasari saja perempuan itu, lama lama juga akan pergi sendiri..kalian itu kumpul kebo tau, ga ada harganya sekali perempuan macam itu..." begitulah kata kata Tante Mira selalu terngiang di kepalanya.


Betapa raga sudah sangat jahat sekali memperlakukan Dani. Menggantung hubungan mereka. Merusak Dani dengan menggaulinya secara bebas. Dan sekarang Dani tengah hamil anaknya malah dia menduakannya. Dan terakhir dia curhat kepada Tante Mira membuat Tante Mira dengan sengaja mengirimkan pesan yang sangat kasar untuk Dani. Raga sendiri tidak mengetahui perbuatan Tante Mira ini.


Apa daya Tante Mira kembali dengan pintarnya mempengaruhi Raga lagi. Sehingga akhirnya Raga melupakan Dani dan anaknya, bahkan seolah tidak peduli lagi.


Setelah sekian lama Raga tidak pulang ke apartemennya, ada rasa rindu dihatinya untuk melihat anaknya. Sepulang dari kantornya Raga melajukan mobilnya menuju apartemen. Memasuki apartemennya raga sedikit heran kenapa seolah tidak ada tanda tanda kehidupan.


Dia melangkah menuju kamar anaknya, ternyata kamar itu kosong, tidak ditemuinya anaknya, pun dengan barang barangnya. Tergesa Raga melangkah menuju kamarnya, tidak juga dia temui sosok yang dia cari. Dibukanya lemari pakaiannya dan sudah tidak ditemui baju baju Dani lagi.


" apa mungkin dia pergi..." pikir Raga

__ADS_1


Matanya tertuju pada selembar kertas di depan meja kaca tempat biasa Dani berhias. Segera diambil kertas itu, yang ternyata berisi tulisan tangan Dani.


Raga menghela nafas dalam dalam begitu selesai membacanya.


" maafkan aku, aku tidak punya keberanian untuk meminta maaf langsung.." lirihnya


Ada rasa bersalah juga di hati Raga menyadari Dani Dan anaknya telah pergi dari apartemennya. Raga segera meninggalkan apartemennya dia berniat memastikan Dani benar benar pulang kerumahnya dahulu.


Begitu mobilnya hampir mendekati rumah Dani Raga mengurangi kecepatan mobilnya, pelan sekali Raga melewati depan rumah Dani, dan sosok yang dia cari sedang mengendong anaknya di teras rumah. Raga tidak jadi turun, dia lega ternyata Dani beneran pulang ke rumahnya. Lain kali saja aku mampir pikir Raga dalam hati.


Raga meninggalkan pemukiman rumah Dani menuju rumah Tante Mira, Sampai di rumah Tante Mira dua disambut dengan hangat.


" makanlah, aku memasak makanan kesukaanmu.." sambut Tante Mira


" waah, makasih tanteku.." bisik raga sambil merangkul pinggang Tante Mira.


Setelah mengisi perutnya, Raga pun menceritakan kepergian Dani dari apartemennya. Tante Mira pura pura menghibur Raga, padahal dalam hatinya bersorak kegirangan apa yang dia inginkan sudah terkabul sekarang. Pemuda di hadapannya itu kini menjadi miliknya seutuhnya, tidak ada gangguan lagi dari orang lain. Begitulah Raga semakin terperangkap dalam hubungannya dengan Tante Mira yang masih berstatus istri orang. Perlahan namun pasti Tante Mira berhasil sepenuhnya menguasai hati Raga.......

__ADS_1


__ADS_2