Aku Menyukai Hantu

Aku Menyukai Hantu
Housings Design (3)


__ADS_3

Ush emang banyak kerjaan sih. Walau bukan kerjaan kaya siswa lain tapi sebenarnya ini sangat melelahkan. Aku agak gimana gitu sama warna rambutku sekarang. Banyak anak yang bilang kalau gaya rambutku sangat bagus, seperti air yang tenang. Namun aku agak kurang enjoy gitu. Tapi aku usahain buat di asikin aja. Sekarang adalah hari kedua. Dan saatnya mengecek semua persiapan. Aku mulai dari studio paling akhir. Aku kagum dengan usaha mereka yang tidak tidur hanya untuk pekerjaan ini.


"Hah kamu tidak tidur?" Tanyaku kaget


"Iya Vi" Kata 2 anak perempuan


"Gila, nanti kalau kamu sakit gimana? Jangan di terusin. Jaga kesehatan dan tidur dengan teratur agar besok jadi yang terbaik. Oke!?" Jelasku


Aku takut kalau mereka sakit karena tugas ini. Tapi itu malah membuat mereka salah paham. Haduh mau baik, mau engga kenapa banyak cobaan. Tapi aku tidak akan menganggap serius masalah seperti itu. Karena masalah ini aku baru ingat tentang Valery. Lama aku tidak bertemu dia. Tumben dia tidak pernah mengangguku. Biasanya juga udah bikin orang kesel.


Aku kemudian berjalan ke berbagai studio, dan dan dan... Aku menemukan Valery. Aku rasa dia sedang ada masalah. Maka dari itu aku akan menghampirinya. Tapi aku melihat dari kejauhan ada Zeline dan Elina yang akan menghampiri Val. Sepertinya mereka juga merasa ada yang berbeda dari Valery. Aku pun berjalan mendekatinya. Namun langkahku terhenti. Aku melihat ke arah Zeline dan Elina. Mereka juga berhenti.

__ADS_1


Aku sedikit mendengar guman Val. Saat aku maju agar mendengar lebih jelas tiba tiba ia menyadarinya. Ia berlari sangat kencang. Aku mengatakan pada Zeline.


"Pindah kedepannya!" Teriakku


Ia pun mengangguk mengiyakan. Aku pun berlari mengejar Val. Aku melihat Zeline sudah ke wujudnya. Aku tahu apa yang di rasakan Elina. Raut wajahnya menggambarkan kalau ia bingung, takut dan juga cemas. Aku menghadap belakang dan.


"Jangan takut, nanti aku jelasin yang sebenarnya." Kataku tanpa mengeluarkan suara.


"Vian lari dia iblis." Katanya


Hah? Apa, aku apa? Apa? Aku bingung sekali. Val? Iblis? Beneran? Aku belum percaya ini. Valery anak yang sangat ceria.

__ADS_1


"Vian lari dari sini" Katanya


"Tidak! Aku akan membantumu!" Teriakku kencang sehingga Val berbalik ke arahku.


"Tidak dia bukan Val. Dia Iblis, dia mengambil badan Val. Kini Val sudah meninggal!" Katanya lancang.


Aku terjatuh bingung. Aku tak berdaya, seketika air mataku mengalir. Aku telah berbuat jahat saat ia hidup. Aku mencoba untuk bangun. Aku membangun semangatku kembali. Aku tidak akan membuat tubuh Val terganggu dan membuat jiwanya menangis.


Aku bangun, aku membuat semangatku. Tiba tiba iblis itu mendekat dengan aura yang sangat menakutkan untuk menyerangku. Aku takut dan Zeline teriak agar aku menghindar. Tiba tiba ada suara pedang yang keluar. Ia melindungiku. Aku melihat ke arah orang itu. Ah ia adalah....


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2