
...🎶 Tolong 🎶...
Kurasa 'ku sedang jatuh cinta
Karena rasanya ini berbeda
Oh, apakah ini memang cinta?
Selalu berbeda saat menatapnya
Mengapa aku begini?
Hilang berani dekat denganmu
Ingin 'ku memilikimu
Tapi aku tak tahu
Bagaimana caranya?
Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini kutuliskan untuknya
Namanya selalu kusebut dalam doa
Sampai aku mampu
Ucap maukah denganku
Kurasa 'ku sedang jatuh cinta
Karena rasanya ini berbeda
Apakah ini memang cinta?
Selalu berbeda saat menatapnya
Di sini aku berdiri
Menanti waktu yang tepat
Hingga akhirnya kumampu
Katakan padamu
Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini kutuliskan untuknya
Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini kutuliskan untuknya
Namanya selalu kusebut dalam doa
Mungkinkah dia tahu
Cinta yang kumau
Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini kutuliskan untuknya
Namanya selalu kusebut dalam doa
Sampai aku mampu
__ADS_1
Ucap maukah denganku
Entah sampai kapan menunggu harapan
Tolong beri 'ku kepastian
Tolong beri 'ku kasih sayang
'Ku sudah bosan sendirian
🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️🕷️
~Episode empat puluh lima//
•Rumah sakit
"Kak, gimana keadaan mamah kak Devan?" tanya Jasmine.
"Ga ada perubahan Jas, kadang tengah malam tiba² down banget, terus kalo udah di suntik mulai membaik, gitu deh hampir tiap hari, jadi biasanya gue kelelahan karna ga bisa tidur kalo tengah malam." keluh Devan.
"Ga nyangka kak Devan seperhatian itu, bela² in ga tidur." ucap Jasmine.
"Ya iyalah, dia kan nyokap gue Jas, orang yang gue sayang." ucap Devan.
"Berarti kalo kak Devan sayang sama seseorang, kak Devan bakal jagain, ga peduli cape atau ga?" ucap Jasmine.
"Hem, iya lah Lo mau juga gue jagain?" goda Devan.
"Apaan sih ngeselin." ucap Jasmine dengan wajah merah.
"Udah sampai, yuk masuk." ajak Devan.
Kedua sejoli itu memasuki ruangan di mana mamah Devan di rawat, bau obat² menusuk hidung Jasmine, seperti pada umumnya.
Jasmine berdiri tepat di samping kasur, dia menatap lekat wajah pucat nan tenang itu, entah mengapa dia merasa sangat sedih melihat keadaan mamah Devan, kemudian Jasmine mengalihkan pandangannya agar tak menangis.
"Kak Devan mending istirahat aja, biar aku yang jaga." ucap Jasmine.
"Ga perlu, Lo baru nyampe semalam, pasti Lo masih lelah, mending Lo aja yang istirahat." tolak Devan.
"Yaudah gue aja yang istirahat." ucap seorang gadis cantik yang berdiri di depan pintu dengan senyum manisnya.
Jasmine menatap bingung kearah gadis itu dan Devan secara bergantian, dia memaksakan tersenyum walau hati nya bimbang.
"Apa kak Devan udah punya cewe disini? cantik banget lagi, pasti lah kak Devan pilih dia." pikir Jasmine.
Devan yang mengerti pikiran Jasmine menatap gadis itu tajam seperti ingin memangsa, dan kemudian meraih tangan Jasmine.
"Kenalin dia Oneng, orang gila baru di rumah sakit ini." ucap Devan sambil menatap gadis itu sinis.
Jasmine menyerit bingung dengan perkataan Devan, mana mungkin gadis secantik dia orang gila? dan namanya Oneng? ooh ayolah ini tidak masuk akal.
"Gausah di ladeni kulkas dua pintu yang satu ini, dia emang rada aneh, oiya kenalin gue Bulan." ucap gadis bernama Bulan itu sopan.
Jasmine kembali terdiam, selain cantik dia juga sangat sopan, siapa lelaki yang akan menolak ciptaan yang benar² sempurna ini?
"Udah deh ga usah sok akrab, dia ga mau kenalan sama Lo." ucap Devan kesal.
"Ah... maaf bukan begitu, nama aku Jasmine." ucap Jasmine gugup.
"Jasmine? ooh... gue tau Lo yang sering Devan ceritain itu kan? ga nyangka bisa ketemu sama Lo." ucap Bulan heboh, dia menghampiri Jasmine dan memeluk nya erat.
"Sialan, ga usah di perjelas juga kali." gumam Devan kesal.
Jasmine tak bisa membaca kondisi, dia hanya diam mematung, dengan senyum terpaksa yang terukir di wajahnya.
"Udah kali lan, dia ga bisa napas ntar." ucap Devan.
__ADS_1
"Ah iya sorry, sumpah gue penasaran banget sama Lo, setiap gue dengar cerita Devan, dia selalu puji Lo makanya gue jadi kepo gimana bentuk Lo, dan ternyata Lo beneran cantik ngalahin gue." ucap Bulan dengan sekali napas.
"Ah? kak Devan sering cerita? emang si kalo pacaran harus sering cerita² biar ga terjadi salah paham." ucap Jasmine polos.
Devan dan Bulan saling tatap sebelum mereka tertawa puas mendengar perkataan Jasmine.
"Whahahahahahah," tawa kedua orang yang kurang waras.
"Jadi Lo daritadi mikirnya gue pacaran sama kulkas? yakali gue mau." ucap Bulan masih dengan tawanya.
"Terus kalo bukan pacar apa dong?" tanya Jasmine kepo.
"Jadi ceritanya Lo cemburu? makanya daritadi diam?" goda Devan.
"E...enggak kok, cuman bingung aja." elak Jasmine.
"Gue sama dia cuma saudara, Lo tenang aja dia ga bakal selingkuh kok, dia tulus sayang sama Lo, bahkan setiap gue kesini yang dia bacarain cuman lo, gue sampe eneq dengarnya." ucap Bulan santai.
"Benarkah? kak Devan cerita apa aja? ga macam² kan." ucap Jasmine gugup.
"kata dia sih, kalian udah lama pacaran, dan dia juga berniat mau ngelamar Lo pas mamah nya sembuh nanti." ucap Bulan sambil menahan tawanya.
Devan menatap Bulan tajam, bagaimana mungkin dia mengatakan itu, bahkan dia sama sekali tak pernah mengungkit hubungan nya dengan Jasmine.
Sedangkan Jasmine sudah memerah karna malu dengan perkataan Bulan.
"Gawat mending gue balik aja, bisa abis gue kalo si singa ngamuk." pikir Bulan.
"Yaudah gue balik ya, kalian senang² aja, ingat Jas kalo dia macam² sama lo, langsung lapor sama gue biar gue santet ntar." ucap Bulan dan berlalu pergi.
"Dasar gila!" gumam Devan.
"Kak Bulan cantik ya? aku sampe insecure sama dia." ucap Jasmine.
"Apaan, masih cantik Lo gitu." ucap Devan.
Jasmine tak menjawab, karna kalo di menjawab mau bagaimana pun pasti dia yang akan malu nanti.
****
•Tengah malam
"Jas makan dulu, daritadi Lo ga makan." ucap Devan.
"Kakak aja, aku udah kenyang." ucap Jasmine yang tentu saja sedang berbohong.
"Kenyang apaan, daritadi Lo ga nyentuh makanan, diam aja di dekat mamah gue." ucap Devan.
"Iya udah aku makan, tapi nanti aja, aku takut mamah kak Devan menjadi down seperti yang kakak bilang." ucap Jasmine khawatir.
"Segitu peduli nya Lo sama mamah gue, padahal gue biasa aja, apa kalo gue sakit Lo bakal kaya gitu." pikir Devan.
"Tapi Lo juga harus makan jas, Lo boleh khawatir sama orang lain tapi Lo juga harus jaga kesehatan lo." ucap Devan.
Jasmine pasrah, dia akhirnya makan walau sebentar² melirik ke arah mamah Devan.
:
:
:
Bersambung......
Visual Bulan👇
__ADS_1