
"Jadi gini..."Kataku
"Aku kasih tau dari mana nih?" Tanyaku
"Dari awallah." Kata Elina
"Oke jadi gini, aku dulu punya keluarga yang sangat tenteram. Aku suka banget sama ayam. Akhirnya ibuku membuat toko VV Chicken. V pertama adalah Vian sedangkan V kedua adalah orang yang aku sayang dia adalah Valen. Kami menjalankan usaha itu sejak aku kecil. Ayahku kerja sebagai direktur desain. Ibuku kerja sebagai hakim. Tapi karena sekarang mereka sibuk kerja. VV Chicken dan seluruh cabangnya yang mengurus sementara adalah aku. Sedangkan kakakku juga kerja sebagai Model dan juga desainer di kantor ayahku dia juga sedang melanjutkan kuliah. Mereka kerja berbeda daerah sehingga kami jarang bertemu. Ya beginilah, makanya rumah ini serasa suram." Kataku seketika aku melihat Elina yang menangis.
"Vian? Apakah kakakmu Valen? Bisakah kamu ceritakan tentangnya?" Tanyanya sambil meneteskan air mata. Aku hanya menganguk tanda setuju.
"Kakakku adalah Valen Ktristan Aldibaran. Aku dan kakakku berbeda 2 tahun saja. Dia juga sangat tampan, baik dan juga ramah. Aku udah lama sih ngga ketemu dia. Dia memiliki rambut coklat dan mata coklat. Tapi karena sekarang ia adalah model dia mengganti warna rambutnya dan menggunakan lensa mata. Dia adalah sosok yang sangat tanggung jawab kepada keluarganya." Kataku.
Tiba tiba aku mendengar suara berat
"Haha sepertinya sedang membicarakanku." Kata laki laki itu.
"Ah kakak" Aku melihat ke laki laki itu sambil berlari memeluknya.
"Haha kok kamu udah mulai tinggi sih" Kata kakakku
"Katanya pulang minggu minggu ini."Kataku
"Benerkan, kalo kakak pulang hari ini." Katanya
"Haha iya."Kataku
Seketika kakak terdiam.
"Kak kenalin ini teman temanku."
__ADS_1
Kita akhirnya duduk bersama. Aku merasakan ada yang aneh. Akhirnya aku memberanikan diri untuk berbicara.
"Kalian itu kenapa sih." Tanyaku dengan nada yang agak keras.
"Em kamu?" Kata kakakku
"Aldi? Kamu beneran. Inget aku ngga?" Tanya Elina.
"Emm?" Kakakku bingung
"Ah mungkin kamu ngga ingat. Ya udah yuk kita mulai pestanya." Kata Elina
Kita pun beranjak dari tempat duduk. Aku masih bingung dengan apa yang terjadi. Tiba tiba ada seseorang yang tiba tiba memeluk Elina.
"Ahaha Elina Elbrata Adiana. Udah lama kita ngga ketemu ya. Akhirnya kita bertemu juga." Kata kakaku
"Aku kira kamu ngga ingat. Ternyata penampilanmu udah berbeda ya." Kata Elina sambil menangis dan memeluk Kak Valen
Ih kalian jangan baca deh. Haha mereka lagi drama. Kami pun berjalan bersama menuju pesta yang kita persiapkan.
"Ah iya kita ganti baju dulu ya." Kata Elina.
"Kamu juga ganti." Kata Zeline
Mereka pun berganti baju dan berdandan. Sedangkan aku hanya ganti baju. Aku pun menuju halaman belakang.
"Heh, kakak ini gak pernah bilang tentang masalah ini." Kataku
"Hehe, soalnya malu kalo kasih tau kamu." Katanya
"Idih masih punya malu kamu kak?" Canda ku
__ADS_1
"Weh ini adek laknat banget sih." Katanya
"Eh Vi?" Panggilnya
"Apaan?" Jawabku singkat.
"Aku mau tinggal di sini" Katanya
"Udah tau kali, kemarin kau juga udah bilang." Jawabku
"Huh gak asik ih kamu." Katanya
Kami pun bercanda bersama. Akhirnya para bidadari pun datang.
"Weh kamu cantik banget e Zel" Pujiku
"Ahaha kamu juga tampan kok Vi" Katanya
Wah mereka pada puji pujian, 4l4y Hehe. Aku usil dan berkata
"Wah Elina hari ini kamu cantik ngga cocok ih kalo pasangannya sama kakakku." Candaku.
"Weh maap ya adek ku ini emang laknat." Kata kakakku sambil merangkulku dan mengusap usap rambutku.
Kami pun tertawa bersama dan akhirnya berpesta bersama. Wah rasanya sangat asik karena kita menghabiskan waktu bersama sama. Kami memasak BBQ bersama. Membuat makanan bersama. Cerita cerita bersama. Wah hari yang sangat menyenangkan untuk hari ini.
Terimakasih sudah membaca ceritaku.
Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam pengetikan dan lain lain.
Mohon dukungannya.
__ADS_1