Aku Menyukai Hantu

Aku Menyukai Hantu
Malam


__ADS_3

Aku pulang lumayan larut malam. Aku melihat dua gadis itu tertidur pulas. Hemm aku sangat kasian kepada mereka. Aku mengendong satu persatu menuju kamar tamu. Di rumahku sebenarnya memiliki banyak sekali kamar. Aku menaruh mereka terpisah. Aku melihatnya tertidur pulas. Kemudian aku mengangkat Elina menuju kamar tamu ke-2. Akhirnya selesai juga untuk hari ini. Sungguh sangat hari yang melelahkan. Akhirnya aku berjalan ke arah kamarku. Tidak lama ada suara telepon berdering. Aku mencari handphoneku. Aku melihat seseorang menelponku.


"Ah hallo." Kataku sambil berjalan ke atap. Aku duduk di dekat dengan pohon palm.


"Dah lama ya kita engga telpon kaya gini." Kata laki laki di telpon itu. Aku bingung ini siapa karena aku tadi sungguh lelah dan tidak membaca nama di kontak itu. Kemudian aku melihat nama kontak penelpon itu.


"Kakak aku udah lama nunggu kakak telpon lo." Kataku


"Maaf ya Vi kakak jarang telpon. Tapi kakak lagi usaha biar urusan kerjaan selesai kok." Katanya


"Uh kakak kapan balik?" Tanyaku


"Kira kira minggu ini kok. Kakak juga mau ketemu adek kaka yang ganteng ini."


Aku adalah anak kedua dari keluargaku. Kakak ku adalah Valen Ktristan Aldibaran. Dia sungguh kakak yang sangat perhatian. Kita hanya beda 3 tahun. Dia sekarang pengusaha di bagian Desain. Rambutnya berwarna abu abu semir dan juga matanya berwarna abu abu karena menggunakan lensa mata. Mata aslinya berwarna Coklat sepertiku, dia adalah seorang staylish dan juga model. Jadi dia sering ganti ganti warna rambut dan juga warna lensa matanya. Kini dia sangat tampan. Tapi tampanan aku lah karena aku adalah yang termuda.


"Kak" Kataku


"Ya ada apa?" Tanyanya


"Aku mau ngabisin waktu dengan kakak kalo kakak pulang besok." Kataku


"Ahaha iya tunggu kakak ya. Eh iya Vi kamu udah aaa pacar belum nih ^^" Sindirnya karena dari dulu aku sama sekali belum punya pacar.


"Weh udah dong. Kakak udah ada belum nih?" Tanyaku

__ADS_1


"Weh ya jelas, belum e dek T_T" Kata kakakku


"Parah sih kamu." Kataku.


Kami pun berbincang bincang bincang tentang kehidupan Kak Valen di Luar kota. Dan dia mengambil cuti selama beberapa bulan. Aku dan kakakku sangat akrab. Dia seperti ayahku sendiri karena sikapnya. Banyak orang yang mengira kita homo. Padahal iya, bukan woi ya kali aku homo. Kan aku dah bilang kalo authornya setrez makanya dia ngawur buat ceritanya.


Author : Aku tamatin nih?


Eeh engga maap, aku sangat senang saat mengengar kakakku akan pulang minggu ini. Wah hatiku sungguh berdebar jatuh cinta. Woi ini lama lama jadi homo nih.


"Kak aku besok ada pesta nih bareng temenku." Kataku


"Haha sayangnya kakak ngga bisa ikut." Katanya.


"Yah padahal aku mau kenalin pacarku. Hehe kakak sih gak ada gebetan." Kata ku


"Eh dek gimana kabar rumah? Berantakan? Kurang makanan?" Tanyanya lengkap, aku langsung turun kebawah dan memotert tas tas belanjaan yang penuh di sofaku.


"Eee gila kamu belanja? Haha beneran kamu belanja? Ngakak parah, besok kalo kakak pulang kakak aja kamu belanja ya 😂" Tawa kak Valen


"Itu bukan aku woe yang beli" Kataku


"Udah gpp kita belanja bareng ya sayang." Katanya


"Idih jijik, kelamaan jomblo sih." Sindirku.

__ADS_1


Kami pun akhirnya mengakhiri telepon.


"Ahaha 1 jam aku teleponan sama Valen. Udah lama ngga ketemu dan ngobrol bareng." Gumanku.


"Ah Vian kamu belum tidur?" Tanya perempuan itu


"Oh Zeline, belum e. Tadi habis telpon seseorang." Kataku


"Ah iya Lin sini aku mau tanya banyak" Kataku, akhirnya Zeline duduk di bangku sebelah.


"Gimana?" Tanyanya


"Kok kamu bisa berubah kaya manusia biasa sih?" Tanyaku


"Jadi sebenarnya aku tetep hantu. Tapi aku diberikan kesempatan untuk bisa menjadi manusia. Sejujurnya tentang membunuh hantu itu bohong. Aku bisa berubah menjadi manusia biasa sesuai keinginanku. Tapi kadang kadang juga aku harus balik ke wujudku. Kekuatan ini aku dapat karena untuk membantu keinginanku." Katanya


"Ah jadi gitu ya, pantesan kamu bisa merasa ngantuk, lelah dan lain lain. Emang dulu kamu tidur di mana?" Tanyaku


"Aku biasanya berubah jadi hantu dulu. Tapi itu sangat menghabis habiskan tenaga." Katanya


"Ah jadi gitu, ya udah sana tidur udah malem. Besok kita jalan jalan lagi." Kataku sambil mencium keningnya dan mengusap rambutnya.


"Emm selamat malam Vian" Katanya sambil malu malu. Mungkin dia udah lama engga mungucapkan kata kata itu.


"Ahahaha selamat malam sayang." Kataku

__ADS_1


Pipiku memerah karena malu.


Asiap makasih lo teman teman. Akhirnya up lagi. Hehe terimakasih atas dukungannya dan semuanya. Semoga aku bisa up terusya. Doakan yeeeeee.....


__ADS_2