
Saat ini kelas 6 sudah bebas sebulan yang lalu mereka sudah selesai ujian, tak lama lagi mereka akan nerima hasil ujian. Karena mereka sudah tak ada pelajaran lagi mereka bebas berkeliaran di lapangan, ada yang duduk-duduk di bangku taman dan ada juga yang di kantin. Di dekat bawah pohon yang rindang tampak sepasang siswa berbalut seragam merah putih sedang berdiri berhadapan, tak jauh dari mereka didekat tangga yang menghubungkan dengan tingkat SMU, banyak kakak kelas yang nongkrong di tangga.
"Vada mungkin setelah pengumuman ujian nanti kita ga bisa ketemu lagi, gw diajak papah ke Italia...."
"Ow, tapi lo ga lama kan? lo balik lagi ke sini kan lex?"
"Ga tau... lo tau kan papa mama aku sering berantem, kata papa mereka pisah...."jawab Alex dengan suara bergetar.
Ya karena rumah mereka berdekatan, Vada sering main ke rumah Alex, dan dia suka dengar papa mama nya Alex bertengkar. Saat itu Vada tak bisa berkata apapun, dalam hatinya dia tak rela pisah dari sahabatnya....
Alex seperti mengambil sesuatu dari kantong celananya dan dia kasih ke gadis cantik saat itu sudah berkaca-kaca matanya...
"Ini kalung kenangan gue buat lo, dipake ya.... ok?" Vada hanya mengangguk, dan seketika Alex meraih gadis itu ke pelukannya.
__ADS_1
"Jangan pernah lupain gue...."
Tanpa mereka sadari mereka jadi tontonan gratis kakak-kakak SMU dan suasana berubah menjadi riuh.
"Cieeee...... kita kalah euy."
"Eh cin jangan diliatin itu 17+....." timpal temannya yang lain...
"Iya kita kan masih kecil...." "Hahahahahaha........"
Dua minggu kemudian semua murid sd kelas 6 menerima hasil ujian dan saat itu juga Vada tau akan kehilangan sahabatnya sejak kecil, walau dia mendapat nilai ujian diatas rata-rata itu tak membuat senyum diwajahnya mereka.
Yang ada wajahnya murung dari tadi, bundanya yang menemaninya ke sekolah karena ada rapat wali murid ikut perhatikan wajah anak kesayangannya itu.
__ADS_1
"Hei anak bunda yang cantik jangan murung begitu, lihat hasil ujianmu bagus banget lho... Selamat ya nak.....dengar kalau kamu mau ketemu Alex lagi, kamu harus belajar yang rajin... kelak kamu punya pekerjaan yang bagus dan kamu bisa terbang ke Italia, menyusul pangeranmu....."
"Bunda kapan Alex ke bandara, kenapa dia ga ke sekolah dulu?"
"Papanya buru-buru sayang, dia udah minta dipercepat prosesnya sama kepala sekolah, kalau kita ke bandara sekarang mungkin masih keburu sayang...."
"Ayok bunda kita kesana sekarang....." rengek Vada menarik-narik tangan ibunya.
"Baiklah, rapat juga udah selesai, ayo kita ke bandara, kita sewa taxi online aja ya...."
Beberapa saat kemudian mereka sampai dibandara, untung saja mereka belum terlambat dan tak lama mereka bisa menemukan Alex dan ayahnya masih di ruang tunggu bandara Soekarno Hatta.
"Lex.... gue bakal kangen sama lo." Vada langsung peluk sahabatnya itu, bunda dan papahnya Alex hanya senyum aja melihat anak mereka.
__ADS_1
"Gue juga......" Alex membalas pelukan gadis itu erat. Entah rasa apa ini sepertinya cowok itu begitu sedih karena tak bisa liat wajah cantik menggemaskan sahabatnya lagi.
Tak lama terdengar pemberitahuan pesawat yang akan mereka naiki sudah tiba, mereka pun berpisah. Vada menangis tak henti menatap punggung sahabatnya yang beranjak pergi.