Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 27 MINTA MAAF


__ADS_3

...🎡 terlalu cinta 🎡...


Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi


Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu


Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu


Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu


Mengapa semua ini terjadi kepadaku


Tuhan maafkan diri ini


Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya


Namun apalah daya ini


Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta diaэ


Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu


Mengapa semua ini terjadi kepadaku


Tuhan maafkan diri ini


Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya


Namun apalah daya ini


Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia


Mengapa semua ini terjadi kepadaku


Tuhan maafkan diri ini


Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya


Namun apalah daya ini


Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia


πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰


~Episode dua puluh tujuh//


"Jas? boleh ngomong berdua gak?" tanya Tania.


"Ngapain sih? gue gak akan keluar!" balas Devan datar.

__ADS_1


"Yaudah nanti aja." gumam Tania.


"Kak Devan keluar bentar aja ya? aku sekalian pengen ngomong juga sama kak Tania." pinta Jasmine.


"Tapi Jas....!" Devan menatap Jasmine lalu kemudian mengangguk.


"Yaudah tapi kalo terjadi sesuatu bilang sama gue, kalo perlu teriak!" ucap Devan sambil melirik kearah Tania sinis.


"Siap bos." ucap Jasmine sambil memperagakan hormat.


"Dan benar, mereka memang saling mencintai." pikir Tania.


Devan keluar dengan terpaksa,


"Ada apa kak?" tanya Jasmine bingung.


"Kamu duluan aja, tadi kamu bilang pengen bicara!" ucap Tania lembut.


"Eh...? itu cuman pengen bikin kak Devan keluar aja kok." ucap Jasmine terkikik.


"Yaudah, aku cuman pengen minta maaf sama kamu." ucap Tania sambil menundukkan kepala nya.


"Minta maaf? buat apa?" tanya Jasmine bingung.


"Maaf karna selama ini aku jahat sama kamu, maaf karna selalu nuduh bahkan bully kamu, maaf udah rebut kasih sayang mamah, maaf karna pernah berniat rebut Devan, maaf atas segala nya, aku nyesal udah lakuin semua kesalahan itu, aku mohon maafin aku." ucap Tania dengan air mata mengalir di kedua pipi nya.


"Enggak Jas, semua yang aku lakuin itu adalah kesalahan fatal." ucap Tania lirih.


"Kak mau fatal atau gak, mau marah atau gak, kamu tetap kakak aku, jadi biarkan kita melupakan masa lalu pahit itu, dan bersama menciptakan masa depan yang indah." ucap Jasmine sambil memegang kedua tangan Tania.


"Aku gak tau Jas, kenapa aku merasa sangat menyesal, walau kamu udah bilang kalo kamu maafin aku, rasanya aku gak bisa terima maaf kamu dengan cumaΒ², seperti gak adil bagi kamu..., hiks.... hiks." ucap Tania lirih.


Jasmine berpikir sebentar dan kemudian menatap Tania lembut.


"Baiklah, jika kakak mau, ada satu permintaanku, apa kakak bisa bantu?" tanya Jasmine.


"Pasti Jas, apapun itu!" ucap Tania yakin.


"Kak, bantu aku cari tau masa lalu ku, aku tau aku bukan anak ayah, dan itu yang jadi alasan kalian jauhin aku kan?" ucap Jasmine lirih.


Tania diam mematung,


"Jas darimana kamu tau itu?" tanya Tania.


"Kakak yang bantu aku, waktu itu aku udah dari lama penasaran akan masa lalu ku, saat itu kakak pergi kekantor ayah, dan setelah selesai kakak lupa ngunci pintu nya, aku diamΒ² masuk dan mencari data tentang diri aku, saat itu aku ketemu sebuah surat yang berisi tentang diri aku yang ternyata bukan anak ayah melainkan anak ibu dengan suami terdahulu ibu, aku terkejut untuk beberapa saat, namun setelah itu aku bertekad untuk mencari tahu semua dan menemukan ayahku." ucap Jasmine sambil menitikkan air mata nya.


"Jas maafin aku, karna aku kamu jadi harus menerima kenyataan pahit." ucap Tania.


"Gak! aku yang harus nya berterima kasih, berkat kakak aku tau satu kebenaranm" ucap Jasmine sambil Tersenyum lembut.

__ADS_1


"Jas, aku janji bakal bantu kamu cari tau masa lalu dan ayah kamu, sampe semua terbongkar aku baru bisa disebut dimaafkan." ucap Tania penuh tekad.


Jasmine tersenyum dan kemudian mengangguk senang, kedua gadis cantik itu saling berpelukan dan berbagi kehangatan layak nya kedua kakak beradik yang dipenuhi kasih sayang.


"Aku harap waktu bisa berhenti sesaat, aku ingin menikmati kasih sayang seorang kakak." pikir Jasmine.


TibaΒ² pintu terbuka dan menampakkan Devan dan ibu Jasmine yang menatap mereka dengan pandangan khawatir.


"Jas lo kenapa? gak dibully sama dia kan?" tanya Devan sambil menunjuk Tania.


"Kak Devan apaan sih, gak liat kami lagi bahagia? garaΒ² kakak masuk jadi kepotong deh kesenangan nya." ucap Jasmine kesal.


"Ya maaf, habis nya udah lama trus gak ada suara nya lagi, bikin khawatir aja." ucap Devan menunduk.


Ibu Jasmine tersenyum,


"Entah apa yang terjadi, tapi melihat mereka akur rasa nya senang sekali." pikir ibu Jasmine.


"Oiya ini makanan nya, cepat dimakan nanti dingin gak enak lagi." ucap ibu Jasmine.


"Sini biar aku aja yang suapin." ucap Devan dan Tania bersamaan.


"Em... Devan aja deh, aku lupa kalo masih ada kerjaan sekolah, jadi aku pulang duluan ya Jas, besok aku kesini lagi." ucap Tania.


"Kakak kayak pengen aku lama disini aja, hari ini juga aku bisa pulang kok, yakan kak?" ucap Jasmine sambil melirik kearah Devan.


"Siapa bilang, tunggu sampe benarΒ² sembuh dulu." ucap Devan tegas.


"Udah sembuh kok." ucap Jasmine, dengan terpaksa Devan mengangguk.


"Yaudah iya, tapi harus tanya dokter dulu." peringat Devan.


"Kalo gitu aku tunggu Jasmine sampe keluar aja deh, kalo kerjaan sekolah masih bisa nanti malam." ucap Tania kembali duduk.


"Eh jangan kak, kakak pulang aja dulu, kan masih ada kak Devan sama ibu disini, nanti kakak malah kecapean, lagian ini juga udah malam kali kak." tolak Jasmine.


"Yang Jasmine katakan benar, sekarang mending kamu pulang, sekalian bilang sama Widya dan ayah kamu kalo mamah gak bisa pulang cepat." perintah ibu Jasmine.


"Yaudah deh, tapi kalo ada apaΒ² langsung hubungi aku ya, aku juga pengen bantu." ucap Tania sambil mengedipkan sebelah mata nya dan berlalu pergi.


Jasmine tersenyum senang karna akhir nya satu impian nya terkabul, dan tanpa dia sadari dia sudah melupakan kejadian waktu senja dimana Ari terbunuh.


:


:


:


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2