
Di kediaman rumah Tante Lisa suasana sangat tegang, di ruang tamu semua sedang berkumpul Mr Luke, Lisa, Vada dan Alex. Vada agak tegang karena mamahnya Alex terus saja bersikap sinis terhadapnya.
"Maaf tadi siang aku menggelar konferensi pers dadakan, tapi aku mau negasin ma aku akan tunangan sama Vada, ga mau sama yang lain!"
"Oh kamu mulai berani ngelawan mamahmu ya semenjak kenal gadis ga jelas ini...."
"Ma aku bukan dua atau tiga hari aja kenal Vada, tapi udah lama dan mama tau itu...."
Vada hanya menunduk aja tak berani menatap Tante Lisa.
"Tapi dia tak sebanding dengan kita nak, mau taro dimana muka mamah kalo kamu tunangan dengan gadis yang ga jelas kayak gini????"
"Cukup Lisa, keluarga yang ga jelas itu adalah sahabat kita dulu, dia anak Arif dan Vada gadis baik-baik, saya setuju kalo Alex memilihnya...."
Kini giliran Mr Luke yang angkat bicara, ia benar-benar frustasi menghadapi kekeras kepalaan mantan istrinya dan terus menghina tanpa peduli perasaan kekasih anaknya yang saat ini hampir mau menangis. Tangan Vada terus digenggam erat oleh Alex dengan maksud untuk menenangkan gadisnya.
"Maaf ma mungkin ini pertama kali aku menentang keputusan mama, aku akan tetap menjalin hubungan dengan Vada karena aku sangat mencintainya dan aku hanya akan menikahi Vada, aku ga ingin yang lain!"
"Kamu berani menentang mama?"
__ADS_1
"Maaf ma, aku ga akan meninggalkan Vada apapun yang terjadi"
"Mama sudah menyebar pesta pertunanganmu dengan Sasa"
"Tetap diadain ga papa pestanya tapi aku akan bertunangan dengan Vada," tegas Alex.
"Tenang Lex, papa dukung kamu....dan papa akan menggelar pesta tunanganmu dengan Vada lusa, gimana kalian setuju?"
"Makasih pa, aku setuju lusa kita tunangan, ya kan sayang?"
"Eh....mmmmm ma...makasih om, iya aku setuju."
"Besok papa dan Alex kerumahmu, bilang ibumu ya."
"Iya pa...nanti aku bilang, eh...." Vada menoleh ke mamahnya Alex tapi langsung kehilangan kata-kata saat melihat wajahnya yang terlihat sekali tak suka dirinya.
"Keterlaluan sekali kalian, aku tetap ga akan restui kalian!!!!" Tante Lisa beranjak pergi dari sana.
"Ah....Vada jangan hiraukan mamahnya Alex, nanti lama-lama dia pasti akan menerimamu. Jangan kuatir kalo aku udah restui kalian ga akan ada yang berani mengacaukan acara tunangan kalian besok lusa..." kata Mr Luke mantap.
__ADS_1
"Makasih pa...." "makasih pa..." ucap Alex dan Vada bebarengan.....
Lalu mereka berdua ijin pergi ke suatu tempat, saat mereka sudah ada di dalam mobil dengan dikemudikan Thomas, Vada langsung memeluk kekasihnya tersebut....
"Sayang makasih.....aku sempat ga yakin dengan hubungan kita, tapi aku seneng kamu perjuangin cinta kita...."
Alex membalas pelukannya.....
"Bagaimana cara berterima kasih yang bener sayang? Aku akan menghukummu karena sempat tak yakin sama aku!"
"Maaf.....habis aku mau tanya siapa, kemarin kamu kan pergi lama lalu ada berita kayak gitu...."
Alex melepas pelukannya dan memegang wajah kekasihnya itu....
"Kalo aku bilang aku cinta kamu, itu berarti aku ga main-main, paham?"
"Iya...." cicit Vada dengan muka memerah karena saat itu wajah Alex sudah sangat dekat dengan dirinya, dan Alex mulai memiringkan kepalanya, perlahan dia mencium bibir Vada lembut dan makin lama menjadi sangat panas, ia menggigit pelan bibir Vada agar membuka dan dia mulai mengabsen tiap gigi Vada dengan lidahnya....
Thomas yang sedang menyetir pura-pura tak melihatnya....
__ADS_1
Alex melepas sebentar ciumannya dan menyuruh Thomas ke apartemen miliknya, lalu ia lanjut ******* bibir Vada. Gadis itu tak bisa berkutik, karena tangannya ditahan Alex.