
...🎵Bukan Salah Jodoh🎵...
Ku lihat senyum manismu
Ada cinta yang kurasa
Menyapa hati ini
Tak ingin ku menunggu
Jadikanlah aku oh cinta
Kekasih pilihan dihatimu
Kupercaya
Dirimu satu cintaku
Tuhan tolong aku
Katakan padanya
Aku cinta dia
Bukan salah jodoh
Dia untuk aku
Bukan yang lainnya
Satu yang kurasa
Pasti bukan salah jodoh
Bila cinta tlah bicara
Takkan ragu hati ini
Mendekat kepadamu
Tak ingin kumenunggu
Jadikanlah aku oh cinta
Kekasih pilihan dihatimu
Ku percaya
Dirimu satu cintaku
Tuhan tolong aku
Katakan padanya
Aku cinta dia
Bukan salah jodoh
Dia untuk aku
__ADS_1
Bukan yang lainnya
Satu yang kurasa
Bukan salah jodoh
Cinta
Janganlah cepat berlalu
Disini
Temani hari hariku
Berdua
Jalani kisah bersama
Hanya ada aku, kamu, kita
(Oh tuhan,…
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
~Episode delapan//
Seorang gadis cantik sedang berdiri di balkon kamar miliknya, dia terus menatap ke segala arah menikmati hembusan angin malam yang membuat rambut terurai hitam pekat milik nya beterbangan.
"Andai disaat seperti ini kedua orang tua ku dan saudara² ku duduk mendampingin ku melihat cahaya bulan dan bintang yang menghiasi malam." ucap Jasmine lirih.
dia terus membayangkan kehangatan yang diberikan keluarga kecil nya khusus untuknya, tapi dia sadar semua terasa mustahil akan terjadi.
"Apa yang membuat kalian membenciku? apa yang sudah ku perbuat? apakah kehadiran ku membuat mereka tersiksa?" tanya nya pada diri sendiri.
"Jika mereka tak menginginkan ku, mengapa setiap aku bertanya tentang apa yang ku lakukan sehingga mereka membenci ku mereka hanya diam?" air mata nya kini sudah tak bisa ditahan, setiap air mata yang turun menandakan bahwa dia sudah tak bisa bertahan dengan keadaan seperti ini, ingin rasanya dia berteriak sekencang mungkin untuk meluapkan segala keluh kesahnya.
"Apa mungkin aku hanya anak tiri?" tanya nya dengan tangan mengepal menahan emosi.
"Jika iya maka pilihanku adalah pergi sejauh mungkin, agar mereka tak merasa terbebani dengan adanya kehadiran ku." kini dia semakin kuat mengepalkan tangannya.
"Dan mencari keberadaan orang tua kandung ku." sambung Jasmine lirih.
"Aku harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan ku, dan jika uangku sudah terkumpul aku berjanji akan pergi sejauh mungkin agar kalian merasakan kebahagian tanpa aku." air matanya sudah seperti air sungai yang terus mengalir tanpa henti.
Tok, Tok, Tok
"Kak Jasmine ini aku Alvin." teriak Alvin yang berada didepan pintu kamar Jasmine.
Jasmine berjalan mendekati pintu dengan tangan yang sibuk menghapus air matanya, dia tak mau jika Alvin tahu akan apa yang dialaminya selama ini, Alvin terlalu kecil untuk mengerti urusan keluarga.
Jasmine membuka pintu kamarnya dengan senyum diwajahnya untuk menutupi rasa sakit yang dia rasakan.
"Ada apa Al?" tanya Jasmine lembut.
"Al mau main sama kak Jasmine, bolehkan?" balas Alvin dengan senyum bahagia yang terukir diwajah tampannya.
Ada rasa tak rela jika Jasmine harus pergi meninggalkan Alvin.
"Emang mamah gak marah?" tanya Jasmine lembut dengan tangan yang sibuk mengelus rambut Alvin.
"Enggak, mamah udah tidur tadi." balas Alvin menatap Jasmine penuh harap, Jasmine pun memperbolehkan Alvin dengan syarat tak boleh terlalu berisik agar mamah tak mendengar.
__ADS_1
"Al janji gak bakal berisik." ucapnya sembari memperlihatkan jari kelingkingnya.
"Ya sudah sekarang ayo masuk nanti ada yang liat." ucap Jasmine, Alvin mengangguk dan masuk kedalam kamar Jasmine, dia langsung berlari menuju balkon kamar jasmine.
"Jangan lari Al, nanti jatuh." peringat Jasmine.
"Hehe... maaf ya kak soalnya Al udah lama gak masuk kamar kakak." ucapnya jujur, Jasmine hanya mengangguk dan menyusul Alvin menuju balkon.
Mereka berdua duduk dengan santai menikmati malam yang indah.
"Kak? tadi kakak habis dari balkon juga ya?" tanya Al, Jasmine menatap Al bingung.
"Darimana kamu tau?" tanya Jasmine, Al tak menjawab dia melirik tisu yang tergeletak dilantai.
Jasmine mengikuti pandangan Alvin,
"Ternyata kamu benar² teliti ya." ucap Jasmine tersenyum.
"Kakak abis nangis ya?" tanya Alvin penuh tanya.
Jasmine menggeleng,
"enggak, tisu itu tadi buat ngelap wajah kakak yang belepotan abis makan cemilan." ucap Jasmine mencoba mengelak, karna Al masih kecil dia pun mengangguk dan tak menghiraukan tisu itu.
"Al?" panggil Jasmine, Alvin menoleh dan menatap Jasmine lembut.
"Ada apa kak?" tanya Alvin bingung.
"Kalo misalkan kakak pergi jauh dari kamu, kamu senang gak?" tanya Jasmine dengan tatapan sendu.
"Ya enggak lah, aku sayang banget sama kakak, aku gak mau kakak jauh dari aku." ucap Alvin yakin membuat Jasmine tersenyum.
"Emangnya kakak mau pergi?" tanya balik Alvin.
"E..enggak, kakak cuman nanya aja." ucap Jasmine.
"Kenapa jadi tiba² nanya itu sih kak?" tanya Alvin curiga.
"Yaa pengen tau aja, siapa tau nanti kakak harus pergi jauh dari Alvin." ucap Jasmine mengepalkan tangannya mencoba menahan tangisnya agar tak pecah.
"Kalo pun itu benar² terjadi Al pasti bakal ikut sama kakak, lagian Al pengen banget jauh dari mamah." ucap Alvin jujur.
"Kenapa pengen jauh dari mamah?" tanya Jasmine masih mencoba menahan tangisnya.
"Al gak suka sama mamah yang suka marah² dan hukum kakak." ucap nya polos.
"Itu kan emang salah kakak, mamah gak mungkin marah kalo kakak gak salah." ucap Jasmine mencoba tersenyum.
"Masa sih, tapi kenapa hampir setiap hari mamah marah sama kakak? kan gak mungkin Kakak selalu salah." ucap Alvin membuat Jasmine terdiam.
"Ya mungkin aja kan." jawab Jasmine mengelak, Alvin hanya diam dan tak membahas masalah itu lagi.
Mereka benar² merasakan kehangatan yang selama ini mereka impikan, walau hanya berdua kebahagian yang kini mereka rasakan tak berkurang sama sekali.
:
:
:
Bersambung..........
__ADS_1