
Kriiiiiinngggggggg!!!!!!!!
Bunyi jam weker di kamar warna krem mengawali pagi Vada yang sibuk, jam menunjukkan pukul 05.30. Vada langsung bergegas mandi, lalu memakai celana jins biru dipadu kemeja warna krem lengan panjang. Saat sudah siap ia mendekati sang bunda, wangi masakannya memenuhi rumah Vada.
"Wah kayaknya enak, bunda masak apa?"
"Nih bunda masak ati cabai ijo... " sahut bundanya tersenyum.
"Iiiiihhhh bunda mah emang paling tau kesukaan anaknya hehehehhe....." kata Vada penuh semangat.
Pagi itu Vada terlihat cantik sekali dengan rambut hitam panjangnya yang dikuncir satu keatas dan poni yang dengan rapi menutupi dahinya. Vada yang tak suka dandan tebal hanya memakai riasan tipis dan pelembab bibir saja, tapi tetap tak mengurangi pesonanya yang memang sudah cantik alami bagai boneka.
"Ayo sarapan nanti kamu telat lho..... bunda juga mau ke pasar beli dagangan warung udah pada abis..."
"Oke bunda....." kata Vada yang dengan lahapnya menyantap sarapan bareng ibunya.
Disisi lain......
Alex dan Nico jam 7 pagi sudah rapih dan mereka sedang di meja makan, didepannya sudah ada roti bakar dan kopi hitam, mereka tampak menikmati sarapannya ditemani mamanya.
"Kamu jadi ketemu sama pelatihnya nanti Lex?"
__ADS_1
"Jadi dong ma.... Mama mau ke butik hari ini?"
"Iya ada pesenan buat gaun pernikahan jadi butik mama lagi sibuk..... Ahhh mama mau pergi sekarang, kalian berdua hati-hati ya nanti jangan ngebut kalo bawa mobil!"
"Siap tante...." sahut Nico dengan gaya kocak.
Cowok tengil itu tidak kalah tampan dengan Alex, dia bermata sipit dan berkulit putih bak oppa korea. Rambutnya yang dicat pirang membuat dia makin terlihat keren.
"Btw kaki lu emang udah sembuh bro?"
"Udah mendingan kok, jadi berani deh kalo dites sekarang, kemaren kan emang ga terlalu parah...."
"Ok yuk kita let's go..."
Tak lama mereka sudah dijalan menuju stadion tempat timnas berlatih.
Sementara di tempat lain, Vada sudah sampai tempat kerja. Jam masih menunjukkan pukul 8.30 pagi, masih ada waktu setengah jam lagi untuk buka. Vada memeriksa bookingan hari ini, masih kosong hanya ada sore hari tertera Mr Nesta booking jam 4 untuk pijat keseleo. Vada pun menelpon tamunya tersebut untuk dikonfirmasi, ia memencet nomor hp tamunya itu dan tak lama panggilannya diangkat.
"Halo..."
"Selamat pagi mister, maaf ini dari Prima Sehat mau konfirmasi kemarin mister booking untuk hari ini jam 4 sore untuk pijat terkilir, jadi atau tidak mister?"
__ADS_1
"Oh iya saya lupa, hari ini saya ada latihan, nanti jam 3 saya beri tau jadi tidaknya bisa tidak?"
"Oh gapapa kok mister nanti bisa dikonfirmasi lagi, terima kasih mister...."
"Tunggu dengan siapa saya bicara ya?"
"Saya Vada mister..."
"What?? Vada"
"I... iya mister maaf mister apakah ada masalah?"
"Oh maaf, maaf ga apa apa, kalau begitu sampai ketemu jam 4 sore Vada"
Klik...
Seketika teleponnya mati, Vada belum sempat mengucapkan salam. Dia heran dengan nada suara tamunya yang aneh tapi ia tak ambil pusing, ia mulai menyiapkan buku tamu lalu menyalakan komputer dan menyusun giliran para terapis.
Disisi lain Alex yang baru sampai di stadion tempat ia menemui pelatihnya, mengumpat pelan merutuki kebodohannya. Bagaimana ia lupa bahwa ia kemarin pijat ditempat Vada bekerja, pokoknya ia harus dateng kesana nanti sore, pikirnya sambil tersenyum-senyum. Nico yang berjalan disampingnya heran melihat mimik wajah sepupunya itu setelah menerima telpon yang entah dari siapa, tapi saat ia mau bertanya, Mr Sanders sudah menghampiri Nico anak dari sahabatnya.
######
__ADS_1
Hai readers jangan lupa tinggalkan like dan komen yah dan nantikan episode selanjutnya, terima kasih...... 😘😘😘😘😘😘