Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
16. Keputusan tepat


__ADS_3

Ditengah gundah gulana hatinya, Dani mencoba merenung. Mencari maksud Tuhan dibalik semua kejadian yang dia alami. Dani percaya bahwa dibalik semua kejadian pasti ada hikmat Tuhan di dalamnya.


Hari ini hari Minggu seperti biasa Raga sudah sangat jarang sekali pulang ke apartemen. Kalaupun pulang pasti marah marah yang akan berujung pada pertengkaran mereka. Padahal Dani ingin sekali mereka bisa duduk berdua dengan kepala dingin membicarakan nasib hubungan mereka. Tidak apa apa bila memang mereka harus berpisah, Dani dengan ikhlas menerima itu semua. Dan disinilah masalahnya, Raga tidak bisa diajak bicara dari hati kehati, egonya terlalu tinggi untuk mengakui kesalahannya. Kenapa Dani harus bertemu dengan lelaki tidak tegas macam raga ...?


Dani pergi beribadah, dia berangkat dengan hati penuh sukacita sambil menggendong anaknya. Seolah Tuhan tau Dani butuh pencerahan akan hidupnya, kebetulan sekali firman Tuhan yang disampaikan bapak Gembala sangat mengena di hati Dani. Tuhan menyentuh hatinya lewat firman itu. Dan sesuai ibadah disinilah dia sekarang,duduk dengan bapak dan ibu gembala, Dani menceritakan kisah hidupnya dengan tersedu sedu. Tidak ada satupun yang terlewat. Mereka mendengarkan cerita Dani dengan seksama dan akhirnya Dani dituntun untuk melakukan pertobatan, mengakui semua kesalahannya dengan sungguh sungguh. Ibu gembala mengelus kepala Dani seolah memberi kekuatan dan dukungan. Begitupun dengan Dani dia merasa tidak sendirian lagi, hatinya tenang dan lega. Mantap sudah hatinya membuat keputusan untuk hidupnya. Semakin yakin dengan dukungan dua orang baik dihadapannya.


Sampai di apartemen Dani yang sudah mempunyai keputusan akan hidupnya segera melakukan rencananya. Hal pertama yang dia lakukan adalah membereskan semua barang barangnya dan anaknya. Dimasukan semuanya ke dalam beberapa kardus. Menjelang siang baru semua beres. Kini diambilnya secarik kertas tangannya dengan lincah menulis di atas kertas tersebut.


" Untuk Raga...


Terima kasih untuk semua yang sudah kamu berikan untukku, anggaplah kebersamaan kita sebagai hadiah indah untuk hidup kita. Aku pergi bersama Arkha, tolong biarkan kami hidup tenang bersama. Kamu bisa mengunjungi anakmu kapanpun kamu mau. Pintu rumahku terbuka untuk itu. Terimakasih.

__ADS_1


Dani.."


Begitulah bunyi tulisan yang dia tinggalkan di meja kamar mereka. Dani meletakkannya di tempat yang mudah terlihat. Matanya mengitari kamar itu, sejenak kenangan mereka berdua kembali melintas,namun segera dia tepis. Segera dia keluar dari kamar itu, mengambil hapenya dan memesan taksi. Dani menurunkan barang barangnya dengan bantuan security apartemen. Tak lama taksi pun meluncur menuju alamat yang dia berikan.


Sampailah mereka dirumah kecil, rumah masa kecil Dani. Ya Dani memang memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya. Dani sudah memutuskan untuk hidup berdua dengan anaknya di rumah ini. Dia sudah menyiapkan hatinya menghadapi omongan tetangga tentang status anaknya nanti. Harus kuat tekatnya.Dani mencium kening anaknya..


" ini rumah kita sekarang, dukung bunda untuk selalu kuat ya nak...." bisiknya. Dan seolah mengerti bayi imut yang belum genap berusia 5 bulan itu pun tersenyum.


Seminggu pertama tinggal dirumahnya hal pertama yang dilakukan Dani adalah beres beres dan mengabari budhenya satu satunya kelurga yang dia punya sekarang. Mendengar kabar dari keponakannya sang budhe pun terkejut. Sampai dengan tak sabarnya budhe datang ke rumah Dani untuk melihat cucunya.


" maafin budhe ya nduk, seharusnya budhe ada nemenin kamu disaat saat berat hidupmu, maafin budhe yang ga pernah nanyain kabar kamu lagi setelah orang tuamu meninggal..maafin budhe Yo nduk..." budhe berulang kali memeluk Dani sambil meminta maaf, budhe merasa semua yang dialami Dani itu tidak akan terjadi jika saja dia sering mengunjungi keponakannya itu. Mereka berpelukan sambil menangis.

__ADS_1


" sudah, yang penting sekarang kamu sudah menyadari kesalahanmu nduk, dan keputusanmu untuk kembali ke sini ini sudah tepat, budhe akan selalu mendukung kamu nduk..."


Dukungan seperti ini sangat dibutuhkan oleh Dani. Dan begitulah budhe menginap beberapa hari menemani Dani, juga membantu Dani mengurus surat surat untuk anaknya. Budhe tidak bisa bersama Dani terlalu lama, bagaimanapun dia juga punya keluarga sendiri yang harus dia urus dan jaga. Dani benar benar memanfaatkan waktu bersama budhenya dengan baik. Waktu terasa cepat sampai tak terasa sudah satu Minggu budhe menemaninya.Dan hari ini Dani harus melepas budhenya untuk kembali ke rumahnya lagi. Budhenya berjanji untuk sering sering mengunjungi Dani.


Selama ini Dani tidak pernah sama sekali mencoba menghubungi Raga. Sebagai manusia biasa kadang masih ada rasa rindu di hatinya, bagaimanapun tidak mudah bagi Dani untuk melupakan kebersamaan mereka dahulu. Tiap malam Dani selalu berdoa agar hatinya selalu dikuatkan.


Begitupun dengan Raga yang belum sekalipun menghubungi Dani, artinya Raga belum pulang ke apartemennya. Biarlah itu bukan urusanku lagi, pikir Dani dalam hatinya.


Saat ini Dani harus fokus dengan tumbuh kembang anaknya. Dani harus bisa menjadi sosok ayah dan ibu sekaligus untuk anaknya. Memang berat, tapi Dani harus bisa. Dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya kelak Dani memutuskan untuk mencari kerja remote yang bisa dia lakukan dari rumah. Toh jaman sekarang banyak sekali perusahaan besar baik dari dalam dan luar negri yang mencari jasa pekerja freelance. Dengan begitu dia tetap bisa bekerja sambil mengasuh anaknya. Semoga harapannya seindah kenyataan.


Omongan orang jangan di tanya lagi, dan Dani sudah menebalkan telinga untuk semua itu.Dani tau Ini adalah resiko yang harus dia terima akibat dari kesalahannya. Tak jarang dia menjadi pergunjingan ketika membeli sayur di pagi hari. Dani tidak menghindari itu semua, dia hanya tersenyum bila mendengar ibu ibu sedang membicarakannya. Dani yakin lama lama mereka akan bosan dan menghilang dengan sendirinya.

__ADS_1


Selama tinggal bersama Raga tiap bulannya Dani mendapat jatah uang bulanan yang lumayan, sedikit lebih besar dari gajinya waktu kerja. Dan uang itu masih utuh tersimpan belum berkurang sedikitpun, ditambah lagi uang tabungannya selama bekerja. Dan sekarang Dani menggunakan uang itu untuk kebutuhan hidupnya saat ini. Sambil menunggu ada yang mau menggunakan jasanya di situs kerja online.


Bapak dan ibu Gembala gerejanya pun rajin mengunjungi Dani dan anaknya. Untuk menguatkan dan memberi dukungan kepada Dani. Betapa gembira Dani dengan hidupnya sekarang. Perlahan namun pasti dia melangkah menjadi lebih baik lagi. Biarlah semua kejadian yang telah menghancurkan hidupnya sebagai seorang perempuan, tersimpan dalam ingatannya sebagai pengingat bahwa dia pernah jatuh dalam dosa dan tidak akan mengulanginya lagi. Ada malaikat kecil yang sudah Tuhan kirimkan menemani hari harinya kini. Yang membuat senyum indah itu kembali muncul di wajah ayunya.......


__ADS_2