
Elina Pov
Aku bingung selama ini apa yang terjadi. Aku sahabatnya, namun aku tak tahu apa apa. Kenapa aku sangat bodoh sekali. Aku tak pantas jadi temannya. Aku menunggu Vian kembali dan menunggu kejekasannya. Bahkan aku sampai tertidur karena lelah dan kebingungan menjadi satu. Tiba tiba ada suara memanggilku, aku pun terbangun dari tidurku. Vian datang menghampiriku. Aku pun memohon kepadanya agar menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Aku tahu ini tidak mudah untuk memberitahu rahasia terbesar namun aku juga butuh kejelasan tentang semua ini. Vian pun memberi pertanyaan bodoh kepadaku. Apa maksud dari itu semua?
Aku kemudian mendengarkan kata kata Vian dengan jelas dan pasti. Apapun itu aku berusaha untuk tenang tapi, aku terkejut dengan kenyataan itu. Apakah ini benar? Aku tidak bermimpi? Atau aku sedang berhalusinasi? Pikirku hancur seketika.
"Ahhh... Apa...?" Teriakku dan aku refleks menutup mulutku karena ini sudah larut malam.
"Jadi.. Ja.. Diii.... Aku berteman dengan hantu selama ini?" Tanyaku takut dan Vian membalas dengan anggukan.
"Aku tak menyangka ini, apakah aku sudah gila? Ataukah mereka yang gila?" kataku
"Ahhhh... Aku berteman dengan hantuuuu." Kataku keras
"Apakah kamu mau mengakhiri persahabatanmu dengannya?" Tanyanya cemas
"Ahhh tentu tidak, aku tak menyangka aku berteman dengan hantu. Memang benar sih kalau aku takut dengan hantu. Tapi bagaimanapun juga aku bahkan sekamar dengan hantu. Ternyata hantu tidak semenakutkan itu." Kataku
__ADS_1
"Ahh" Jawabnya lega
"Tolong jaga rahasia ini dan tetaplah kalian bersahabat hingga tua." Kata Vian
"Tentu saja" Kataku
"Vian apakah kamu juga hantu? Atau monster? Atau Vampir?" Tanyaku seperti kereta
"Haha aku? Aku rasa bukan dari semua itu. Namun akan berakhir seperti itu." Katanya
"Ah maaf, tapi aku yakin tidak kok. Kamu adalah manusia aku yakin itu" Kataku
"Haha baiklah, tapi bukannya ini sudah malam juga ya?" Kataku
"Ya maksudku emm balik ah" Kata Vian
"Ah iya mana kakakmu?" Tanyaku
__ADS_1
"Cie yang kangen" Katanya dengan nada mengejeku
"Haha bukan gitu ih, balik aja ah aku" Kataku malu
"Dari tadi juga aku ajak balik gak mau" Katanya
"Ya udah" Kataku
Elina Pov End
Kami pun pergi ke kamar kami masing masing. Aku melihat Kevin dan Rendi sudah tidur dengan nyenyak. Aku rasa aku akan tidur dengan nyenyak juga. Tapi banyak hal yang membuatku tak nyenyak. Namun karena kelelahan aku pun tertidur hingga pagi tiba. Hari ini rasanya aku tidak ingin pergi dari tempat tidurku. Namun hari ini adalah hari penilaian para siswa. Bagaimanapun juga aku adalah yang bertanggung jawab atas semua ini. Aku pun mandi dan pergi menuju aula. Aku melihat para siswa telah menunggu. Aku sangat bangga karena mereka sudah siap untuk menunjukan hasil karya mereka.
Aku berjalan mendekati panggung dan memberikan pembukaan kepada siswa. Aku merasa bahwa kali ini mereka berusaha dengan keras sekali. Aku sangat senang karena aku dapat mengelola ini dengan bantuan para siswa.
"Selamat pagi semua apakah kalian sudah bersiap untuk penunjukan model kalian?" Tanyaku semangat
Mereka pun dengan semangat mengatakan "Iya" namun hal hal seperti ini masih panjang. Tidak hanya berakhir hari ini saja. Aku akan membuat hari hari semakin menarik.
__ADS_1
Terimakasih