Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 26 PERUBAHAN SIKAP


__ADS_3

...🎵 cinta sejati 🎵...


Manakala hati menggeliat mengusik renungan


Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta


Suara sang malam dan siang seakan berlagu


Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu


Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku


Sukmaku berteriak menegaskan kucinta padamu


Terima kasih pada Mahacinta menyatukan kita


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Lembah yang berwarna


Membentuk, melekuk, memeluk kita


Dua jiwa yang melebur jadi satu


Dalam kesucian cinta


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu

__ADS_1


Cinta kita sejati


🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸


~Episode dua puluh enam//


Jasmine membuka matanya perlahan,


"Kak Devan? aku dimana?" tanya Jasmine.


"lo dirumah sakit, lo pingsan." balas Devan.


Jasmine mematung dengan pandangan kosong, dia kembali mengingat kejadian di dekat danau.


"Kak? Ari ada dimana?" tanya Jasmine.


"Jas gur udah tau apa yang terjadi, dan Ari udah di kubur kan dengan layak, dia pasti bahagia sekarang karna bisa berkumpul dengan ibu nya." ucap Devan tersenyum lembut.


"Tapi itu semua karna aku kan? andai aja aku yang mati, mungkin sekarang Ari bahagia karna bisa hidup." ucap Jasmine mulai terisak.


"Jas lo gak salah, Ari juga gak salah, kita gak bisa nyalahin siapa pun." ucap Devan lembut.


"Lagian itu udah jadi pilihan nya, suka ga suka, mau ga mau, semua pasti akan mati." sambung Devan.


"Gak! itu semua salah aku kak!" ucap Jasmine.


"Jas kalo lo kaya gini, gue merasa gagal buat Jagain lo." ucap Devan lirih.


Jasmine terdiam beberapa saat,


"Maafin aku kak, aku hanya belum bisa Nerima kenyataan, kenapa kenyataan begitu pahit dan sakit?" ucap Jasmine sambil menatap Devan sendu.


"kenyataan emang terkadang pahit jas, jadi kita sebagai manusia hanya bisa pasrah dan menguatkan hati semampu kita." ucap Devan menasihati.


Jasmine terdiam mencerna ucapan devan,


"Kakak benar! tapi disaat kita terjatuh bukan berarti harus menyerah namun menjadikan masa lalu sebagai pelajaran." ucap Jasmine kembali tersenyum.


"Ini yang gue inginkan, senyum!" ucap Devan sambil mengelus rambut Jasmine lembut.


"Eh? kalo gak salah pria bertopeng juga ada disana, kemana dia pergi?" tanya Jasmine.


"Pria bertopeng? perasaan yang antar lo kesini warga sekitar gak ada yang pake topeng." ucap Devan sambil berpikir.


"Masa sih? di dekat danau itu cuman ada kami bertiga, kenapa dia menghilang ya?" tanya Jasmine bingung.


"Em.... mungkin dia ada urusan lain jadi gak bisa jagain lo." ucap Devan.


"Bisa jadi sih." ucap Jasmine.


•kediaman Jasmine's


"Mah? mamah kenapa bengong gitu?" tanya Tania.


"Tau, kaya abis liat hantu aja." ucap Widya.


Ibu Jasmine tak menjawab, dia bergegas pergi ke kamar nya untuk berganti pakaian dan turun kembali ke bawah.


"Mamah kenapa? kali aja kami bisa bantu?" ucap Tania.

__ADS_1


"Kalo begitu ikut mamah ke rumah sakit." ucap ibu Jasmine.


"Loh siapa yang sakit?" tanya Widya.


"Jasmine! Jasmine pingsan." ucap ibu Jasmine lirih.


"Cuman pingsan kok dibawa kerumah sakit?" tanya Widya, ibu Jasmine menatap Widya tajam.


"Em.... yaudah biar aku aja yang nemenin mamah." ucap Tania.


"Yaudah ayo." ucap ibu Jasmine dan berlalu pergi.


•Rumah sakit


Ibu Jasmine dan Tania berjalan cepat menuju ruang inap Jasmine, tadi saat masih dirumah Devan mengabari ibu Jasmine jadi bisa langsung tau nomor ruangan Jasmine.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya ibu Jasmine saat baru masuk.


"Tan duduk dulu, baru nanya." ucap Devan.


Ibu Jasmine duduk di samping kasur Jasmine diikuti Tania.


"Aku baik² aja Bu." ucap Jasmine.


"Bagaimana bisa pingsan?" tanya ibu Jasmine.


"Em..... itu." Jasmine menundukkan kepalanya karna bingung ingin menjawab apa.


"Mah, mending sekarang mamah jangan nanya yang macam² dulu, kondisi Jasmine belum stabil." ucap Tania sambil mengedipkan sebelah mata nya kearah Jasmine.


Jasmine mengerutkan kening nya lalu kemudian mengangguk, sedangkan Devan menganggap bahwa Tania hanya berpura pura baik agar mendapat perhatian nya.


"Baiklah ibu mau cari makan dulu, kamu mau makan apa?" tanya ibu Jasmine.


"Bubur aja, tapi boleh kan?" tanya Jasmine, ibu Jasmine mengangguk dan berlalu pergi.


Tania duduk di sofa ruangan sambil melamun.


"Kayaknya aku harus mundur sekarang, Devan sangat menyayangi Jasmine, kalo aku berebut dengannya sudah jelas aku yang bakal kalah, dan mamah juga mulai sayang sama dia, mungkin aku harus belajar menyayangi nya juga." pikir Tania.


"Kak? kak Tania?" panggil Jasmine.


"Eh? ada apa?" tanya Tania.


"Kakak gak apa² kan? ohya makasih ya buat tadi." ucap Jasmine tulus.


"Iya, bukan masalah besar." ucap Tania sambil tersenyum lembut.


"Aku rasa tak ada yang salah kalo aku lembut kepada nya." pikir Tania.


Jasmine semakin dibuat bingung dengan sikap Tania.


"Apa ini tanda kalo kebahagian ku sudah dekat? pertama ibu mulai lembut, dan kakak juga mulai lembut, aneh tapi nyata!" pikir Jasmine.


"Dia pikir bisa mengelabui ku hanya dengan kelembutan itu? cih!" pikir Devan tersenyum sinis.


:


:

__ADS_1


:


Bersambung.......


__ADS_2