Aku Menyukai Hantu

Aku Menyukai Hantu
Iblis (2)


__ADS_3

Aku menunggu saat saat yang terbaik untuk membunuh iblis itu. Aku mencoba untuk mengalihkan perhatian iblis itu menggunakan pedang. Sedangkan yang lain akan menyerangnya. Aku menghindari semua serangan itu. Aku menancapkan pedang di jantungnya saat dia lengah. Aku merasakan aura aneh mengelilingi tubuhku. Aku teriak...


"Zeline, Fen bantu aku" Teriaku namun mereka tidak mendengarku.


"Hai Vian" Kata seseorang? Seseorang? Aku rasa hewan sih.


"Kamu siapa?" Tanyaku


"Aku? Aku adalah jiwamu mulai sekarang" Katanya


"Hah? Rubah? Haha ya kali aku rubah" Kataku


"Heh itu yang ada di pikiranmu. Makanya aku jadi kaya gini" Katanya


"Halah, nama lu siapa?" Tanyaku


"Aku Veno Jiwamu" Katanya


"Lah namamu kok keren sih" Kataku


"Udah oi gak selese selese entar. Mau gak Novel ini tamat?" Tanyanya


"Jangan bego" Kataku


"Oke aku adalah Jiwa barumu. Ingat pedang yang kamu ambil tadi? Pedang itu adalah pedang kakekmu dahulu. Beliau memintaku agar memberikan kekuatannya kepada orang yang mengambil pedang itu untuk melawan." Jelasnya


"Oh" Jawabku

__ADS_1


"Gak usah dingin gitu bego." Teriaknya


"Lho kok ngegas" Kataku


"Lah kau dulu yang bikin orang kesel" Jawabnya keras


"Lu kan bukan Orang" Kataku santai


"Bodo amat" Jawabnya


Setelah perdebatan lama akhirnya aku mengerti. Aku pun kembali ke dunia dimana tempat aku melawan iblis itu. Aku melihat tubuh Valery tertusuk.


"Valery?" Tanyaku


"Vian kemana saja kau. Kami mencarimu!" Kata Fen.


"Maaf tadi aku ada urusan" Kataku


"Ke toilet! Mau ikut lagi?" Jawabku


"Ngga usah makasih" Jawab Fen jijik


"Vian bantu aku mengangkat tubuh Val" Kata Zeline


"Baiklah" Kataku


Aku mengangkat tubuh Val, aku merasakan perubahan pada tubuhku. Hah? Aku dengan mudah bisa mengangkat gadis ini? Ini yang di maksud kekuatan itu?

__ADS_1


Aku mendengar Zeline memanggil nama Val berkali kali. Aku bingung, ngapain dia? Tiba tiba cahaya datang.


"Hai semua, terimakasih telah membunuh iblis ini. Dia sangat mengangguku. Ah iya Vian, maaf kalau iblis ini telah mengganggumu dengan tubuhku. Terimakasih semua, mungkin aku sebenarnya tidak terlalu kenal dengan kalian tapi aku tahu perbuatan iblis itu pada kalian. Maaf ya semua, kali ini aku bisa istirahat dengan tenang" Katanya


Kami pun melambaikan tangan kepadanya untuk yang terakhir kalinya. Kami pun kembali menuju Housing Design. Aura tenang pun kembali datang. Aku melihat jam, sekarang adalah jam 1 malam. Aku harus segera tidur, aku kemudian berjalan dari taman menuju Housing Design. Aku melihat Elina tertidur di aula. Aku mendekatinya untuk memastikan.


"Elina? Bisakah kamu pindah ke kamar?" Kataku pelan agar dia tidak terkejut.


"Ah Vian, aku menunggu lama untuk kejelasan ini lho" Katanya


"Bagaimana kalau besok?" Kataku.


"Tidak mau, aku maunya sekarang." Katanya merengek


"Baiklah tapi kamu jangan takut ya" Kataku


"Okey" Katanya


"Kamu takut dengan hantu?" Tanyaku


"Takut, takut banget sih kalo di bilang." Katanya


"Jadi sebenarnya..." Aku menjelaskan kejadian dari awal sampai akhir.


Aku takut kalau dia menjauhiku bahkan Zeline karena hal ini. Aku tahu persahabatan itu sangatlah penting tapi bagaimanapun juga ini kebenarannya. Setelah aku menjelaskan tentang itu, aku melihat ke arah Elina. Apa yang ia rasakan sekarang? Tolong jangan takut, tolong Elina jangan bikin persahabatanmu dengan Zeline hancur.


"Ahhhh... Apa..." Teriaknya

__ADS_1


Terimakasih


Tolong beri dukungan kepada saya ya dengan cara vote dan komentar sebanyak banyaknya


__ADS_2