Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
12. Dua garis merah


__ADS_3

Raga panik menyadari pujaan hatinya tidak bisa dihubungi dan tidak dia ketahui keberadaannya sekarang. " apa mungkin dia pulang kerumahnya..?" gumamnya


Segera dia berlari turun kebawah menuju basement apartemen. Tak berselang lama mobilnya pun meluncur ditengah ramainya jalanan malam ini. Sesekali dia coba menghubungi handphone Dani, namun masih tidak bisa terhubung. Sampai di depan rumah bercat biru itu Raga segera berlari menuju pintu, diketuknya pintu itu dengan sedikit kasar.


" tok tok tok....!!!!"


" tok tok tok...!!!!" bertambah keras dia ketuk pintu itu. namun belum juga ada jawaban dari dalam.


" tok tok tok....!!!


Dani merasa sedikit terganggu dengan suara ribut-ribut perlahan membuka matanya. Antara sadar dan tidak dia berjalan menuju pintu dan


" bruuuk..."!! Raga roboh begitu pintu terbuka, Raga kaget dia bermaksud mendobrak pintu itu tadinya.


Dia segera bangkit dan memeluk erat Dani, kekhawatirannya seketika lenyap. Dia cium kening Dani.


" ya ampun yang, kenapa ga bilang kalau mau kesini sih...? Tanyanya


" hmmm, iya aku kangen rumah." dalih Dani masih sedikit bingung.


" ya sudah, kita pulang ya yang...! Ajak raga yang di sambut gelengan oleh Dani.


" malam ini aku mau tidur disini.." pintanya


" hmmmm ya sudah, tapi besok aku jemput ya.." Raga mengalah menghindari perselisihan lagi.


Dani menganggukkan kepalanya, Raga pun pamit,.di dikecupnya kening Dani.


" kalau ada apa apa segera telpn ya yang, oh ya handphone jangan dimatiin..!! Pesan raga


" iya.."


Begitulah malam ini mereka tidur terpisah. Raga melajukan mobilnya ke sebuah kafe,sudah lama dia tidak nongkrong bareng teman temanya. Duduk disudut ruangan dengan keempat temannya, mereka ngobrol diselingi Senda gurau ala mereka. Tak ayal Raga menjadi bulan bulanan keempat temannya, bagaimana tidak setelah sekian purnama baru dia muncul lagi dihadapan mereka. Raga hanya tertawa menanggapi gurauan teman temannya. Tidak dipungkiri berkumpul lagi dengan teman temannya cukup memberinya hiburan.


Malam semakin larut ketika Raga melajukan mobilnya kembali ke apartemennya. Sejenak dia raih handphonenya mencoba menelepon Dani


" ya ..." suara dari seberang sana


" belum tidur yang...? Tanya raga


" belum..."

__ADS_1


" ya udah cepetan bobok, aku baru nyampe apartemen nih .."


" darimana?" heran Dani


" ketemu temen temen di kafe biasa..."


" oohhh.."


" ya udah sayang tidur ya, i love you..."


Panggilan telepon berakhir, Dani berusaha memejamkan lagi matanya. Perlahan kantuk mulai datang dan diapun mulai terlelap.


Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya. Dani masih bermalas malasan, kakinya terasa lemas, badan capek, kepala sedikit pusing, ditambah lagi perutnya agak mual.


" toko tok tok...' suara pintu rumahnya diketuk


Dia meraih handphonenya menekan layarnya beberapa kali, dua mengirim pesan kepada Raga agar langsung masuk saja, pintu tidak dikunci, demikian bunyi pesan yang dia kirim.


Benar dugaan Dani Ragalah yang mengetuk pintu rumahnya pagi ini. Raga membuka pintu rumah tersebut dan melangkahkan kakinya kedalam rumah mungil itu. Kakinya membawanya menuju kamar Dani, heran dia biasanya Dani rajin bangun pagi biarpun hari libur, lah ini kok masih bermalas malasan. Dilihatnya Dani masih berbaring di tempat tidur dengan muka sedikit pucat.


" kenapa yang,..? Sakit.....? " was-was raga melihat kondisi Dani


" ga tau nih yang, badanku rasanya lemas, kepalaku pusing, perutku juga mual.."


Menanggapi itu Dani hanya tersenyum tipis.. Raga beranjak ke dapur dan membuat teh hangat untuk Dani.


" minum tehnya dulu yang biar perutmu enakan dikit." suruh raga


Dani meminum Teh itu sampai habis. Raga tertawa menyaksikannya. Raga juga sudah memesan makanan untuk mereka sarapan lewat aplikasi. Begitu pesanannya datang dia segera menyiapkannya dan membawa ke kamar Dani.


" makan dulu ya yang, aku suapin.."


Danipun membuka mulutnya dia menikmati suasana demi suapan. tiba tiba perutnya seperti diaduk aduk, Dani bergegas lari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.


Raga nampak semakin khawatir, melihat kondisi Dani, dipapahnya Dani menuju ke kamarnya lagi. Belum sepuluh menit, Dani kembali berlari lagi menuju ke kamar mandi., dua muntah lagi.


" yang, kita pulang ke apartemen saja yuk.." ajak Raga yang dibalas anggukan oleh Dani


Tidak menunggu lama Raga Segera mengendong Dani menuju mobilnya. Dia melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat terlebih dahulu.


Berhubung ini hari Minggu yang ada hanyalah dokter jaga saja. Tidak apa apa lah, yang penting Dani Segera mendapat obat, pikir Raga.

__ADS_1


Setelah melakukan pemeriksaan, dokter itu bertanya


" kapan terakhir kali haid Bu...?"


Deg Dani terkejut mendengar pertanyaan ini. Dia tidak menyadari kalau sudah satu bulan tidak haid.


" kemungkinan ibu sedang hamil..untuk memastikannya silahkan periksa di dokter obgyn, silahkan datang lagi esok hari.." jelas dokter itu


Raga pun mengiyakan saran dari dokter itu dan bergegas membawa Dani kembali ke apartemennya.


" yang kalau aku beneran hamil gimana nih...?" risau Dani


" artinya kita akan jadi orang tua yang ..." seloroh raga


" tapi kita kan belum nikah, nanti nasib anak ini gimana yang ...? Sedih Dani


" sssst sudah jangan mikir aneh aneh..." tenang raga


" mampir apotik dong yang, beli testpack dulu ya..! Pinta Dani yang di angguki oleh Raga.


Sampai di apartemen Dani segera kekamar mandi, berniat menggunakan testpack yang tadi di belinya. Dengan hati berdebar debar dia menunggu hasil dari alat tersebut,, perlahan 2 garis merah itupun muncul, Dani menghela nafasnya dalam dalam. Entah dia harus sedih atau senang saat ini. Masih dengan badan yang lemas bergegas dia keluar dari kamar mandi .


" yang ..." panggilnya pada Raga sambil menunjukkan tespack dengan dua garis merah tersebut.


" aku beneran hamil.." lanjutnya sambil menjatuhkan tubuhnya di kasur.


Raga memeluk Dani, hatinya senang mengetahui Dani hamil anaknya. Dua cium kening Dani berulang kali.


" ingat yang kita harus segera menikah loh ya...!" Dani mengingatkan Raga.


" iya sayangku..." jawab raga enteng


Diam diam Raga membayangkan perut Dani yang akan segera membuncit, membuatnya tersenyum sendiri.


Menjelang siang Dani merasa tubuhnya sudah lebih baik daripada pagi tadi. Ia memaksakan diri untuk membuat hidangan makan siang. Setelah berkutat beberapa saat di dapur, akhirnya masakannya pun jadi. Dipanggilnya Raga untuk segera makan, namun baru dua suap masuk kedalam mulutnya, rasa mual kembali menghampiri perutnya. Dua memuntahkan lagi makanannya yang tadi dia telan.


Raga Iba melihat kondisi Dani sekarang, menghadapi orang hamil adalah pengalaman pertama buatnya. Tak urung diapun bingung harus bagaimana. Melihat Dani tidak bisa makan membuatnya menjadi makin khawatir.


" kita ke rumah sakit lagi yuk yang..." usul Raga


" ga usah yang, besok saja.."

__ADS_1


" kamu beneran gapapa yang...? Tanya raga yang di jawab Dani dengan anggukan. Dani beranjak menuju kamar dan membaringkan tubuhnya disana......


" aku hamil...." lirihnya sambil mengelus perutnya, netranya kosong menatap langit langit kamar.....


__ADS_2