Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 40 MALU


__ADS_3

...🎶 Melukis senja 🎶...


Aku mengerti


Perjalanan hidup yang kini kau lalui


Kuberharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah


Biar kumenemanimu


Membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Aku di sini


Walau letih, coba lagi, jangan berhenti


Kuberharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak indah


Biar kumenemanimu


Membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia, ha-haa...


Ha-haa...


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam

__ADS_1


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️


~Episode empat puluh//


Seorang gadis cantik termenung di balkon kamar sambil menatap langit yang begitu cerah dan indah,


dia adalah Jasmine.


Beberapa hari yang lalu dia sudah diperbolehkan pulang, namun karna kejadian yang membuatnya terkejut dan trauma sampai sekarang tak bisa di lupakan, bahkan berulang kali Jasmine selalu menolak untuk pergi ke sekolah, bukan males Hanya saja dia masih belum siap untuk melihat sekolah lagi.


Bahkan terkadang dia terbangun saat tengah malam, tanpa sebab yang jelas.


"Sampai kapan aku harus kek gini? kenapa aku harus mengalami hal seperti ini? apa karna aku kurang bersyukur makanya di kasih cobaan yang berat." gumam Jasmine.


Langit seperti memberi dukungan kepada Jasmine untuk terus bangkit dan tersenyum, langit cerah yang selalu membawa kebahagiaan bagi setiap manusia, dan langit cerah yang menyaksikan semau aktivitas manusia dengan terus mempertahankan agar tak hujan.


Setiap jam, setiap menit, dan setiap detik adalah hal paling berharga yang harus kita syukuri, apapun itu dan bagaimana pun itu, karna setiap manusia pasti mempunyai masalah, mau besar ataupun kecil, dan terkadang mereka terlalu pintar menutup luka dengan senyuman, sampai lupa bahwa hati tak selamanya kokoh.


Kita saat ini selalu mengeluh, padahal di luar sana banyak yang jauh dibawah kita tapi selalu bersyukur, kadang kita selalu meminta lebih, padahal apa yang di beri adalah suatu hal yang luar biasa di mata orang lain, hargai hal² kecil karna kita tak akan tau seberapa beruntung nya kita di mata orang lain.


Jasmine tersenyum kecut, dia merasa sangat bersalah karna tak pernah bersyukur diberi hal yang amat luar biasa, impian yang selalu setia dalam doa kini mulai terwujud satu persatu.


Satu persatu air mata keluar begitu saja dari mata cantik milik Jasmine, bukan tangisan sedih tapi tangisan bahagia.


Dia benar² bersyukur karna bisa mendapat kan seorang yang dicintai, seorang teman baik, kakak yang perhatian, dan ibu yang mulai perhatian.


Entah itu akan bertahan atau malah akan pergi, Jasmine hanya bisa belajar mengikhlaskan dan tak mudah rapuh.


Tok...Tok...Tok


Tiga ketokan yang mampu membuyarkan lamunan Jasmine, dengan langkah pelan namun pasti Jasmine berjalan membuka pintu kamar nya.


"Gimana? udah baikan?" tanya Devan lembut,


"Udah lumayan, mungkin besok aku udah bisa sekolah." ucap Jasmine.


"Kalo belum siap, jangan di paksa, nanti malah tambah sakit." peringat Devan.


"Siap kak, udah lama juga ga sekolah, bosen!" ucap Jasmine lesu.


"Iya sih, kalo ga ada Lo sekolah serasa ga hidup." ucap Devan.


"Bisa aja." ucap Jasmine memerah.


"Hahaha....." tawa Devan pecah karna berhasil menggoda Jasmine.


"Eh...? tunggu ini jam berapa?" tanya Jasmine.


"10." jawab Devan.


"Wah kak Devan bolos, nanti aku bilangin guru loh." pekik Jasmine.


"Bilang aja, nanti kalo ditanya kenapa, tinggal jawab gak ada penyemangat disekolah." jawab Devan santai.


"Ish jangan gitu dong, ntar ga naik lagi." ucap Jasmine.


"Lah bagus dong, kan jadi ada kemungkinan kita satu kelas." ucap Devan santai.


"Serius kali kak." ucap Jasmine.


"Iya, mau jalan ga? katanya bosen, kali aja bisa lupa kalo jalan²." tawar Devan.


"Kak Devan pengertian deh." ucap Jasmine.


"Yaudah sana ganti baju, gue nunggu dibawah." ucap Devan dan berlalu pergi.


Jasmine bergegas mengganti pakaian nya dengan pakaian yang lebih bagus namun santai.

__ADS_1


Selang bebas menit Jasmine turun menghampiri Devan yang sedang berbincang dengan ibu Jasmine.


"ayo kak! Bu Jasmine mau jalan sama kak Devan, boleh ga?" izin Jasmine.


Sang ibu hanya mengangguk dan pergi kedapur untuk melanjutkan pekerjaan rumah.


****


"Mau kemana sih kak? masih lama ga?" tanya Jasmine.


"Masih lama, soalnya kita mau ke pantai." jawab Devan santai.


"What? kok ga bilang sih, masa ke pantai pake baju gini?" ucap Jasmine.


"Lah emang kenapa kalo baju itu? bagus kok." ucap Devan.


"Ish kak Devan enak bajunya cocok aja ke pantai, lah aku masa gini?" ucap Jasmine.


"Dimana cocok nya coba? pake baju sekolah dibilang cocok?" ucap Devan gemes.


"Hahahaha....." tawa Jasmine tanpa sadar.


****


"Gimana bagus ga?" tanya Devan.


"Bagus banget." jawab Jasmine semangat.


"Yaudah ayo ikut." ucap Devan sambil memegang tangan Jasmine menuju toilet, ~ets jangan suuzon.


"Nih pake, gue kesana dulu." ucap Devan pergi berlawanan arah.


Jasmine menatap paper bag bingung,


"Lah langsung pergi, emang ini apa?" pikir Jasmine.


Jasmine membuka paper bag itu, senyum lembut terukir di wajah cantik Jasmine.


Ya, isi paper bag itu adalah pakaian,


Jasmine berjalan menuju toilet untuk berganti pakaian, setelah selesai berganti dia bergegas menuju ke arah Devan yang sedang duduk di tepi pantai.


Namun tanpa sengaja Jasmine menabrak seseorang,


"Maaf, aku ga sengaja." ucap Jasmine sambil mengulurkan tangannya.


Orang itu tak menjawab dan langsung berlari kearah lain.


Jasmine menatap orang itu bingung, dan kemudian mengangkat bahunya acuh.


"Kak? baju nya bagus." ucap Jasmine sambil duduk.


"Baju apa? Lo siapa?" tanya lelaki yang duduk disamping Jasmine.


"Eh? kok.... bukannya tadi kak Devan." pikir Jasmine.


Jasmine menatap orang yang berada disamping lelaki yang sedang menatapnya bingung.


Devan tertawa lepas melihat kelakuan Jasmine.


"Aduh maaf ya mas, saya salah orang." ucap Jasmine menahan malu.


Jasmine berdiri dan berjalan menuju Devan yang sedang tertawa puas.


"Ish kak Devan ngeselin, bukannya dibilangin kalo salah orang." ucap Jasmine kesal.


"Siapa Jas? cowo Lo ya?" ucap Devan masih dengan tawanya.


"Udah ih, kalo ga aku pulang nih." ucap Jasmine sebal.


"Oke² jangan marah." ucap Devan menahan tawanya.


Jasmine tersenyum malu membayangkan dengan tak tau malunya berbicara dengan orang yang tak dikenal.


:


:

__ADS_1


:


Bersambung......


__ADS_2