Aku Menyukai Hantu

Aku Menyukai Hantu
Apa???


__ADS_3

 


Aku melihat sekitar, ternyata memang benar bahwa itu adalah sekolah ku. Aku berjalan mengikuti hantu perempuan itu. Tiba tiba suara teriakan mengagetakanku.


"ITU DIA!!!" Kata perempuan itu.


"Mana?" Tanyaku. Hantu itu lari ke arah taman dan berteriak.


"Kak Zeline... Aku rindu kakak." Kata perempuan itu.

__ADS_1


"Em dia siapa?" Tanya Zeline. Sedangkan aku bingung. Apa maksud dari semua ini, dia hantu? Tak lama kemudian Risa si hantu perempuan itu berkata.


"Kak maafkan aku, mungkin kakak nggak tau aku karena ingatan kakak terhapus atau lain sebagainya. Yang pasti aku minta maaf karena telah membunuh kakak. Semoga kakak bisa lebih tenang di alam sana dan juga aku." Kata Risa.


"Kamu telah membunuhku? Sungguh keterlaluan. Namun inilah yang namanya takdir. Aku memang di takdirkan untuk menjadi hantu yang berkeliaran." Kata Zeline.


Beberapa menit kemudian Risa pun menjadi debu dan menghilang. Mungkin dia telah kembali ke alamnya. Setelah melihat kepergian Risa, aku langsung memalingkan muka ke Zeline, dan berkata.


"Hai Lin, aku melihat daftar keinginanmu. Dan kini keinginanmu terhapus. Keinginanmu ini adalah mengetahui kenapa kamu bisa meninggal dan pelakunya. Sekarang tinggal satu keinginan lagi. Dan aku belum tau itu apa. Semoga kamu dapat mencarinya." Kata laki laki itu, dan Zeline hanya menganguk menandakan iya.

__ADS_1


"Ah iya, apakah ini Vian? Hai Vian aku Ren aku adalah malaikat maut atau bisa juga teman si hantu ini." Kata Ren.


Aku hanya diam dan memikirkan apa yang terjadi sebenarnya. Aku menyukai hantu.


Akhirnya aku menanyakan apa yang terjadi. Mereka pun memberitahu. Aku awalnya sangat kaget. Namun kini tidak lagi, perasaanku kepada Zeline selalu sama. Walau kita memiliki alam yang berbeda. Aku akan menjaga dia kapanpun itu. Dengan kemampuan yang dia miliki, kita akan menjalankan kehidupan layaknya manusia biasa. Malaikat maut itu pun pergi dan mengatakan.


"Vian, kita tidak tahu kapan kesenangan itu berakhir. Setidaknya kamu memanfaatkan setiap hari, jam, menit dan detik layaknya waktu terakhir untuk kamu hidup. Buatlah cerita yang menyenangkan." Kata kata bijak dari Ren pun keluar.


Kami telah berjanji tidak akan membedakan satu sama lain. Tapi aku takut kehilangan dia apabila keinginan terakhirnya terpenuhi. Apakah dia akan hilang begitu saja? Atau akan menyisakan kenangan kenangan indah. Kini aku akan melupakan pikiran itu dan fokus untuk menjadikan hari agar menjadi lebih spesial seperti hari terakhir hidup.

__ADS_1


Aku mulai terbiasa dengan para hantu hantu disekitar. Dan mungkin juga karena orang yang aku cintai adalah hantu juga. Aku tahu kenapa banyak hantu yang takut apabila kita melewati mereka. Ternyata semua itu kuncinya adalah Zeline. Dia adalah hantu yang memiliki kekuatan.


Terimakasih telah membaca


__ADS_2