Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 14 SAMPAI JUMPA


__ADS_3

...🎡 Terlambat 🎡...


Andai saja waktu itu tak kutunda


'Tuk ungkapkan isi hati kepadanya


Mungkin dia jadi milikku


Bahagiakan hariku


Oh, tetapi kenyataan tak begitu


Di saat 'ku mencoba merajut kata


Dan berharap semua menjadi sempurna


Tiba-tiba ada yang lain yang mencuri hatinya


Hilang sudah kesempatanku dengannya


Terlambat sudah semua kali ini


Yang kuinginkan tak lagi sendiri


Bila esok mentari sudah berganti


Kesempatan itu terbuka kembali


Akan kucoba lagi


Cukup sudah kesalahan kali ini


Jangan sampai semua terulang kembali


Keraguan dalam hatiku harus kubuang jauh


Bila ingin mendapatkan yang terbaik


Terlambat sudah semua kali ini


Yang kuinginkan tak lagi sendiri


Bila esok mentari sudah berganti


Kesempatan itu terbuka kembali


Akan kucoba lagi


Pengalaman pahit yang kujadikan pelajaran


Dalam hidup yang tak akan terlupakan (terlupakan)


Oh, jangan menunda sesuatu untuk dikerjakan

__ADS_1


Jangan tunda, jangan tunda


Terlambat sudah semua kali ini


Yang kuinginkan tak lagi sendiri


Bila esok mentari sudah berganti


Kesempatan itu terbuka kembali


Terlambat sudah semua kali ini


Yang kuinginkan tak lagi sendiri


Bila esok mentari sudah berganti


Kesempatan itu terbuka kembali


Akan kucoba lagi


Ho-o ... akan kucoba lagi


🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱


~Episode empat belas//


Jasmine berbaring di kasur miliknya dengan air mata yang mengalir dan pikiran kasana kemari.


"Aku tak berguna? apa benar kata pria itu kalo aku harus jauhin Devan? dan melupakannya sekarang daripada menyesal nanti?" pikir Jasmine dengan air mata mengalir deras.


-Flashback-


Jasmine berjalan masuk kerumah dengan senyum diwajahnya, sang ibu yang melihat Jasmine masuk langsung memanggilnya.


"Sini kamu!" ucap ibu Jasmine datar, Jasmine berjalan menuju ruang keluarga, di samping sang ibu terdapat Widya dan Tania.


"Ada apa Bu?" tanya Jasmine.


"Jauhin Devan!" balas ibu Jasmine dingin.


"Tapi kenapa? dia baik sama aku." ucap Jasmine bingung.


"Mau dia baik atau gak itu urusan kamu, tapi asal kamu tahu kamu itu tidak cocok dengan Devan yang kaya dan tampan, lihatlah penampilan mu sungguh seperti gelandangan! dan ingat satu hal Devan mendekati mu hanya karna dia suka dengan anak saya dan ingin mencari tahu tentang anak saya lewat kamu!" bentak ibu Jasmine.


"Tapi Devan gak pernah bilang gitu Bu." ucap Jasmine.


"Berpikirlah mana ada orang yang dengan bodohnya memberi tahu rahasia pada sebuah boneka rusak." bentak ibu Jasmine.


"M..maksud ibu?" tanya Jasmine.


"Kau bertanya apa maksud ku? kau benarΒ² bodoh bahkan untuk memahami hal kecil saja sangat sulit." bentak ibu Jasmine.


"Kau itu hanya dijadikan boneka informasi oleh Devan, dia tak pernah mau dengan gelandangan seperti kau, dan ingat hanya kami berdua yang akan bersaing mendapatkan devan." ucap Widya lantang.

__ADS_1


"T..tapi dia tak pernah bertanya tentang kita." ucap Jasmine.


"Karna dia ingin menjebak mu terlebih dahulu baru dia akan memulai permainannya!" ucap Tania.


Jasmine menitikkan air mata nya,


"Tak mungkin Devan seperti itu!" pikir Jasmine.


"Oiya sebentar lagi diantara kedua anak saya, akan ada yang tunangan dengan Devan, jadi sebaiknya jauhin Devan kalo tidak kau akan ku hukum tidak makan selama satu tahun!" bentak ibu Jasmine.


Jasmine semakin terisak, sakit? tentu saja bagaimana tidak orang yang kita cintai sekaligus kita sayangi akan bertunangan dengan salah satu dari kakak nya sendiri, apa mungkin takdir tak menginginkan Jasmine bahagia atau Jasmine memang tak bisa bahagia? itu hanya tuhan dan author yang tau.


-flashback off-


Tok,,,tok,,,tok


"Kak Jasmine ini aku Alvin." ucap Alvin dari balik pintu, Jasmine tak menjawab membuat Alvin khawatir.


"Kak Jasmine lagi tidur ya? aku boleh masuk gak?" sambung Alvin.


"Kak?" Alvin membuka pintu untungnya pintu tak dikunci membuatnya dengan mudah melihat keadaan Jasmine.


"Kak Jasmine kayaknya kecapean deh, sampe lupa buat ganti pakaian." pikir Alvin.


Alvin berjalan kedapur untuk mengambilkan makanan dan menaruhnya disamping kasur Jasmine.


"Kak mamah jahat sama aku, mamah nyuruh aku sekolah di London dan harus berpisah sama kakak, padahal aku udah nolak tapi mamah malah ngancem bakal nyiksa kakak, aku benci sama mamah andai aku udah besar aku pasti bakal bawa kakak pergi dari rumah ini dan tinggal berdua dengan aku." ucap alvin sambil menitikkan air matanya.


"Kakak jaga kesehatan ya? jangan buat aku khawatir, doain aku cepat pulang biar bisa ketemu kakak lagi, aku janji jika suatu saat nanti aku sukses aku akan membawa Kaka keluar dari rumah neraka ini dan membahagiakan kakak." sambung Alvin dengan air mata yang sudah seperti sungai mengalir.


"Sampai jumpa kak, besok pagi aku harus sudah di bandara, ini aku punya kalung buat kakak dipakai ya?dan ingat kak kalo mama jahat sama kakak, kakak harus tetap kuat jangan jadi lemah oke? aku sayang kakak." Alvin memeluk tubuh Jasmine dengan erat.


Dia benarΒ² tak rela jika harus berpisah dengan kakak yang paling dia sayangi, tapi jika dia egois mungkin dia akan melihat air mata kakak nya setiap hari, tidak! Itu hal yang paling Alvin hindari yang dia inginkan adalah tawa dan senyum hangat kakak nya.


Alvin keluar dari kamar Jasmine dan kembali ke kamar nya, dia tak bisa tidur memikirkan hari esok dimana dia tak akan pernah melihat senyum lembut kakak nya lagi, ingin sekali dia membawa kakaknya agar selalu disampingnya tapi apa? dia malah harus terpisah bertahun tahun.


"Aku membenci kalian semua, aku benci mamah, aku benci papah, aku benci kak Widya, aku benci kak Tania, suatu saat aku akan membalas semua perlakuan kejam kalian terhadap Kak Jasmine, aku tak akan pernah melupakan semua yang sudah kalian lakukan terhadap kak Jasmine, TAK AKAN PERNAH!" pikir Alvin dengan wajah merah menahan marah.


Dia menatap dua foto dimana yang satu terdapat keluarga lengkapnya tanpa Jasmine, dan yang kedua foto dia bersama Jasmine, Alvin merobek gambar pertama dengan benci yang sudah mendarah daging, lalu menyimpan foto kedua di koper milik nya.


***


Pukul 06:30 Alvin sudah berangkat ke bandara karna pesawat akan berangkat pukul 07:00, sementara Jasmine sedang bersiap untuk pergi kesekolah, dia masih tersenyum karna tak mengetahui apa yang terjadi dan tentang kepergian Alvin, dia menatap kearah sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati.


"Punya siapa ini? aku tak pernah membeli ini?" pikir Jasmine, saat dia membuka liontin nya terdapat fotonya bersama Alvin.


"Apa ini dari Alvin, berarti makanan ini juga dari Alvin." ucap Jasmine dengan senyum diwajahnya.


"Bocah itu selalu saja bisa membuat ku bahagia, semoga kebahagian ini gak akan hilang." pikir Jasmine.


:


:

__ADS_1


:


Bersambung..........


__ADS_2