
Ahhh Fen? Wah dia? Membantuku? Aku agak kaget awalnya. Aku tak tahu kalau dia sangat jago dalam bertarung menggunakan pedang. Aku terdiam sekejap, di tengah tengah pertarungan.
"Oi jangan diem aja" Teriak Fen mengagetkanku
Aku berdiri dan berdiri di samping Fen dan Zeline.
"Bagaimana kalian tahu kalau dia sudah meninggal?" Tanyaku
"Sudah jelas" Kata Fen
"Karena manusia yang di rasuki oleh iblis kuat maka jiwanya dibawa ke alamnya. Dan aku yakin kalau Valery sudah di rasuki lebih dari 7 hari. Karena itu jiwanya sudah tersesat di alam mereka." Jelas Zeline dengan cepat.
"Zeline saat aku menyerangnya dari dari depan maka kamu gunakan kekuatanmu dan serang dari belakang" Jelas Fen bisik bisik agar tidak terdengar Iblis itu.
"Darimana kamu tahu..?" Tanya Zeline takut
"Nanti aja" Kata Fen
"Baiklah." Kata Zeline mengerti
"Fen, Zel bawa iblis itu ke taman agar tidak ketahuan yang lain!" Kataku.
__ADS_1
Mereka menyerang iblis itu dan mengalihkan perhatiannya agar menjauh dari tempat itu. Sedangkan aku mencari benda tajam untuk jaga jaga. Aku lari ke arah lorong foto keluarga. Di sana aku menemukan pedang. Aku rasa itu pedang warisan makanya di pajang di sana. Namun aku tidak peduli dan lari menuju taman. Saat itu juga aku melewati kamar kamar. Aku takut ketahuan karena suara lariku. Makanya aku berjalan pelan pelan.
Namun di saat itu juga ada seseorang.
"Kamu ngapain di sini? Gak tidur? Ngapa bawa senjata?" Tanya laki laki itu
Aku pun berbalik.
"Ah Kevin, ini aku lagi persiapan buat pemotretan besok" Kataku tanpa gugup
"Ah okey, jangan lupa tidur coy" Katanya, percaya.
"Ahaha baiklah, kamu tidur sama Rendi kan? Udah tidur dianya?" Tanyaku
"Ya udah sana tidur." Kataku
"Okey, ati ati ya" Katanya
"Haha ati ati ngapain" Tanyaku
"Siapa tau ada kejadian ngga di inginkan" Katanya perhatian.
__ADS_1
"Haha iya aku hati hati kok" Jawabku.
Setelah memastikan Kevin pergi aku bergegas ke taman. Aku takut terjadi apa apa kepada mereka. Namun masih banyak anak yang bangun. Alasan ke kamar mandilah, padahal di kamar ada kamar mandi. Alasan mau cari angin lah. Padahal di kamar ada ac ada kipas. Aku jadi khawatir kalau aku ketahuan.
Aku mulai bergegas untuk ke taman. Dari kejauhan aku melihat bahwa mereka sangat kesakitan karena serangan iblis itu. Aku berlari dengan cepat menghampiri mereka.
"Vian kemari, aku akan membuka pintu alam mereka dan membunuhnya di sana agar tidak ketahuan dengan murid lainnya." Kata Zeline
"Baiklah" Aku pun mengandeng tangan Zeline dan Fen untuk menuju alam iblis itu.
Seketika cahaya cahaya menjadi semakin redup dan akhirnya gelap. Aku melihat dunia yang sama seperti duniaku namun dunia ini lebih dingin dan juga gelap. Aku agak takut di awal, namun aku tetap percaya bahwa aku bisa. Aku melihat sekitar dengan bingung.
"Jangan takut, dia akan segera datang." Kata Zeline.
"Oke kita harus bersiap." Kataku
"Baiklah." Kata Fen yakin.
Fen Pov
Hah? Pedang keluarga? Bagaimana dia bisa mengambilnya? Dia? Hah? Aku yakin anak ini bukan anak biasa. Dia berbeda, tidak mungkin. Sudah ratusan orang yang mencoba mengangkatnya namun gagal. Yang bisa hanya Kakeknya bukannya dan itu pun karena kutukan yang pernah menimpa Kakeknya. Namun anak ini tidak mungkin memiliki kutukan sebesar itu.
__ADS_1
Terimakasih