
Bunda benar-benar serius ternyata mengajak dirinya ke rumah Tante Lisa, mamahnya Alex. Wah biar bagaimanapun ketemu calmer itu membuatnya agak gugup.
Mereka memesan taksi online untuk pergi ke komplek perumahan kelapa gading. Jalanan siang itu agak lancar untungnya dan setengah jam kemudian sudah sampai depan rumah Tante Lisa.
Setelah mereka memencet bel tak lama asisten rumah tangga mereka membukakan pintu.
"Mba, Bu Lisa nya ada?"
"Ada, ibu Siapa ya?"
"Bilang aja saya teman lamanya, Bu Liana, gitu..." jawab bundanya Vada.
"Oh tunggu sebentar bu, saya beritahu nyonya dulu....."
Tak lama kemudian Bu Liana dan Vada disuruh masuk oleh pembantunya. Dan tak lama Bu Lisa keluar, dan tampak senang begitu melihat tamunya.
"Ya ampun jeng apa kabar......" sapa Bu Lisa sambil cipika cipiki dengan bundanya Vada.
"Lho ini anakmu jeng?"
"Iya ini Vada anakku, kemarin itu Alex ke rumahku nganterin Vada pulang...." cerita Bu Liana dengan antusias.
"Halo tante, apa kabar? Ini tan ada brownis bikinan bunda buat tante..."
" Wah repot-repot sih jeng.... makasih ya. Beneran Alex nganterin kamu pulang Vad? Wah tuh anak ga cerita udah ketemu kamu...... Kemarin pas baru sampe Jakarta yang ditanyain pertama tuh kamu Vad, kan dulu rumah kita sebelahan..... Trus bisa ketemu kamu gimana ceritanya tuh...."
"Hehehe..... aku kerja jadi kasir di Prima Sehat yang khusus buat pijat keseleo, dan kebetulan Alex kakinya terkilir pas main futsal trus ketemu saya tan disitu....."
__ADS_1
"Oh gitu, kebetulan banget ya.... Tante seneng Alex bisa ketemu kamu, karena kata papahnya di Italia sana Alex ga pernah deket sama perempuan mana pun."
"Masa tante?"
"Iyaaa sayang ya skarang Alex lagi tanding bola di luar negri...."
"Iya tante, kemarin Alex udah bilang juga sama Vada...."
"Wah jeng anak kita udah deket kayaknya....."
"Iya mba.... aku ya seneng mereka udah makin akrab, Vada juga ga pernah deket sama cowok manapun, ga pernah pacaran tuh....." timpal bundanya yang dapat protes Vada karena malu.
Tante Lisa dan bundanya tertawa lepas, mereka pun ngobrol lama melepas kangen sedangkan Vada diam saja dan sekali-kali tertawa mendengar candaan mereka.
"Wah jeng nanti tunggu anakku pulang kita bahas lagi yaa... Nanti aku kabarin papahnya juga."
"Ehhhh nanti aja sekalian makan malem disini, udah lama ga ketemu kok...."
"Wah ga usah repot-repot mba....."
"Ya ga atuh..... biasanya aku tuh makan sendiri, justru aku seneng sekarang ada yang nemenin....."
"Bik Wati..... masak sekarang aja buat makan malam....."
"Iya nyonya...."
Dan akhirnya hidangan makan malam yang dipercepat telah siap. Tante Lisa, bundanya dan Vada langsung menyantap makan malam yang dipenuhi berbagai menu di meja makan. Seusai makan malam bersama Vada dan bundanya pamit pulang.
__ADS_1
Tak lama Bu Liana dan anaknya pulang, bu Lisa menelpon seseorang.....
"Hai Luke apa kabar?"
"Oh hai, kabar baik, kamu apa kabar Lisa?"
"Aku juga baik, kamu masih ingat tetangga kita yang namanya Heri dan Liana?"
"Oh ya yang putrinya dekat dengan anak kita?"
"Betul, Alex kembali akrab sama Vada, ya anak itu namanya Vada..."
"Benarkah??? Ku pikir anak kita tak normal"
"Kamu ini!!! Tapi keadaan Vada tak sekaya dulu, mereka hidup susah sekarang semenjak Heri meninggal."
"Oh ya.....aku tak permasalahkan itu, yang terpenting Vada perempuan baik-baik."
"Tapi aku terlanjur jatuh hati dengan temannya Nico, namanya Cindy."
"Nah itu yang ga aku suka darimu, sehingga kita ribut terus, dengar urusan asmara anak kita biar dia yang memutuskan, kita jangan ikut campur!"
"Kita coba dulu Luke, apakah Alex tertarik dengan Cindy atau ga..."
"Percuma anak itu ga akan tertarik, disini banyak perempuan yang menarik aja Alex ga suka.... Sudahlah kamu ga mau anak itu kecewa lagi kan.... Sebaiknya jangan menghalangi hubungan Alex dan Vada...."
Dan Luke langsung memutuskan telponnya. Membuat Lisa kesal dan langsung masuk ke kamar.
__ADS_1