
Pagi ini aku terbangun dari tempat tidurku. Aku melihat banyak sekali sampah di lantai bawah. Aku melihat 3 kamar terkunci. Haha ternyata mereka belum pulang. Aku akhirnya membereskan lantai bawah. Aku melihat banyak sekali sampah yang berserakan. Aku membersihkannya sendiri. Akhirnya selesai juga membersihkan bagian bawah. Saat aku ingin beristirahat aku melihat kaca yang menembus langsung dibagian taman belakang dan kolam renang. Gila ternyata kotor banget. Aku kemudian ke dapur untuk mengambil panci dan centong.
"Teng!!!Teng!!!Teng!!!" Suara panci sangat keras.
Weh akhirnya ada 1 orang yang bangun.
"Pagi Zeline" Kataku dan ia menyapaku balik. Aku mengambil ember dan ciduk.
"Duar!!! Duar!!! Duar!!! Duar N mex!!!" Suara ember sangat keras.
Weh akhirnya Elina bangun.
Aku kemudian mengambil baskom dan mengisinya dengan air. Aku naik ke atas. Terus buka pintu kamar kak Valen dan.
"Byurrr selamat malam kakak sayang" Kataku
"Ahaha Selamat pagi sayang. Mau aku tengelemin nih?" Tanya kakakku
"Boleh." Kataku
Weh dia menggendongku dan turun kebawah lalu kedekat kolam renang. Dan
"Byurr"
"Kakakkkkkk" Teriakku
"Hahaha karma itu Vi." Kata Zeline
Kami berenang senang sekali. Tapi ada juga yang berduaan.
"Eh Valen kamu ngga pake lens?" Tanya Elina samar samar.
__ADS_1
"Engga mataku udah natural. Nanti kalo kebanyakan warna malah banyak yang suka sama aku. Nanti kamu aku tinggal." Kata Valen samar samar. Ih dasar bucin basi.
Kami pun membereskan halaman belakang. Kita mengadakan lomba. Aku dan Zeline adalah satu regu. Valen dan Elina adalah regu ke-2. Misi kami adalah banyak banyakan sampah yang dikumpulkan. Kemudian mencuci barang yang digunakan semalam. Dan misi terakhir adalah renang dan mencabut penyumbat kolam renang. Yang kalah akan membelikan barang, makanan dan juga semua yang mereka mau.
Kita bermain bersama, kami mulai berlomba membersihkan taman belakang. Wah wah sungguh hal yang menggasikan. Akhirnya lomba ini hampir selesai. Aku dan kak Valen lomba untuk mencabut penyumbat dan menggurasnya. Tapi ternyata kakakku lebih jago dalam berenang.
"Ahaha kita menang." Teriak kakakku
"Ah iya Vi, aku ada 1 permintaan." Kata Valen
"Apaan?" Tanyaku
"Ntar, nunggu rambut dan baju kamu kering dulu." Katanya
"Apaan sih" Kataku
Akhirnya kita menunggu di dekat kolam renang. Aku memegang rambutku ternyata sudah tidak basah lagi. Tiba tiba tanganku di tarik oleh Valen menuju kamarnya.
Akhirnya aku keluar dan mandi. Selesai mandi Valen menarikku ke kamarnya dan memakai baju yang di berikannya sepasang dengan lens.
"Ish apaan sih ini. Rambutku kamu ubah? Woi aku masih sekolah woi." Teriakku
"Udah gpp itu bisa hilang kok." Katanya
Kami pun pergi menuju mall.
"Wah kita berakhir di jebakan maut." Kataku berbusara pada kak Valen.
"Menunggu para wanita belanja ¬¬" Kata Valen
__ADS_1
Aku dan yang lain akhirnya turun dari mobil dan belanja bersama, bermain bersama dan lain lain. Kami pun makan bersama di salah satu restoran dimall itu. Tiba tiba ada suara yang memanggilku.
"Hai Vian, akhirnya ketemu. Mau jalan jalan ngga?" Tanyanya, aku pun melihat ke arah orang itu.
"Ash mampus aku." Kataku sedangkan wanita itu menuju arahku.
"Eh vi itu siapa e? Aaa ganteng banget." Kata Valery
"Kakakku" Jawabku singkat
"Wash ganteng banget." Katanya
"Jangan dekati dia" Kata Elina keras.
"Emang kamu siapa hah?" Tanya Valery.
"Aku pacarnya" Kata Elina keras
Akhirnya dia pergi, tapi aku rasa dia engga pergi semudah itu deh.
"Ahahaha kamu cemburu nih?" Tanya Valen
"Ih" Jawab Elina
Aku dan Zeline tatap tatapan. Dan tertawa bersama.
Kami menjalani beberapa bulan ini dengan penuh semangat dan berbagai perasaan lainnnya. Banyak juga permasalahan yang harus kita hadapi. Tapi itu kita hadapi bersama.
Terimakasih udah membaca novel ini
Terimakasih atas dukungannya.
__ADS_1