Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
9. Tergoda


__ADS_3

Tiga bulan berlalu semenjak kematian orang tua dan saudaranya. Dani sedikit demi sedikit sudah bisa merelakan kepergian mereka. Hidupnya harus terus berjalan. Sementara Raga juga masih menunjukan kesetiaannya, selalu sigap dan siaga menemani dan menjaga Dani.


Hari ini Sabtu sore, seperti biasa sepulang kerja Raga mengajak Dani untuk jalan jalan keliling kota, menikmati suasana senja yang cukup ramai. Mobil berhenti di kafe pinggir sawah, tempat favorit mereka dikala senja. Sungguh menyenangkan sekali menikmati secangkir kopi sambil melihat sunset.



( suasana cafe )


Makin gelap suasana kafe makin ramai.


" pulang yuk, aku bosan." ajak Dani


" walaah tumben biasanya sampai panas pantatku baru kamu mau pulang." seloroh Raga


Begitulah mereka meninggalkan kafe tersebut menuju apartemen Raga.


" lah kenapa kesini sih...anterin aku ke rumah aja aah.!!" ketus Dani


" ya elah yang ini juga rumah kamu...mending disini ada aku, kalau dirumahmu ga ada siapa siapa..."


" mending di rumahku ga ada setannya...!!" masih ketus Dani


" setan yang...?"


" iya, kamu tuh setannya..." enteng Dani menjawab


" oooo jadi aku setan ya...wkwkwkwkw cekakakakaakkk..." tawa raga.


Mereka memasuki basement apartemen dan memarkir mobil Raga.


Sampai di dalam apartemen mereka lanjut ngobrol ngobrol ringan sambil makan cemilan ringan.


" yang, aku mau itu dong .." Raga mendekat


" itu apa..? Heran Dani


" ini yang..." Raga menjawab sambil jarinya membelai lembut bibir Dani.


Dani menepisnya," tuh kan emang bener, disini tuh emang ada setannya."


Belum selesai Dani dengan kalimatnya Raga langsung menyambar bibir Dani dengan gemas. Tak ayal ciuman panas pun terjadi. Dani terengah, Raga mengunci bibirnya dengan rakus. Raga berhenti memberi jeda untuk Dani bernafas, tapi itu hanya sesaat, Raga kembali melum** bibir pujaan hatinya. Kali ini lebih panas lagi. Seolah bibir Dani adalah candu yang begitu nikmat baginya. Mereka saling bertukar salivan.


" ahhhh" terdengar lenguhan Dani.

__ADS_1


Tangan raga tidak tinggal diam, tangan itu turun mengelus punggung Dani, naik lagi, turun lagi sampai pinggang, Dani makin terlena... merasa tidak ada penolakan dari Dani raga semakin berani, tangannya bergerak ke depan, kali ini menelusup masuk ke dalam baju Dani...


Disentuhnya gundukan yang masih kenyal itu,dan mulai meremas dengan takzim.


" oooh Raga..." desah Dani


" hhhmm yang .." balas Raga ditengah aksinya


Raga semakin menggila, sudah lama dua melakukan aktivitas ini lagi. Tangannya bukan hanya meremas tapi mulai memainkan puncak gundukan itu.


Tubuh Dani bergetar menerima perlakuan ini.


Raga membuka kancing baju Dani, Dia takjub melihat pemandangan indah di depannya. Sungguh ini teramat elok menurut Raga. Kali ini bukan tangannya yang beraksi tapi mulutnya yang memainkan pucuk gundukan indah itu, Dani menggelinjang, matanya terpejam, bibirnya bawahnya dia gigit, menahan nikmat yang tiada Tara.


Raga mengangkat tubuh Dani, masuk ke dalam kamarnya. Dani tidak menyadari itu karena mulut raga masih memainkan puncak dadanya. Dia membaringkan Dani di ranjangnya. Dan mulai mengungkungnya,,,


Kini mereka berdua sudah sama sama telanj** tak sehelai bajupun ditubuh mereka. Raga semakin menggila melihat keelokan tubuh Dani. Mulutnya bergerak mencium perut Dani, terus turun menuju ke bawah. Lenguhan Dani semakin menjadi, sesekali tubuhnya bergetar menahan geli, Raga semakin menggila melihat itu.


Lidahnya mulai memainkan inti tubuh Dani,


" hhhhh aaaah, raaagaaa aaaah" desah Dani berulang kali..


" aaahhhh


Entah setan dari mana sudah merasuki mereka berdua, yang jelas malam itu Dani menyerahkan keperawanannya direnggut oleh Raga. Mereka melakukan perbuatan terlarang itu dengan penuh kesadaran.


Raga mengecup kening Dani ketika mereka selesai melakukan aktivitas terlarang itu.


" makin cinta sama kamu yang..." ucapnya


Dani diam saja...dia sadar ini salah tapi dia tidak kuasa menolak rasa dan nikmat yang barusan dia rengkuh bersama Raga.


Raga pun diam memeluk Dani. Mereka berpelukan dalam hening, hanya suara nafas dan degup jantung mereka yang terdengar..


" maafkan aku yang.." bisik raga


" aku tidak bisa mengendalikan diri..." lanjut raga


" sudahlah yang ini salah kita berdua.." lirih Dani seraya menitikkan air mata. Raga kembali mengecup kening Dani, perasaan bersalah menghantui dirinya. Dia bawa Dani kedalam pelukannya. Hening mereka tenggelam kedalam pikiran masing masing. Tak lama merekapun tertidur sambil berpelukan.


Pagi menjelang, Dani membuka matanya, remuk rasa tubuhnya,, dia bergegas hendak bangkit. Sesaat dia tertegun karena dia baru sadar kalau tidak ada sehelai benangpun di badannya, kecuali selimut. Sejenak ingatannya kembali kepada kejadian semalam..


" ya ampun, aku di apartemen raga dan....." dia lihat disebelahnya tidak ada siapa siapa.

__ADS_1


Pintu kamar terbuka " good morning neng jutekku..." sapa raga, dia mendekat dan mengecup kening Dani.


" buruan mandi gih aku sudah buatin kamu sarapan.." lanjut raga


Dani masih berbalut selimut di kasurnya..


" ya aku mau mandi, kamu keluar dulu dong, aku malu nih ga pakai baju..." kilahnya jujur.


" hahahahahaaa malu yang....toh aku sudah lihat semalam, sudah itu juga semalam, masak masih malu sih..." goda raga


Dani tersipu,,, " sudah ah jangan dibahas lagi..! Katanya


" kamu bisa jalan gak yang, kalau ga bisa sini aku gendong ke kamar mandi ya...?"Tawar Raga


Dan belum sempat Dani menjawab Raga Sudah mengangkat tubuh Dani ke kamar mandi...


" katanya kalau cewek habis bercinta untuk pertama kalinya tuh sakit, ga bisa jalan.." jelas raga


Dani hanya diam menikmati perhatiaan raga. Sementara Raga sendiri berusaha menahan gejolak yang mulai meronta lagi.


" udah ah kamu keluar sana, aku mau mandi ...!!!! usir Dani


Dani menyelesaikan aktivitas mandinya dengan berlama lama merendam tubuhnya di air hangat. Pegal pegal ditubuhnya perlahan mulai hilang. Sementara Raga membereskan tempat tidur, dia melihat bercak darah yang sudah mengering di sepreinya. Ingatannya kembali pada kejadian semalam dimana dia kesulitan membenamkan juniornya di inti tubuh Dani. Kenikmatan yang tiada Tara berhasil ia rengkuh semalam, sangat jauh berbeda dengan apa yang pernah ia rasa dahulu. Diambilnya gunting dan mulai mengunting bekas darah tersebut. Dia mau menyimpan bukti darah keperawanan pujaan hatinya itu.


" yang kamu tidur atau mandi sih,, lama banget...!! Teriak Raga


" ya ya ini sudah mau kelar...! Balas Dani


" yang aku ga ada baju buat ganti nih...!" teriak Dani


" sudah ga usah pakai baju aja yang..!" gurau Raga


" hheeeeh itu sih maunya kamu...!" ketus Dani


Raga pun mengambilkan kaos dan celana pendeknya untuk Dani pakai sementara.


" yang dalemannya gimana...?" lirih Dani


"Sudah sementara pakai aja yang semalem, bentar lagi kita beli..." katanya


Begitulah mereka menjalani hari ini dengan penuh senyum dan sukacita, Raga mengantar Dani untuk pulang ketika hari sudah sore..


Hai cintaku semua Jangan lupa like dan komennya ya biar saya makin semangat nulisnya....

__ADS_1


Saranghae ❤️


__ADS_2