Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
5. Pantang maju...


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah harapan Raga pada Dani..Dani bergegas menuju ruang makan, ayah dan ibunya sudah duduk manis di ruang makan.


" nduk,, ayo sarapan ibu sudah bikin nasi goreng kesukaanmu." ajak ibu Dani


" ya Bu."


" nduk kira kira kapan nak raga melamar kamu ya..??" tanya ayah Dani disela sela makan


" uhuuuk..." Dani tersedak, kaget dengan pertanyaan ayahnya. Dia diam saja malas menanggapi pertanyaan itu.


" mereka baru pacaran kok sudah ditanya lamaran toh pak, mbok ya biarin aja dulu saling kenal lebih lama." timpal ibunya Dani


" haaaaiiis makin salah paham aja dua orang tua ini.. siapa juga yang pacaran .. Apalagi lamar melamar..alammaaaak tolong hambamu ini ya Tuhan." batin Dani


"Ting." hape Dani berbunyi


" Good morning nona jutek, kangen dengan muka jutekmu..btw ilove you... emmmuaaach bertubi tubi." bunyi pesan tersebut.


Tahan Dan tahan ga usah di balas, pokoknya mulai hari ini aku ga bakal peduliin lagi segala bujuk rayu dari Raga tengil itu, batin Dani.


Hmmmmm apa iya Dani bakal tahan kalau Raga terus saja menyiram hatinya yang beku dengan segudang perhatian dan kasih sayang ala ala Raga.


" Siapkan jantungmu,,,tunggu kejutan dariku." bunyi pesan berikutnya di hape Dani.


Bodo amat lah harus kuat seperti biasanya aku, batin Dani lagi.


Hari ini di kantor Dani sibuk banget, dia disibukan dengan laporan akhir bulan, sudah deadline. Banyak laporan yang harus dia serahkan kepada managernya tiap akhir bulan seperti ini.


" mbak Dani ini ada yang nganter ini buat mbak." tiba tiba saja pak satpam nongol dengan buket mawar merah segede gaban.


" salah kali pak, Dani sekertaris bos besar kali pak." ragu Dani.


" Ndak mbak ini tertulis Savita Andani.." agak keras suara pak satpam membaca namanya...

__ADS_1


Wuiiih langsung heboh, beberapa pasang mata temannya melirik kearah meja Dani, ada yang senyum senyum ada yang langsung bisik bisik..


" oooh baiklah pak, terimakasih banyak." Dani segera menerima buket tersebut. Dari siapa pikirnya. Ada kartu berwarna pink di tengah buket


" I love you nona jutek, bunga ini aku beli dengan segenap hati dan jiwaku hanya untukmu nona Dani." Tulisan yang ada di kartu tersebut.


Ditaruhnya buket itu begitu saja, di kursinya.


" dari sapa niih?" kepo seorang temannya


" wiidiiih dapat bunga niih..." ledek temennya yang lain


" ternyata kamu bisa pacaran juga ya Dan." lagi celoteh temannya


" yaelaaah cuma bunga gitu aja kali, belum tentu juga beneran cowoknya." ratu sirik yang komen


Dani diam saja tidak menanggapi ocehan teman temannya, bisa makin panjang kalau diladeni, pikir Dani


" Ting." hape Dani bunyi lagi


Ooooh jadi ini kejutan yang dimaksud sama cowok tengil itu tadi pagi. Begitulah hari hari Dani belakangan ini, tiap hari selalu dipenuhi dengan hadiah dari Raga. Pesan pesan lucu dan menghibur selalu sering mampir di gawainya.


Namun seberapa keras Raga berusaha sekeras itu pula Dani bertahan. Apa Raga menyerah...OOO tentu tidak pantang mundur gas pooll maju terus. Sementara Dani sendiri pantang maju, ogah banget membuka hatinya. Tepatnya belum bisa membuka hatinya yang sekeras batu.


Raga sudah mengeluarkan sejuta jurusnya, mulai dari tanya teman, tanya kakaknya. Bahkan berguru pada suhu terplayboy sekalipun sudah. Googling apa lagi, pendek kata semua ilmu meruntuhkan hati wanita sudah ia praktekan. Meskipun belum ada hasilnya , yang penting dia terus berusaha.


" sesekali coba kau cuekin dia ga." saran teman Raga


" coba seminggu ga usah kamu berkabar dengan dia, dan jangan muncul dihadapannya." lanjut temannya


Boleh dicoba banget nih usul dari teman Raga ini. Ini satu satunya cara yang belum dicoba oleh Raga.


Ok fix Raga setuju dan akan segera memulai aksinya kali ini, harus kuat ga liat neng jutek beberapa hari. Harus kuat ga ganggu neng juteknya lewat pesan singkat, harus kuat ga kirim bunga ataupun coklat untuk neng juteknya.

__ADS_1


Dani termenung dikamarnya, dan dia mengambil hapenya scrolling aplikasi toktok, kadang dia senyum sendiri, kadang juga serius. Tak terasa diapun ketiduran sampai pagi..


Bangun pagi, membuka mata dia berniat membuka hape untuk melihat jam. Sedikit heran dia biasanya ada banyak pesan masuk dari si tengil raga, kah ini kok hapenya sepi. Hmmm sudahlah lupakan saja batin Dani. Sampai hari malam pun hape Dani masih sepi, kembali sepi seperti waktu dulu belum mengenal Raga. Ada yang sedikit tanya di hati Dani, namun berusaha dia tepis. Sehari dua hari tiga hari masih sama......sepi dan makin sepi saja.


Hari keempat,


 " apa mungkin dia sudah mati ya.." pikir Dani


 " atau dia sakit ya...?"


" atau dia kecelakaan, terus ga ada yang menolong, terus hilang ingatan."


" atau sudah bosan ganggu aku ya."


Berbagai pertanyaan mulai menghantui hati dan pikiran Dani. Tidak tau kenapa Dani merasa ada yang hilang dihari harinya. Ada sesuatu yang dia rindukan. Ada sesuatu yang dia harapkan muncul lagi.


" apa aku telpn dia aja kali ya."


" kirim pesan aja deh." Dia mengambil hapenya berniat untuk mengirim pesan. Tapi dia masih ragu


" aaah ga usah deeh, biarin aja dia mau mati kek, mau sakit kek bodo amat toh aku sekarang sudah bebas dari gangguan lelaki tengil itu " putus Dani akhirnya. Diapun menaruh hapenya lagi.


Sementara itu Raga diapartemennya pun tak kalah kelimpungan menahan rindu yang sudah tak tertahankan lagi. Seandainya dia tidak sedang menjalankan misinya pasti sekarang dia sudah melajukan mobilnya menemui nona jutek pujaan hatinya.


" gila kuat juga tuh hati tuh cewek." batin Raga sambil menyeruput kopinya.


" tunggu sampai 3 hari kedepan ajalah, sabar yaa aku harus sabarr " raga masih mambatin


" gemes,, lama lama aku langsung kawinin aja tuh cewek...wkwkwkwkkkk cekakakakkkkk. " tersenyum sendiri dia sambil memandang foto Dani di hapenya.


Segila ini Raga jatuh cinta pada Dani, wanita unik yang cukup sulit dia luluhkan hatinya. Harus ekstra berusaha, ekstra sabar dan segudang ekstra lainnya. Untung Raga juga termasuk lelaki yang pantang menyerah. Coba orang lain pasti sudah mundur Alon Alon ( mundur pelan pelan ). Bukan cuma mundur Alon Alon, putar balik lari ngebut pastinya. wkwkwkwkw cekakakakaakkk.....


Sabar ya Raga yakinlah usaha tidak akan menghianati hasil. Makanya selain berusaha itu juga harus berdoa, kayaknya yang satu ini harus segera dilakukan Raga deh ya, membawa Dani dalam tiap doanya. Berusaha dan berdoa itu paket lengkap yang harus dilakukan oleh Raga..

__ADS_1


Selamat berjuang lagi Raga ..


Saranghae


__ADS_2