
...🎵 Ilusi Tak Bertepi🎵...
Tak pernah lepas kau dalam ingatanku
Tak pernah bisa aku melupakanmu
Ku jatuh cinta pada orang yang salah
Kau kekasih sahabatku
Rinduku ini bagaikan di ujung hati
CInta ini bagai ilusi yang tak bertepi
Cinta mengapa singgah di hatiku
Kau salah memilih tempat dan waktu
Tak tahan aku menahan rasa
Aku tersiksa
Cinta galau aku menimbang
Rasa aku atau sahabatku
Pantaskah ku abaikan
Hati yang menangis menginginkanmu
Tak pernah lepas kau dalam ingatanku
Tak pernah bisa aku melupakanmu
Ku jatuh cinta pada orang yang salah
Kau kekasih sahabatku
Rinduku ini bagaikan di ujung hati
CInta ini bagai ilusi yang tak bertepi
Cinta mengapa singgah di hatiku
Kau salah memilih tempat dan waktu
Tak tahan aku menahan rasa
Aku tersiksa
Cinta galau aku menimbang
Rasa aku atau sahabatku
Pantaskah ku abaikan
Hati yang menangis menginginkanmu
Cinta mengapa singgah di hatiku
Kau salah memilih tempat dan waktu
Tak tahan aku menahan rasa
Aku tersiksa
Cinta galau aku menimbang
Rasa aku atau sahabatku
__ADS_1
Pantaskah ku abaikan
Hati yang menangis menginginkanmu
🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻
~Episode sebelas//
#Rumah sakit
Seorang wanita paruh baya menangis di depan sebuah ruang UGD, dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya, saat dia menatap ke depan dan melihat suami dan anak² nya datang menghampiri nya, dia langsung menghapus air mata nya dan bersikap setenang mungkin.
"Siapa yang masuk UGD sayang?" tanya sang ayah khawatir.
"Jasmine." balas ibu Jasmine santai.
"Cih,, kenapa mama malah menelpon kami, kalo tau dia yang masuk UGD gak mungkin aku mau datang kesini!" ucap Widya dengan wajah sinis nya.
"Apa yang terjadi? kenapa dia bisa masuk rumah sakit?" tanya ayah Jasmine.
"Dia mencoba melarikan diri melalu jendela gudang, namun terjatuh dan tubuh nya tertimpa meja besar." balas ibu Jasmine.
"Apa!! bagaimana kau bisa lengah seperti itu! jika dia berhasil kabur..." ayah Jasmine tak melanjutkan perkataan nya.
"Aku juga tidak tau, awalnya aku sudah mengunci semua pintu dan jendela, lalu aku pergi ke supermarket untuk berbelanja, saat aku kembali aku sudah menemukan dia dengan keadaan seperti itu." ucap ibu Jasmine.
"Ayah kenapa sih khawatir banget sama dia?" tanya Tania.
"Sudahlah tak penting, sekarang ayah akan kekantor jika dia sudah bangun hubungi saja aku." ucap ayah Jasmine dan berlalu pergi.
"Aku tak akan membiarkanmu mati lebih awal." gumam ayah Jasmine.
"Ada apa sih sama ayah?" tanya Tania.
"Sudah tak usah dipikirkan." ucap ibu Jasmine.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya ibu Jasmine.
"Keadaan nya memburuk, dia harus segera mendapatkan donor darah, saat dia terluka dia terlalu banyak mengeluarkan darah." ucap dokter itu.
"Lalu apa lagi cepat lakukan!" bentak ibu Jasmine, Widya dan Tania menjadi sangat bingung dengan kelakuan orang tua mereka yang seperti tak ingin kehilangan Jasmine.
"Masalah nya kami kehabisan darah yang sama dengan darah nona Jasmine." ucap dokter itu.
"Cepat cari! siapapun yang bisa mendonorkan darah nya untuk anak saya akan mendapat uang terserah berapa maunya!" ucap ibu Jasmine dengan kesal.
"Baik kalo begitu saya permisi." pamit dokter itu.
"Kalian berdua kembali saja kesekolah, biar mama yang menjaga Jasmine." ucap ibu Jasmine datar.
"Tap,,,," belum selesai Tania membantah, Widya langsung menarik tangan Tania agar mengikuti perintah sang mama.
Ibu Jasmine berjalan memasuki ruangan dengan wajah panik, dia mengelus rambut Jasmine dengan lembut dan mengecup kening nya.
"Maafkan mamah nak, mamah gak bisa jaga kamu!" ucap ibu Jasmine dengan air mata yang mulai mengalir.
"Andai semua itu tidak terjadi, kau mungkin tak tersiksa." ucap ibu Jasmine.
"Permisi Bu!" ucap dokter itu.
"Ada apa?! apa kau mendapatkan donor darah nya?" bentak ibu Jasmine sambil menghapus air matanya.
"Maaf kami sudah menanyakan keseluruh rumah sakit namun mereka juga tak memiliki darah yang sama dengan nona Jasmine, darah yang diperlukan nona Jasmine termasuk langka! jika tidak secepatnya dicari nona Jasmine akan semakin banyak kehilangan darah dan nyawa akan menjadi taruhannya." jelas dokter itu.
"Ambil darah saya saja!" ucap ibu Jasmine.
"Apa ibu memiliki darah yang sama?" tanya dokter itu.
"Saya tidak tau! cepat periksa saja saya, jika cocok donorkan keanak saya secepatnya!" bentak ibu Jasmine.
__ADS_1
"Ibu yang rela berkorban." pikir dokter itu.
Dokter itu memeriksa darah ibu Jasmine dan ternyata mereka memiliki kecocokan.
"Baik saya akan mengambil darah ibu, tolong tahan sebentar." ucap dokter itu.
"Cepatlah!" bentak ibu jasmine.
***
Jasmine membuka matanya perlahan dan melihat sekitar.
"Apa aku disurga?" pikir Jasmine.
"Hai Jasmine! bagaimana keadaan kamu, kakakmu, dan ibu mu?" tanya seorang pria paruh baya.
"Siapa kau? kenapa kau menanyakan keluargaku? tapi tidak dengan ayahku?" tanya Jasmine.
"Ayah mu? ooh aku mengerti! kemari lah aku ingin memeluk mu." ucap pria itu.
"Tidak aku tak mengenalmu!" bentak Jasmine.
"Sepertinya kamu belum tau kebenaranya nya ya?" tanya pria itu.
"Kebenaran apa yang kau maksud aku tak mengerti!" bentak Jasmine.
"Sudahlah, jika kau sudah mengetahuinya, berjanjilah jangan bersedih apalagi menangis." ucap pria itu lirih.
"Apa maksud mu?" tanya Jasmine, pria itu tak menjawab dan secara perlahan tubuhnya memudar dan hilang menjadi debu.
***
"SIAPA KAU!" teriak Jasmine.
"Dokter apa yang terjadi?" tanya ibu Jasmine.
"Mungkin dia sedang memimpikan sesuatu." ucap dokter.
Perlahan kesadaran Jasmine kembali, dia membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah ibu dan eh..? dokter.
"Aku dimana?" tanya Jasmine dengan suara lemah.
"Kau dirumah sakit." ucap ibu Jasmine dingin.
"Saya permisi dulu." pamit dokter itu.
"Apa yang terjadi Bu?" tanya Jasmine.
"Kau ini sangat menyusahkan, bisakah kau menjadi anak yang berguna?!" bentak ibu Jasmine.
"Kau membuang waktu berharga ku hanya untuk mengurus mu!" bentak ibu Jasmine dan berlalu pergi.
Diluar sang ibu menangis sejadi jadinya karna tak sanggup menahan luka yang sudah lama tertutup dengan perlahan terbuka kembali.
"Aku tak sanggup seperti ini." gumam ibu Jasmine.
Didalam Jasmine menangis saat mendengar pernyataan sang ibu yang membuat hatinya terluka.
"Apa aku se tak berguna itu? kenapa aku tidak mati saja! kenapa aku harus selamat! aku ingin mati! semua tidak adil, semua membenciku, semua menderita karna kehadiranku!" teriak Jasmine frustasi.
"Aku ingin mati! tapi kenapa aku malah harus selamat?! jika aku mati mungkin semua masalah akan hilang! tidak bisakah aku bahagia walau hanya sebentar?! aku selalu menderita! aku benar² lelah sekarang, aku ingin mengakhiri hidupku yang hampa ini dan bersenang² dialam lain." teriak Jasmine.
:
:
:
Bersambung.........
__ADS_1