Aku Menyukai Hantu

Aku Menyukai Hantu
Cemburu nih?


__ADS_3

Pagi pun tiba, aku bersiap siap ke sekolah. Aku pergi kesekolah dengan hati yang senang. Emm senang, senang? Waduh saking senangnya atau apa ini. Gerbang di tutup woi.


"Oi bukain dong. Pak satpam bukak pak. Huaaaa masa telat sih? Pak oi, pak pak." Teriakku.


Akhirnya aku menyerah. Aku naik lewat pagar belakang sekolah. Saat aku lompat aku kaget ada perempuan di bawah.


"Lin awaasss!!!" Teriakku


"Brukkk!!!" Emm percuma juga aku teriak. Dia kan hantu masa dia juga jatuh. Kan gak mutu banget, jelas jelasnya dia bisa menembus. Ya kali dia rela kejauhan badan orang.


"Hehe maap." Kataku


"Ya dah sana sekolah." Suruhnya.


"Wah ngusir nih? Jahat banget T_T" Kataku.


"Alay" Iniliah satu kaya yang bikin aku tertusuk.


Aku kemudian masuk ke kelas. Sangat beruntung karena di kelas jamkos. Kalo ada gurunya pasti aku di suruh hormat. Tiba tiba langkah kaki ke arahku. Dan suara menyapaku.


"Hay Vian." Kata perempuan itu.


"Hay, Eh Elina to." Jawabku.


"Itu, kamu lagi liatin Zeline ya." Katanya, aku kaget."


"Kamu beneran tau dia?" Tanyaku.

__ADS_1


"Iya lah, gini aja. Pelajaran kan jamkos 2 jam. Gimana kalo kita ke bawah aja." saran Elina


"Boleh juga tu." Jawabku.


Aku kemudian turun bersama Elina. Kami menuju taman belakang, untuk menemui Zeline yang kesepian itu. Kami menyapa Zeline.


"Hai Lin." Sapa kami berdua.


"Eh Elina, Vian. Kalian gak pelajaran?" Tanyanya, rm mungkin dengan wajah cemburu.


"Engga, Lagi jamkos." Jawabku sambil duduk di samping Zeline.


"ah, ngapain kalian kesini?" Tanyanya judes.


"Main bareng kamu." Jawab Elina.


"Ih Lin ngga usah cemburu. Aku nggak rebut dia kok hehe." Jelasku.


Aku bingung gimana bikin dia gak marah lagi. Tiba tiba suara memecah keheningan.


"Aku pergi dulu ya. Kalian lanjutin aja kencannya." Kata Elina sambil tersenyum.


Dia pun memecah keheningan.


"Dia cantik ya?" Tanya Zeline


"Biasa sih. Masih cantikan kamu kok." Jawabku

__ADS_1


"Idih gombal." Sindirnya.


"Ngga papa gombal asal kamu senang." Gombalku. Zeline pun tersenyum kecil.


"Acie udah ngga marah."Kataku


"Ih apaan sih. Marah lah, masa aku ditinggal." Katanya.


"Apaan sih, aku nggak ninggal kamu kok." Kataku


"Ya." Katanya


"Ngga marah nih?" Tanyaku


"-_-" Ekspresi dia bikin aku gemes.


Ahaha aku bahagia sekali bersama dengan Zeline... Dia itu serasa matahari. Tapi kalo matahari itu emm terlalu bucin ih. Alay, Hehe kebanyakan nonton drama sih.


"Udah lah jangka cemburu. Dia itu temenku, temenmu juga kan?" Tanyaku dan jelasku.


"Iya iya." Jawabnya.


2 jam pelajaran kosong ini kami habiskan waktu berdua. Bel pun berbunyi, Elina dan aku pun naik ke atas. Kami melanjutkan pelajaran hingga selesai. Akhirnya kita pulang sekolah. Aku pulang sendirian, namun sebelum itu aku pamit pulang dulu ke Zeline. Takutnya dia marah lagi hehe. Sebelum pulang aku keingat sama belanjaan di dapur habis. Aku kemudian pergi ke mall. Sungguh malu sih kalau aku belanja sendiri. Tp gpp, stay cool bro. Aku membeli banyak sekali bahan makanan. Mungkin kulkasku akan lengkap.


Ada sayuran, buah, daging, telur, snack dan lain sebagainya.


Sebelum aku pulang ke rumah aku beli makanan di restoran. Di sana aku baru memesan daging dan Thai tea. Emm Aku menunggu makanan tiba. Tiba tiba langkah mendekat...

__ADS_1


Makasih udah mau baca...


Tolong beri dukungan lewat Vote dan komentarya. Karena semua komentar kalian akan aku baca. Dan komentar kalian adalah penyemangat...


__ADS_2