Aku Menyukai Hantu

Aku Menyukai Hantu
Kembali


__ADS_3

 


Aku akhirnya pulang dari rumah Elina. Dan aku kaget karena Zeline berada di depan rumahku. Kalau aku lihat sih dia tampak khawatir. Tapi aneh aja lihat hantu khawatir. Aku mendekatinya, aku berjalan mendekatinya dengan senyuman. Dia menyadari kalau aku sudah pulang dan membalasku dengan senyuman.


 


"Kamu dari mana aja?" Kata Zeline


"Kemarin aku di tolong temen." Kataku


"Perempuan?" Tanya Zeline


"Iya, dia kenal kamu kok." Kataku


"-_siapa?" Tanya Zeline dengan muka muram. Ah aku bingung banget, masa hantu cemburu.


"Elina anak baru sekolah kita. Tahukan? Dia katanya juga mau menolongmu." Jelasku


"Ya aku tahu, okelah." Tampaknya dia masih marah.


Aku diam diam mendekatinya dan memeluknya. Mungkin hantu juga bisa tenang kalau di peluk.


"Udah ah jangan marah."Kataku

__ADS_1


"Siapa yang marah." Katanya sambil memelukku dengan erat.


"Huh beneran nih? Hehe mau jalan ngga?" Tanyaku


"Ngga usah, kamu istirahat aja. Aku mau balik, kamu jgn deket deket sama cewe lain." Katanya


Aku ingin tertawa karena tingkah lakunya mirip manusia biasa. Dengan seperti itu aku jadi lebih nyaman berada di dekat dia. Tapi pikiranku selalu resah. Takut akan ia pergi setelah impiannya tercapai. Tapi apa sih impiannya yang terakhir? Bikin bingung banget. Masa dia minta mainan, masa dia minta lolipop.


Aku kemudian masuk ke dalam rumahku. Aku melihat lihat sekitar. Dan aku kemudian menuju kamar. Aku melihat kamar yang bersih untuk hari ini. Aku kemudian menuju kasur dan bersiap untuk tidur. Sungguh hari yang tidak panjang dan sibuk namun melelahkan. Aku mulai tertidur, aku berharap aku tertidur pulas hingga pagi tiba.


Jam pun berputar. Tiba tiba aku terbangun, aku melihat jam. Jam menunjukkan pukul 23.00 aku ingin tidur lagi. Tapi suara gemuruh yang berasal dari perut itu terus terusan menyiksaku. Aku keluar, dari kamar menuju dapur. Aku membuka kulkas, tapi kulkas itu hanya berisi air putih dan es batu saja. Aku lupa untuk membeli bahan bahan makanan. Aku kemudian pergi keluar rumah. Aku kemudian mencari makanan terdekat. Ah aku mencium bau wangi apa ini. Jangan salah paham ya anal anak. Ini bau wangi masakan bukan bau wangi kemenyan. Aku mendekati toko itu, aku melihat ada tulisan. "Sate Ayam" Wah sungguh membuat air liurku keluar. Aku kemudian pesan.


"Pak beli satenya 20 tusuk ya pak."Pesanku.


"Waduh setan..."Aku kaget, aku bersiap lari. Dan juga ingin teriak sekencang kencangnya. Tapi...


"Becanda kok dek hehe." Canda bapak bapak itu.


"Ah bikin kaget aja." Kataku sambil mengeluh dada.


Akhirnya sate pun jadi.


"Ini dek." Kata bapak itu sambil mengajukan piring berisi bunga. Aku sangat kaget.

__ADS_1


"hehe canda lagi. Itu bunga sebelah kok. Nih sate aslinya." Kata bapak itu.


"Ah bapak itu bikin kaget mulu." Kataku


"Soalnya banyak anak anak nongkrong, mereka selalu bikin masalah di sini." Kata bapak itu.


"Eh kamu kenapa malem malem malah cari makan?" Tanyaku.


"Hehe laper lah pak." Kataku sambil tertawa.


"Bukan itu astaga. Malem malem cari makan di luar. Emang ngga takut?" Tanya bapak itu.


"Lah bapak sendiri kenapa jualan malem malem." Tanyaku juga.


"Buat menyediakan orang makan haha." Jawab bapak bapak itu.


Malam ini sungguh asik karena makan malam ini di temani oleh bapak tukang sate. Kami tertawa dan berbagi cerita dengan bapak tukang sate itu. Aku kemudian pulang ke rumah dan kembali tidur.


Makasih ya


Makasih juga atas semua sarannya.


Komen ya temen temen.

__ADS_1


__ADS_2