Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
3. Menghindar.. Mengejar


__ADS_3

Astaga apalagi siih ini batin Dani sambil menyimpan hapenya di nakas.


Drrrt... Drrrt..tanda pesan masuk lagi.


 " jutek, angkat telpn ku ya .." bunyi pesan dari raga


Drrrt...drrrt..kali ini tanda telpn masuk


Drrrt...drrrt..


" anjir gila banget sih ni orang, ga tau orang ngatuk apa.!! Kesal Dani


" hei manusia sok ganteng, ga usah sok akrab deh, Eneg aku dengan gaya kamu itu.. Atau aku blokir nih nomor kamu.."!!!! Marah Dani


" eleeeh eleeeeh aku suka banget cewek jutek kayak kamu ha ha haaaa .....Makin kamu jutek makin suka aku..Kamu blokir no aku sekarang juga aku ke rumahmu. Tidur di sana..hahahaaaaa" tengilnya raga.


" gila kamu.. Streees ...kurang kerjaan, aku sumpahin cepet tua kamu..!! Marah Dani


" itu cita citaku menua bersamamu Dani.." semakin gombal


" udah aaah jangan telpn atau kirim pesan lagi aku mau tidur !!!!


" ok darling,,,,eeeeemmmmuaaachhhh wakakakakakkkk.'


Ampuuuun dah ni orang jenis apa sih, pikir Dani. Baru kali ini Dani bertemu orang seaneh raga, biasanya orang kalau dijutekin langsung mundur teratur, lah ini malah maju pantang mundur.


Mungkin aku harus lebih jutek lagi kali yaaah biar dia mundur pelan pelan, pikir Dani lagi sambil berusaha memejamkan matanya..


( visual Raga )



( visual Dani )



Apa Daya kantuknya hilang gegara kelakuan bocah tengil raga..Dani menghela nafas sambil membuka Alkitab onlinenya, membaca beberapa ayat mungkin bisa membuat kantuknya datang lagi. Benar saja tak berapa lama Danipun tertidur.


Sementara Raga senyum senyum sendiri di kamar apartemennya membayangkan wajah Dani yang jutek, manis cantik. Ada banyak rencana yang sudah dia siapkan untuk menjerat hati di gadis jutek itu. Yaaah harus berhasil mendekatinya, pikir Raga. Semangat mengejar gadis impian...


Keesokan harinya ketika jam makan siang Dani membuka notifikasi pesan masuk di hapenya.


" selamat makan cintaa, jangan lupa sebut namaku sebelum makan ya...emmmuaaach"


bunyi pesan tersebut.


" hueeek jijik." gumam Dani

__ADS_1


" Ting".....pesan masuk lagi


" nanti pulang kerja aku jemput ya, jangan menghindar, atau aku akan nekat!"


" mimpi kamu.!" balas Dani


" Ting"


" wkwkwkwkw cekakakakaakkk!!!" balas raga dengan emot menjulurkan lidah


Lama lama aku bisa ikutan gila kalau terus meladeni orang satu itu, pikir Dani. Diapun melanjutkan makan siangnya yang sempat tertunda.Jauh dilubuk hati Dani dia berdoa semoga lelaki itu tidak benar benar muncul nanti sore. Malas banget kalau harus bertemu dengan lelaki tengil bernama raga itu. Apa kata teman temannya nanti pasti dia akan jadi bahan gibah di grub chat kantornya. Kira kira judulnya ' Kulkas empat pintu mencair'


Atau Kulkas empat pintu korsleting...bahkan mungkin kulkasnya lupa dicolokin makanya mencair..haaaaiiis pasti ribet, batin Dani terus berkecamuk.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 lima belas menit, waktunya untuk segera pulang, Dani membereskan mejanya, mematikan komputernya. Dan bergegas turun menuju lobi kantor.


" annnjir kenapa tuh orang sudah disitu siih!" gumam Dani ketika tanpa sengaja matanya melihat penampakan raga di pos satpam depan.


" adddduh aku harus diam dulu disini, coba berapa lama dia tahan menungguku didepan sana." pikirnya


Dani segera mendudukan pantatnya di lobi kantor, sengaja dia memilih tempat pojok yang agak tersembunyi namun masih bisa melihat kearah depan pos satpam.


" Ting" pesan masuk di hape Dani


" pangeran mu ini menunggu tuan putri di depan kantor." bunyi pesan tersebut.


Dani diam saja sengaja tidak membalas pesan tersebut. Antara malas, takut dan bingung harus bagaimana, mau nekat keluar dia malas, ga nekat itu dia juga malas menunggu terlalu lama hhhhh..


Sudahlah diam dulu disini, pikir Dani sambil sesekali matanya melirik kearah pos satpam. Tiga puluh menit telah berlalu namun mereka masih bertahan diposisi masing masing. Dani sengaja menonaktifkan hapenya, karena dia tau si tengil raga pasti akan terus telepon dan mengiriminya pesan.


Sementara Raga masih asyik ngobrol dengan pak satpam, dia tau dari pak satpam tersebut kalau Dani belum pulang.


" tuan putriku mencoba bersembunyi rupanya." batin Raga


"okelah mari kita tunggu sambil ngopi bareng pak satpam yeee" gumamnya lagi.


Raga bukan tidak tau Dani sengaja menghindar, dia tau cuma dua juga usil banget orangnya. Dipikirannya pasti tuh kantor bentar lagi sepi, pada pulang semua, emang bakal betah di dalam sendirian, emang ga takut apa, mana bentar lagi Maghrib pula, kan jam jam horor nih.


Iya sih raga benar juga Dani pun merasakan hal yang sama, makin lama makin sepi kantornya, Sudah pada pulang semua, membayangkan yang tidak tidak sampai bulu kuduknya merinding.


Dani pun melangkahkan kakinya dengan gontai seolah kalah perang. Dengan muka juteknya dia berlalu menuju parkiran motor.


" neng jutek sudah mau pulang yaa,, kirain mau nemenin mbak Kun Kun di dalam Sono.." kelakar Raga ketika melihat Dani


" bodooo!" sinis Dani


" wiiuidihhh cantik, lagi dong juteknya?! " seloroh sitengil raga

__ADS_1


Dani melotot kearah lelaki itu. Dua bergegas naik ke atas motornya, sialnya tuh motor pakek acara ban kempes segala...


" emmmmmaaaaaaak!!!" teriak Dani dalam hati


Kenapa harus sekarang sih kempesnya, ga bisa besok atau lusa gitukah, pikirnya sambil menendang ban motornya.


Raga tersenyum simpul melihat tingkah lucu Dani.


" udah neng jangan ditendang kasian tuh rodanya kesakitan." raga meledek


" diem kamu!!" bentak Dani ga mau kalah


" udah yuk pulang aku antar atau mau diam disini ditemenin mbak Kun Kun?"Tawar raga


Dani diam


" sual." batin Dani


" tawaranku masih berlaku sampai 5 menit kedepan, bagaimana?"


Dengan ogah ogahan Danipun berjalan mendahului raga.


" neng mobilnya disini, yang itu punya orang lain." seloroh raga ketika dilihatnya Dani berjalan kearah lain.


Dengan cueknya Danipun berhenti dan membiarkan raga berjalan duluan.


" terimakasih motor, gara gara Kamu Tuan putri jutekku pulang bersamaku." batin Raga sambil senyum simpul.


Di dalam mobil raga sengaja diam saja, pura pura sibuk menyetir, padahal emang menyetir. Sudut matanya terus melirik ke arah Dani.


Sementara Dani terus melihat kearah luar jendela.


" neng Jutek ga pengen Tah ngobrol sedikit aja gitu ?" canda raga


" Amit amit!" kasar Dani


" wuakakakakkkk...!" " amit tuh nama supir bapak saya neng." seloroh raga


Diam diam Dani tersenyum simpul mendengar jawaban dari raga.


" bener bener gila nih cowok." tak habis pikir Dani.


Raga merasa perjalanan menuju rumah Dani terasa sangat cepat, sebaliknya dengan Dani, dia merasa sudah berjam jam duduk di mobil Raga sitengil ini.


" neng nanti aku ikut turun ya neng, pengen makan dirumah kamu." goda raga


" hiiiih modal dikit Napa, masak minta gratisan..ga ada aku turun dan jamu langsung pulang.!!!" bentak Dani....

__ADS_1


Akhirnya hari ini berakhir dengan Raga makan dirumah Dani. Itupun tadi gegara ayah Dani bertemu mereka di depan rumah makanya sitengil berhasil ikut masuk ke rumah Dani. Wkwkwkwkw cekakakak, neng banyak Raga hari ini.....


__ADS_2