AKU MENGINGATMU

AKU MENGINGATMU
Episode 15


__ADS_3

Pagi itu Vada masih bersantai di rumahnya, karena ia dapat jatah shift siang. Setelah bantu bundanya masak untuk sarapan, gadis itu menonton tv.


Saat balik-balik channel tv ia memilih program gosip yang sedang menayangkan pertandingan uji coba Indonesia vs Malaysia yang berakhir kemenangan timnas 2-1 dan saat ini sedang persiapan uji coba melawan China. Dan Vada terpaku dengan berita berikutnya bahwa Alex tertangkap kamera sedang berpelukan dengan gadis yang diyakini sebagai model papan atas, Vanessa.


Tentu saja dia ingin menangis, perasaannya menjadi kacau. Dan tak lama hpnya berdering, saat dilihat nama 'my prince' tertera dilayar hp. Ia tak berniat untuk angkat hpnya, sambil membawa hpnya Vada masuk ke kamarnya dan tak kuasa ia menangis.


Di sisi lain, Beijing, China...


Saat Alex dan teman-teman satu tim sedang menikmati sarapan, Nico menghampiri sepupunya itu dan menyuruh baca artikel di hp milik Nico. Alex sampai tersedak saat membaca artikel tersebut dan begitu marah. Lalu ia langsung menghubungi Vada tapi telponnya tak diangkat-angkat oleh kekasihnya.


"Sial, aku tak hati-hati!"


"Apa lo ada hubungan dengan dia?"


"Sembarangan! Ya ga lah, dia itu hanya gue anggap adik aja!"


"Ya udah lo fokus dulu dengan latihan, besok selesai uji coba terakhir di Korea lo sampe jakarta harus gelar konferensi pers."


"Gue bantu jelasin ke Vada nanti, yang pasti apapun hubungan lu sama model itu, lu jangan ketemu dia dulu!" lanjut Nico yang diangguki Alex.

__ADS_1


Latihan pagi sampai siang yang dijalani Alex untungnya berjalan lancar dan pria itu masih bisa fokus dengan latihannya. Saat istirahat makan siang, Alex yang terlihat keluar dari lapangan tempat ia berlatih langsung dikerubungi wartawan China, Nico yang bisa berbahasa mandarin mengucapkan sesuatu kepada wartawan lalu membantu Alex keluar dari kerumunan wartawan.


Di rumah Vada,


Jam 11 siang Vada sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja, walau hatinya masih sakit ia tetap beeusaha kuat. Wa dari Nico hanya ia baca dan tak berniat untuk dibales.


Di depan rumahnya sudah ada mobil sport warna hitam dan Thomas sudah mempersilahkan Vada untuk masuk. Walau enggan berangkat dijemput oleh pengawalnya Alex, dia tetap terpaksa naik ke mobil tersebut. Tak jauh dari situ ada seseorang di dalam mobil putih sedang mengawasi gadis tersebut. Ia kemudian menghubungi seseorang.


"Halo tuan, nona Vada sudah dijemput oleh orang suruhan anak anda."


"Bagus, cerdas juga anak itu. Aku bisa tenang kalo begitu. Tugasmu terus mengawasi dari jauh dan menjamin keselamatan calon mantuku."


"Baik tuan."


Karena siang itu cukup lancar, setengah jam kemudia Vada sudah sampai Prima Sehat.


"Hei Ren...."


"Yeeeeiiii udah sampe, laper nihhh....."

__ADS_1


"Hehe ya udah sana makan siang dulu, gue ganti jaga."


Sepeninggal Rena yang ijin makan siang, Vada memeriksa buku bookingan. Lalu ia membuka hpnya. Dan ia mendapati wa dari Nico yang sudah banyak.


'Vada kenapa wa gue cuma dibaca? Lo harus percaya ini semua berita bohong, Alex sama model itu ga ada hubungan apa-apa. Nanti setelah beberapa uji coba berakhir, sesampai ke Jakarta, Alex berencana gelar konferensi pers.'


Lalu Vada akhirnya bales


'Kalo ga ada hubungan apa-apa kenapa mereka pelukan?'


'Alex hanya anggap tuh cewek adiknya aja ga lebih...'


Lalu Nico wa lagi


'Nanti sore setelah latihan dia mau nelpon lo bisa?'


'Sore masih jam kerja, gue masuk siang, ntar jam stengah 9 malam aja telpon gue, bisa?'


'Bisa donk tuan putri....'

__ADS_1


'Ya udah nanti gue suruh alex telpon lo ntar malem...'


Dan chattingan mereka berakhir, Vada kembali fokus bekerja. Entah kenapa kini perasaannya agak tenang.


__ADS_2