
13 Tahun kemudian......
Segalanya berlalu bagai siluet bayangan tak ada kesan hanya ada satu tujuan yang ada dibenak gadis bernama lengkap Christina Vada Riyanto, bertemu Alex yang tak tau masih ada di Italia atau dimana.....
Gadis cantik berkulit putih dengan rambut hitam panjang dan bergelombang dihiasi poni sebatas alis bak boneka dengan tinggi semampai tumbuh menjadi gadis pendiam dan tak banyak teman. Ia menjalani kehidupan yang biasa, bekerja sebagai kasir di ruko. Pendidikannya yang hanya tamat SMK tak bisa berharap dapat kerja yang dia impikan seperti di kantor...
Dia sesekali memegang kalung yang melingkar manis dilehernya sambil membuka liontin itu yang terdapat foto dirinya dan lelaki yang entah seperti apa sekarang, dan rasa apa ini, cintakah.....
Karena dia sangat merindukan lelaki itu bahkan sesekali memimpikannya...'gue masih inget lo, lex....' gumam Vada.
"Mba Vada, gue ijin makan siang dulu yaa....." kata teman sesama kasirnya, membuat Vada kembali tersadar dari lamunannya.
"Eh iya Ren, lo makan duluan aja sana...."
__ADS_1
"Oke, thanks. Jangan ngelamun terus yak, kesambet lo"
"Hehehehe iya iya...."
Tak lama datanglah tamu dengan jalan terpincang-pincang, tamu itu dibantu perempuan yang terlihat seperti kekasihnya memasuki ruko tempat Vada bekerja, yang memang menawarkan jasa penyembuhan khusus cedera otot.
Seketika Vada berdiri sambil mengucapkan salam.
"Good afternoon Mr, shit down please....Can i help you?"
"Oh bisa mister, mari saya antar ke kursi dulu....mbanya juga boleh temenin kok..."
"Oh oke...." jawab perempuan berbaju seksi itu sambil membantu cowok bule itu berdiri.
__ADS_1
"Silahkan duduk di kursi ini, saya panggil yang urut dulu...."
"Baik, bagus kan yang urut mba?"
"Oh iya mister, yang urut udah berpengalaman semua, banyak kok disini tamu yang keseleo bisa sembuh....Mohon ditunggu sebentar..."
"Oke mba, makasih...."
Setelah Vada memanggil salah satu terapis intuk pijat keseleo, dia sibuk memasukkan data tamu di komputer. Sudah 3 tahun dia berkerja di ruko sebagai kasir yang menawarkan jasa pengobatan khusus keseleo, dia berganti shift dengan teman sesama kasirnya, Rena. Kawasan tempat ia bekerja cukup ramai yang disebelah kanan berupa ruko money changer dan sebelah kirinya Ruko percetakan, cukup ramai memang dan masih banyak ruko perkantoran dibelakangnya.
Daerah tempat ia bekerja cukup strategis karena dekat dengan Mall Artha Gading. Saat ini Vada dapat giliran shift pagi yang pulang jam 5 sore, sedangkan yang malam baru bisa pulang jam 9 malam.
Setelah ia selesai memasukkan data tamunya yang bule, dia menyeruput kopi agar tak ngantuk saat dia bekerja. Hari ini hari Selasa, tak cukup ramai tamu yang datang, beda biasanya dengan weekend yang cukup membuat Vada dan temannya sibuk menerima tamu. Tak lama tamu bulenya selesai, meski masih pincang dia terlihat puas karena tak sesakit seperti sebelumnya, katanya.... Vada pun tersenyum senang. Setelah tamu yang memiliki nama Mr Nesta itu menyelesaikan pembayaran dan booking untuk hari berikutnya agar cepat pulih kakinya, ia pun beranjak pergi.
__ADS_1
Vada agak membungkuk sambil mengucapkan terima kasih dan tak sengaja kalung yang dipakainya keluar dari sela kemeja biru yang dia pakai. Seketika Mr Nesta memperhatikan kalung itu, hanya sekian detik raut mukanya kembali dingin seperti tak terjadi apapun.... Vada yang tau mengerti siapa Mr Nesta itu hanya cuek saja sambil memasukkan kalungnya kembali di balik kemeja birunya.