
"Ah Fen" Kataku
"Ya gimana?" Tanyanya
"Ke taman yok, bosen nih?" Tanyaku
"Boleh." Katanya
Aku tiba ditaman. Di taman yang sungguh luas. Aku melihat sepeda dan bergegas mengambilnya. Aku mengajak Fen untuk membonceng. Aku melihat sekitar sambil menaiki sepeda berdua. Sungguh malam yang sangat indah di Housing Design. Aku duduk di bangku sebelah barat dekat dengan pemandangan kota.
"Indah sekali, rasanya kaya kita jauh sekali dari kota dan hanya bisa melihat dari atas" Kata Fen memecahkan keheningan.
"Ya seperti itulah, aku rasa karena adanya acara ini aku merasa bebas." Jawabku
"Ya, aku suka suasana seperti ini" Katanya
"Aku juga suka" Kataku
"Ah ini jam berapa?" Tanyaku kaget karena aku merasa sudah larut.
"Jam setengah 8, emang kenapa?" Tanyanya
"Ah terlambat, ayo kita pulang." Kataku gegas.
Aku menaiki sepeda dan bergegas untuk sampai di aula. Aku mengambil mic dan mengumumkan makan malam akan di laksanakan 15 menit lagi. Aku kemudian pergi ke ruang makan. Aku menunggu di ruang makan untuk mengawasi. Tiba tiba ada seseorang datang.
"Kakak? Kakak ngga ikut makan?" Kata laki laki itu .
Aku pun menengok ke arahnya. Aku melihatnya. Ahh sungguh imuttttt sepertinya dia loli deh.
"Ah aku sudah makan. Namamu siapa?" Tanyaku
"Namaku Rendi, aku ngga percaya nih kakak dah makan." Katanya
__ADS_1
Aku merasa bahwa anak ini memiliki bakat yang bagus.
"Haha aku sudah kok, kamu makan sana." Kataku
"Baiklah, kita makan bareng ya" Katanya sambil menunggu nyuapiku
"Ah ngga usah" Kataku canggung.
"Kakak juga harus makan." Katanya.
Aku sungguh terharu melihat dia perhatian padaku. Serasa aku memiliki adik yang selalu memperhatikanku. Aku melihat sekitar,aku mendengar beberapa pembicaraan mereka. Aku rasa mereka sedang membicarakanku. Tapi aku tidak peduli itu
"Rendi kamu makan dulu ya. Aku mau mengurus acara. Kalo kamu nanti malem sepi atau apa kamu bisa ke kamar kakak." Kataku
"Baiklah." Katanya
Aku berjalan menuju panggung ruang makan. Aku mengumumkan bahwa...
Siswa teriak mengatakan "ya". Aku senang sekali karena hari ini aku memiliki banyak teman. Setelah jam makan selesai aku kembali kekamar. Aku sendirian melamun memikirkan kapan angin dapat di pegang. Adoh aku kok jadi goblok ya lama lama. Tiba tiba ada suara ting tong ting tong.
"Masuk" Jawabku
"Vian lu gak makan?" Tanyanya
"Oh Kevin. Lah tadi gak liat? Gw makan bareng adek kelas" Kataku
"Hilih gak percaya gw." Katanya
"Hahaha, bosen nih." Kataku
"Sama" Katanya
Aku mendengar suara pembicaraan di luar pintu kamarku. Dan kemudian
__ADS_1
"Ting tong ting tong" Suara bel kamar berbunyi
"Halo Viannn" Kata mereka.
Aku melihat Zeline, Elina, Fen dan juga Rendi. Aku merasa senang karena kamar ini tidak jadi sepi.
"Ah hallo semua" Jawaku dan Kevin.
Kami saling memperkenalkan diri untuk lebih mengenal. Kami pun bermain main seperti kartu, lari larian dan juga permainan lain. Jam pun menunjukkan pukul 9 malam.
"Vian aku balik ke kamar dulu ya sama si Fen dan Elina" Kata Zeline.
"Baiklah, bye sayang." Kataku nge-blush
Adoh ini otaku ngapa gak karuan sih. Waton ngomong aja.
"Rendi kamu kamar mana?" Tanyaku
"Aku kamar 114" Katanya
"Jauh banget" Aku kaget.
"Kak boleh aku tidur sini? Di kamarku tidak ada orang. Karena mereka membuat kelompok sendiri dan aku tidak ada teman" Katanya sedih
"Iya gpp" Jawabku
"Ada kamu di sini lebih asik kok. Suasana jadi lebih menarik" Jawab Kevin sumringah
"Ah iya tu, kita bisa bermain main" Kataku juga
"Hua beneran nih?" Tanyanya
"Bener dong masa kita boong" Jawabku dan Kevin bersamaan.
__ADS_1