Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
11. Oedipus complex


__ADS_3

Disinilah mereka bersandar di pembaringan malam ini. TangannRaga menggenggam erat tangan Dani, Raga menceritakan apa dan bagaimana dua dan masa lalunya. Dia merasa perlu bercerita tentang latar belakang dan kisah masa lalunya pada Dani.


Raga berkata bahwa dia seorang oedipus complex atau dengan kata lain dia cenderung suka dengan wanita yang lebih tua darinya, lebih dewasa darinya. Hal ini disebabkan karena jiwanya sangat merindukan kasih sayang dari seorang ibu. Ibunya sudah meninggal saat melahirkannya. Mungkin karena itulah Raga menjadi seorang oedipus complex.


Sambil terus menggenggam tangan Dani, dia melanjutkan ceritanya, bahwa dia dulu pernah menjalin kasih dengan dua orang wanita dewasa yaitu Tante Dea dan Tante Lisa.


Dani sempat mengernyitkan dahinya mendengar ini, tapi dia hanya diam saja.Raga melanjutkan ceritanya, kalau dulu dia sangat mencintai tante Dea hidupnya adalah Tante Dea. Tante dealah yang mengenalkannya pada apa yang namanya cinta dan hubungan terlarang didalamnya. Dia terhanyut dalam pesona Tante Dea, dia merasakan apa itu disayang dan diperhatikan. Tante Dea pula yang mengenalkannya pada yang namanya kehilangan cinta saat Tante Dea meninggal. Disaat mulai kehilangan arah dia kembali bertemu dengan sosok Tante Lisa, bersama Tante Lisa dia merasakan sakitnya penghianatan.


" itulah masa laluku yang...sangat memalukan,," Ungkap raga mengakhiri ceritanya.


Dani menarik nafas panjang, netranya menatap raga lekat.


" Kamu keberatan dengan masa laluku yang...?" tanya Raga


" hhhmm ga juga sih yang, cuman kenapa baru cerita sekarang..?" heran Dani


" aku takut yang, takut kamu tolak.."


" aku lebih muda dari kamu loh yang, ga menutup kemungkinan oedipus complexmu kambuh lagi.." lirih Dani


" kamu beda yang, cintaku kekamu sungguh beda dengan yang dulu dulu yang.." jelas Raga


" kenapa kamu ga cerita sebelum kita berhubungan terlalu jauh yang ..kenapa...?" tangis Dani

__ADS_1


Entah mengapa Dani tiba tiba menangis, dia merasa dipermainkan, setelah Raga mendapatkan apa yang dia jaga selama ini, setelah mereka melakukan hubungan terlarang, bahkan tinggal serumah, barulah Raga bercerita siapa dirinya dahulu.


Raga memeluk bahu Dani ," maafkan aku yang, aku ga bermaksud begitu, dulu aku takut kamu tinggalin begitu tau siapa diriku."


Terbersit sedikit penyesalan dihati Dani, kenapa harus seperti ini, pikirnya. Tapi nasi sudah menjadi bubur, Sekarang Dani cuma mau mereka punya komitmen yang lebih pasti tentang hubungan mereka.


" nikahi aku sekarang...!!" pinta Dani tiba tiba


" a apa yang..? Gagap Raga


" nikahi aku sekarang..! Ulang Dani


" ya nanti pasti kita nikah.." kilah Raga sambil membawa Dani kedalam pelukannya.


Bukan hanya itu yang menjadi kekhawatiran Dani, satu lagi yang membebani pikirannya adalah tentang oedipus complex. Bukan tidak mungkin bila suatu saat Raga bertemu dengan sosok yang mampu mengayominya, Raga akan meninggalkannya. Sungguh ini menjadi ketakutan buat Dani. Tidak ada jaminan Raga tidak akan berubah. Apalagi belum ada status pernikahan diantara mereka. Bisa saja Raga meninggalkannya ketika sudah bosan, atau menemukan perempuan lain.


Raga mengerti kekhawatiran Dani, diapun berusaha meyakinkan Dani bahwa Dani adalah segalanya buat dia. Dua pasti akan menikahi Dani tapi tidak dalam waktu dekat, mengingat pekerjaannya sekarang sedang butuh konsentrasi penuh darinya. Mengingat dia sedang melebarkan sayap bisnisnya di bidang ekspor briket. Bukan hanya pikirannya yang fokus pada usaha barunya, tapi juga tenaga dan fisiknya yang mengharuskan dia mondar mandir ke tempat pembuatan briket yang lumayan jauh dari kantor lamanya.


Dani mencoba memahami dan berdamai dengan keadaan, bagaimanapun dia juga salah dalam hal ini, terlalu mudah terperdaya oleh cinta dan kenikmatan semu.


" Tuhan ampuni dosaku..." renung Dani tiba tiba ingat dengan Tuhannya. Air matanya menetes mengingat bagaimana dia sudah salah dalam melangkah. Meninggalkan Tuhan dan ibadahnya hanya untuk kenikmatan semu semata.


" sudah yang jangan begini ah, kamu membuat aku merasa bersalah sekali loh yang...." Raga mengelus kepala Dani.

__ADS_1


" terus aku harus tertawa kegirangan begitu kah...? Sentak Dani kesal.


" yaa ga gitu juga yang..."


" kamu laki laki makanya gampang buat kamu ngomong begitu, aku perempuan Raga,, " masih kesal Dani


Tak ayal sedikit pertengkaran pun terjadi. Ini adalah pertengkaran pertama mereka semenjak mereka menjalin kasih. Dani meluapkan emosi dan kekesalannya dengan marah marah, Raga pun terpancing emosinya.


Kalau tau begini mending aku tidak usah mengakui masa laluku padanya, pikir Raga menyesali apa yang sudah dia akui tadi.


Dani masih menekuk mukanya, sementara raga beranjak masuk dalam kamarnya. Lelah hati dan pikiran mereka. Raga naik ke pembaringan berniat untuk segera tidur. Namun matanya tak kunjung terpejam.


Sementara Dani masih termenung di sofa ruang tengah, tiba tiba dia mengambil handphonenya, dan beranjak menuju pintu. Dia berniat mencari udara segar diluar, sampai di basement dia memesan gocar. Hari sudah larut saat ini, tapi ini tidak menyurutkan niat Dani.


Disinilah dia sekarang, di depan rumah mungilnya, rumah dengan segala kenangan bersama orang tuannya. Dia membuka pintunya, lampu dirumah itu sengaja dibiarkan menyala. Pandangannya menyapu setiap sudut rumahnya. Langkahnya menuju kamarnya, diapun membaringkan tubuhnya di sana. Dia peluk guling kesayangannya, tak terasa air matanya mulai menetes, tangisnya tak bisa dibendung lagi. Dua menangis sejadi jadinya. kekesalannya benar benar tumpah. Tak terasa Danipun mulai tertidur dengan airmata masih membasahi pipinya.


Raga heran kenapa Dani Tidak juga masuk kamar. Aah mungkin dia ketiduran di luar pikir Raga. Ya sudahlah, raga tidak mau menganggu Dani, dia takut Dani masih marah dan kalau di usik akan menimbulkan pertengkaran lagi.


" kruuuk." suara dari perut raga, dia baru ingat kalau mereka belum makan malam tadi. Segera dua turun dari ranjangnya, berjalan keluar kamar, menuju meja makan hendak makan. Matanya melihat kearah sofa, tidak nampak sosok Dani di sana. Mungkin di ruang tamu, pikir Raga, langkah kakinya berputar menuju ruang tamu mencari keberadaan Dani. Namun yang dicarinya tidak nampak batang hidungnya.


Kacau pikiran Raga, diambilnya benda pipih persegi dari kamarnya, tangannya bergerak menekan layar benda tersebut,,


" nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.." suara dari benda pipih tersebut....

__ADS_1


" sial.... Handphonenya ga aktif pula...!!!!


__ADS_2