
Tak tak tak... Suara sepatu itu mendekatiku. Aku tidak menghiraukannya, aku hanya menganggapnya angin lewat saja. Namun tiba tiba suara memanggilku.
"Ah hai Vian." Katanya
"Hallo? Siapa ya?" Tanyaku
"Ini aku Valery." Katanya
"Kelas 11 B ya?" Tanyaku
"Ah inget juga. Aku boleh makan bareng nih?" Tanyanya, aku menganguk iya. Tiba tiba dia duduk di sampinku sambil berdempet.
"Ah kamu hari ini tampan ya Vi" Katanya
"Makasih" Jawabku, aku merasa terusik karenanya. Tiba tiba suara cewek memanggilku. Ia seperti penyelamat bagiku.
"Oi Vian sini. Katanya mau pergi!!!" Kata Elina.
"Valery aku mau pergi ngga papa kan?" Tanyaku
"iya."Katanya
Akhirnya aku berlari menuju Elina.
"Woh lin kamu penyelamat banget." Kataku
"Ish aku mah superhero :P" Candanya
"Yain" Jawabku.
Aku kemudian pulang ke rumah. Aku memadukan semua belanjaan yang aku beli ke dalam kulkas. Dan saat itu juga aku teringat kalau aku belum membayar makanan yang aku beli tadi. Aku kemudian menelepon Elina.
"Halo lin." Kataku
"Halo, ada apa Vi?" Tanyanya
"Aku tadi blm bayar e gimana jal. Wah aku bakalan kena lagi nih."Kataku
"ahaha mampus." Ejeknya.
"Oi, nanti si Zeline marah woe. Mau ngga bantuin?" Teriaku
"Enggalah 😂 nanti aku malah kaya di wawancarai sama dia." Katanya
"Ashh gimana woe. Beneran gak mau bantu? Jahat ih kamu." Kataku, tiba tiba suara telpon terputus.
"ARGHHHH ELINAAAA, AWAS KAMU BSK." Teriaku.
Aku kemudian pergi keluar untuk membeli minuman dan juga makanan. Tiba tiba ada suara...
"Ah Vian, kamu lagi ngapain. Mau aku temenin?" Kata perempuan itu sambil mengandeng tanganku. Dengan reflek aku melepasnya. Ternyata dia adalah Valery.
"Oh kamu, eh ini uang tadi. Aku lupa buat bayar, maaf ya." Aku mengulurkan tanganku, tapi sama dia di tolak.
__ADS_1
"Engga usah, aku cuman mau kamu. Eh kamu mau ke mana? Aku temenin ya." Katanya.
"Ngga usah, aku mau ke supermarket." Kataku
"Udah ngga papa, aku ikut ya. Sekalian kita jalan bareng." Katanya
"Tapi aku sibuk, maaf lain kali ya."Tolakku, tiba tiba dia menangis sambil kedua tangannya memegang tangan kananku. Aku merasa ngga enak sama dia.
"Udah jangan nangis."Kataku
"Tapi kita jalan bareng ya." Katanya, aku menganguk.
Aku takut dia kecapekan, terus nanti malah minta gendong. Akhirnya aku ambil mobil dirumah. Dan mengajaknya jalan, sekalian beli makan dan minuman untuk isi kulkas. Akhirnya kami ke supermarket dan membeli minuman. Aku mau mengantarnya pulang. Aku melihat jam tanganku. Ternyata sudah jam setengah sembilan malam.
"Ayo, ini dah jam setengah sembilan, nanti kamu kemaleman."Kataku
"Aku mau tidur di rumahmu." Katanya
"Maaf Di rumahku cuman ada aku doang."Kataku
"Kita bisa bersama." Katanya
"Maaf aku ngga mau!!!"Tolakku keras
Kami melakukan perjalanan yang hening. Di saat ada belokan aku bertanya pada Valery.
"Rumahmu belok kanan ato kiri?" Tanyaku
"Va?" Aku menengok ke arahnya, ternyata dia tertidur. Aku mencoba membangunkannya tapi ia masih tertidur pulas.
Aku kemudian pulang ke rumah. Aku menggendongnya ke kamar tamu. Sedangkan aku tidur di kamarku.
Paginya aku terbangun. Jam menunjukan pukul 5.00 aku mencium aroma sedap. Aku keluar dari kamar. Aku melihat perempuan hanya memakai dalaman saja. Aku buru buru mengambil selimut. Aku menutupkannya dengan selimut itu.
"Kamu apa apaan kaya gitu?" Tanyaku dengan nada berteriak.
"Bajuku kena air, lihat itu sampai basah kuyup seperti itu. Makanya aku pakai dalaman saja." Katanya.
"Tapi ini rumah seorang laki laki. Jangan menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Ini terakhir kamu boleh kesini. Aku ngga mau tetangga mengiraku adalah orang yang ganti ganti perempuan." Kataku.
"Baiklah tapi aku tetap boleh kan bersamamu."Katanya
"Ish aku udah punya perempuan. Aku punya orang yang aku cintai. Jangan menggodaku."Kataku
"Setidaknya aku jadi milikmu, walau yang ke 2 ataupun ke 100."
Author : Ish apaan sih, dasar wanita murahan.
"Jangan berbicara yang aneh aneh."Kataku
"Ya udah sayang, ini makanannya."Katanya
"Jangan panggil aku "sayang" jijik tau ngga." Kataku
__ADS_1
"Ya udah ini makan ya." Katanya
Kita makan bersama, aku melihatnya. Dari tadi slimut itu turun sehingga makin terbuka.
"Hoi itu di benerin dulu, jangan bikin orang lain kesel deh." Kataku, aku pun menggambilkan baju.
"Nih pake dulu." Kataku.
"Pakein" Katanya
"Ogah."Jawabku singkat.
Akhirnya aku meninggalkannya. Dia memakai bajunya. Kami pun berangkat ke sekolah. Aku langsung menuju ke halaman belakang.
"Zeline!!!" Teriakku.
"Apa?" Tanyanya, dia melihat sekilas ke mataku.
"Ahaha kamu berduaan ya sama perempuan. Aku melihat perempuan itu ngga pake baju." Katanya, aku sungguh terkejut.
"Aku tidak melakukan apa apa, malahan aku memarahinya. Maafin aku lah Line. Aku mencoba menghindarinya." Jelasku...
"Ahaha aku tau kok, aku bisa melihat semua 😂 maap becanda. Aku tidak akan kalah darinya. Aku akan bermain positif." Katanya
"Kamu mau gimana e? Yang jelas oi jangan bikin orang ngegantung." Kataku.
"Ahaha kamu juga akan tahu, kita lihat saya besok." Katanya
"Oi kamu mau apa he?" Tanyaku
"Banyak tanya." Katanya
"Igh sebel." Kataku.
Aku pun melanjutkan pelajaran. Namun sesekali aku melihat ke arah Zeline. Dia hanya duduk tenang tanpa melihat kearahku. Dia sangat fokus, tapi aku tak tau fokus dalam hal apa. Karena saat aku lihat hanya terdapat aura suram. Tiba tiba suara memanggil ku dan memecah pikiran kosongku.
"Hoi Vi, lihat tu Zeline. Kayaknya dia sedang melakukan sesuatu. Ah udah berkali kali aku melihat hantu seperti itu. Ah iya apakah kamu udah memberitahu tentang Valery?" Tanyanya
"E Elina, kamu ngomong panjang amat. Sampe bingung mau jawab yng mana." Kataku
"Aku sudah memberitahunya. Pagi ini aku menghampirinya, ternyata dia sudah tau. Tiba tiba dia seperti itu, suram banget ngga sih." Jelasku
"Ahaha aku tau dia sedang apa. Dia adalah hantu terkuat Vi, dia bisa melakukan apa aja. Lihat saja apa yang dia lakukan besok. Kamu pasti akan terkejut."Katanya seolah dia sudah tahu semua. Apa mungkin dia sudah pernah melihat hal seperti ini ya? Ah ini semua membuatku bingung. Terlalu banyak pikiran di dalam otaku. Sedangkan minggu depan asa kenaikan kelas. Ahhh aku sangat ingin stay di sekolah ini.
"Heh Lina, apakah Zeline bisa berpindah ketempatku." Tanyaku.
"Tentu saja. Karena tidak akan lama dia juga pindah." Katanya sambil tertawa kecil. Aku beneran bingung. Sebenarnya ada apa, kenapa jadi aneh kaya gini sih.
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Apabila kalian ingin novel ini selalu update setiap hari tolong ya pilih tanda suka...
Dan apabila kalian ada saran, kalian bisa komen. Saya akan membaca satu persatu. Dan juga akan menjawab kalian. Jika ada waktu saya akan menyekreenshot komentar kalian dan menjadikan QnA
__ADS_1
Terimakasih