Aku Menyukai Hantu

Aku Menyukai Hantu
Hantu


__ADS_3

 


Pagi ini aku merasa bingung. Perasaanku serasa tidak nyaman. Kesenangan, ketakutan dan semuanya menjadi satu. Aku harus menghadapi hantu itu. Aku akan mengalahkannya dan membuat hantu itu tenang. Entah kenapa aku harus ikut campur dalam kehidupan para hantu. Ah dasar aku, kebiasaan ikut campur sih.


 


Pagi ini aku berangkat ke sekolah seperti biasanya. Dan mengikuti pelajaran hingga selesai. Kemudian sorenya aku dan Zeline berjalan bersama ke tempat hantu itu. Akhirnya matahari terbenam sebelum kita sampai. Yang membuat kita menjadi lebih mudah untuk menjalankan misi. Setelah kurang 10 meter dari sana, kami berhenti.


 


"Ah, sangat menakutkan."Kataku.


"Nggak masalah kok."Katanya.


"Beneran nih?" Tanyaku.


"Iya" Yakinnya


 

__ADS_1


Kami berjalan mendekatinya, kurang 5 meter aku berhenti. Aku melihat hantu itu berdiri, serasa dia sudah tau kehadiranku untuk membuatnya pergi. Aku tetap tenang dan ikut mendekatinya. Setelah sudah di depan mata aku mengajaknya bicara.


"Kenapa kamu di sini? Apa tujuanmu?" Tanyaku dengan pikiran positif.


"Apa urusanmu?" Katanya.


"Jawab atau aku akan menyerangmu?" Kataku


"Aku butuh teman, aku ingin semua orang mati." Katanya, dan aku mulai marah karena ia ingin semua orang untuk menjadi temanya dan mati bersamanya. Aku mulai marah, aku berjalan mendekatinya dengan pikiran positif.


 


 


Tiba tiba aku ingat dengan kata kata Zeline. Kalau aku tidak boleh merasa ketakutan. Karena hantu itu selalu merasuki pikiran kelam. Aku mulai berani, aku memanggil hantu itu. Aku tetap maju, di sana banyak sekali rintangan yang membuat manusia takut. Seperti di dalam mimpi.


Aku mencoba untuk tetap kuat. Namun banyak aura aura yang sangat tidak enak untuk jiwaku. Aku mendengar suara suara seperti mengancamku.


"pergi kamu, kenapa kamu ikut campur urusan kami. Apa yang akan kau lakukan."

__ADS_1


"Jangan menggangguku, atau jiwa ku akan aku kuasai." Kata hantu itu.


Seketika jantungku merasa ingin retak. Saat itu juga aku merasakan jiwa ku seperti dikendalikan. Aku teriak, aku bingung harus bagaimana. Di sini tidak ada yang akan menolongku. Kalau aku minta tolong yang ada bukan manusia yang menolong. Tapi malah siluman. Aku kebingungan, tiba tiba ada suara entah darimana itu.


"Ingatlah bahwa aku ada. Kau kira aku bukan hantu." Katanya


Aku menenggok dan ternyata itu adalah Zeline.


"Aku hanya bisa memberi saran dan membantumu dari suara saja." Katanya


Aku mendengarkannya, karena hampir separuh tubuhku dikuasai oleh hantu itu aku berjuang. Aku terus memikirkan hal positif dan melawanya. Saat ia keluar dari jiwaku, aku mendekatinya. Aku terus menerus mendekatinya namun dia mencoba untuk menghindariku. Tiba tiba ada suara keras untuk memberikanku semangat. Aku kemudian berlari menuju hantu itu. Dia merasa kesakitan, begitu pula aku. Aku terus maju walau badanku serasa ingin hancur. Tiba tiba ada suara ledakan dan cahaya. Badanku emm bisa di bilang roh sih. Rohku serasa mau runtuh, pecah dan hancur. Aku merasa lemah dan pingsan. Aku hanya mendengar kesunyian. Rohku serasa tertarik keluar dari sana.


Makasih udah baca...


Mohon votenya


Dan beri komentar ya agar author bisa lebih tau apa yang harus di perbaiki.


 

__ADS_1


 


__ADS_2