
Pagi ini aku terbangun dari tidur. Mungkin tidurku kurang nyenyak. Aku bangun dari kasur, aku melihat jam. Jam menunjukan pukul 04.39 aku kemudian pergi mandi. Setelah mandi ku tolong ibu membersihkan tempat tidurku. Ash canda mulu dah. Aku kemudian menuju dapur untuk sarapan. Aku membuat roti isi. Aku membawanya ke sekolah, karena aku malas untuk makan di rumah.
Aku merasa sangat capek untuk jalan. Akhirnya aku mengambil kunci mobil dan pergi ke sekolah. Aku sampai di sekolah lumayan pagi. Aku berlari menuju taman belakang sekolah. Aku bingung, kenapa pagi ini terasa sangat sepi. Aku memanggil nama Zeline. Tapi aku tidak menemukannya, aku takut kalau keinginannya telah terpenuhi. Aku sangat khawatir tentangnya. Aku kemudian pergi ke kelas, aku sangat murung karena aku sangat merindukannya.
Aku kekelas dan duduk dengan tenang. Aku duduk sambil melihat taman belakang. Kenapa dia pergi? Dimana dia? Aku semakin bingung dengan keadaan ini. Aku terdiam sedangkan siswa satu persatu masuk. Aku hanya melihat taman belakang. Tiba tiba ada yang menyapaku. Aku kira itu adalah Zeline ternyata Valery.
"Hai Vian."Katanya.
" Hai" Jawabku Judes.
"Ngapain kamu di sini?" Tanyaku
"Masa ke pacar sendiri engga boleh." Katanya dengan suara keras. Sehingga memecah keheningan kelas. Tiba tiba salah satu teman ku berkata.
"Weh lu punya pacar? Si Valery pacar lu? Asik banget lu. Cewe populer sama cowo populer. Cocok banget. Bikin iri aja lu bro." Katanya, karena kata kata itu aku makin marah.
Aku berdiri dan berkata.
"Kalo lu mau ambil aja bro. Gw gak pernah suka sama dia. Lagi pula dia yang ganjen bukan gw." Kataku
"Weh mau lah bro, sini Val biar sama gw aja. Si vian anaknya kasar." Katanya
"Ih Vian ini, makin sayang deh." Katanya, ee sumpah anak ini bener bener gila ya? Begonya keterlaluan.
"Hei kamu, pergi woe balik ke kelasmu. Jangan gangu orang lain woe. Dasar cewe ganjen." Karena teriakan Elina. Cewe itu pergi dengan mengucapkan selamat tinggal.
"He Vi, kamu kok lembek amat sih. Nanti kalo dia dateng kamu cuman berlindung gitu?" Katanya
"Aku lagi bad mood. Males buat marahin, nanti malah tambah bad mood. Percuma juga kalo dia di marahin dia juga bakal deketin aku lagi. Tapi makasih ya." Kataku, dia pun duduk di depanku.
"Heh aku kasih liat kamu nanti." Katanya
"Kasih tau apa???" Tanyaku, bel pun berbunyi.
Elina :
__ADS_1
"Heh udah ada belum?" Tanyaku kepada hantu itu, aku berbicara dalam hati. Akhirnya dia memberikan tanda.
Vian :
"Apaan sih El?" Tanyaku
"3" Katanya, aku makin bingung ada apa?
"2" Dia menghitung seterusnya, dan angka terakhir pun muncul.
"1" pada kata kesatu guru pun datang.
"Oi apaan sih, mending tadi jamkos aja." Kataku
"Lihatlah ini" Katanya.
Pak guru pun berbicara.
"Anak anak, pagi ini ada salah satu murid pindahan. Semoga kalian bisa berteman dengan baik." Kata pak guru
"Kalo yang ini kamu pasti suka." Katanya
Pak guru pun memberikan tanda pada murid baru itu. Ia masuk, deg jantungku serasa berhenti. Apa? Apa yang terjadi? Siapa dia?
Ah aku hanya bermimpi. Dia bukan Zeline, mungkin hanya mirip. Karena rambut Zeline bukan berwarna itu.
"Hallo, saya Azeline Vistanata. Kalian bisa panggil aku Zeline." Katanya, aku melihatnya. Tiba tiba dia juga melihatku sambil tersenyum.
"Kamu bisa duduk di belakang Vian. Maaf tempat duduk paling belakang."Kata pak guru.
"Ngga papa kok pak."Katanya
Akhirnya bel pun berbunyi tanda istirahat. Aku berbincang bersama Elina.
__ADS_1
" Hai Vian, hai Elina. Apakah kalian melupakanku?" Tanyanya
"Hai Zeline, tentu saja tidak." Kata Elina.
Aku masih belum berfikir benar. Masa dia Zeline? Atau mungkin dia hanya mirip? Aku masih belum percaya. Aku pun berdiri dan berniat pergi.
"Lina, aku belum yakin dia Zeline. Dia bukan Zeline." Kataku tegas.
Aku beranjak dari tempat duduk. Saat aku berada di depan papan tulis. Ada perempuan memanggilku. Aku menengok ke belakang.
"Vian, kamu masih belum percaya? Aku sudah berjanji padamu untuk bermain dengan baik. Aku tahu kemarin kamu gimana sama Valery" Katanya.
"Kamu beneran? Kamu beneran Zeline? Kenapa kamu bisa? Rambutmu beda?" Tanyaku.
"Haha... Iya maaf kemarin aku salah dan kurang fokus jadi tidak semua mirip. Kesalahan pada rambut inilah salah satunya." Katanya.
"Akhirnya kamu ada. Tapi kalo tau kaya gini kenapa nggak kamu lakuin dari dulu? " Kataku
"Soalnya aku harus membunuh Jin jahat untuk mendapatkan keinginan ini. Aku harus membunuh sekitar jutaan untuk bisa seperti ini. Tapi batasnya adalah hingga keinginan dunia selesai." Jelasnya.
Ternyata kehidupan ini sangatlah susah ya. Aku sangat senang karena dia kembali. Aku berlari memeluknya.
"Ah iya aku nyamuk. Selamat tinggal darah kalian sudah saya minum." Kata Elina.
Kami sekarang menjadi makin dekat. Tapi aku merasa dari jauh kalau ada seseorang yang tidak suka.
*Makasih udah membaca. Komentar penyemangat kalian adalah suatu kebahagian bagi ku. Makasih ya yang udah kirim komentar.
Tolong votenya ya
Makasih*
AUTHOR :
Eee sumpah ini apaan sih. Namanya juga fantasi, horor dan romantis. Tapi kok serasa ancur ya?
__ADS_1