
...🎵sang penggoda 🎵...
Kau dulu pernah bilang
Aku ratu di hatimu, sayang
Dan aku ratu di istanamu
Dan dulu pernah kau pun bilang
Takkan pernah tinggalkanku sumpah
Mungkin kau lupa
Dan 'ku pernah jadi yang tersayang
'Ku pernah jadi yang paling kau cinta
Mungkin kau lupa
Dan di saat sang penggoda datang
Kau biarkan dia hancurkan istanaku
Ternyata
Kau lupa aku ratumu
Kini aku pun telah pergi
Telah kurelakan kau bersamanya
Kubiarkan dia merebut semuanya
Oh, ingatkah dulu kau bilang
Takkan pernah tinggalkanku sumpah
Mungkin kau lupa
Dan 'ku pernah jadi yang tersayang
'Ku pernah jadi yang paling kau cinta
Mungkin kau lupa
Dan di saat sang penggoda datang
Kau biarkan dia hancurkan istanaku
Sekarang
Kau lupa aku ratumu
Telah kuberi semua cintaku
Hidup dan matiku
Tapi tak pernah cukup
Dan 'ku pernah jadi yang tersayang
__ADS_1
'Ku pernah jadi yang paling kau cinta
Mungkin kau lupa
Dan di saat sang penggoda datang
Kau biarkan dia hancurkan istanaku
Sekarang
Kau lupa aku ratumu
Kau lupa aku ratumu
🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺
~Episode tujuh belas//
Jasmine berbaring ditempat tidur nya, dia mencoba memejamkan mata nya namun tidak bisa.
"Aakkhh... apa yang sebenarnya terjadi? pertama teror itu, kedua aku tak melihat Alvin sama sekali, biasanya jam segini dia bakal datang buat main, dan ketiga keluarga ku tak ada yang memarahiku lagi?!" ucap Jasmine.
Jasmine terus memikirkan alasan yang cocok untuk semua keanehan yang dialami nya, entah harus senang atau tidak, dia masih belum tahu.
"Apa aku pergi ke kamar Alvin aja ya?" pikir Jasmine.
Jasmine memutuskan untuk pergi ke kamar Alvin,
tok... tok... tok..
"Alvin ini kak Jasmine! kamu dimana?" tanya Jasmine, namun tak ada jawaban sama sekali.
"Alvin? kamu gak ada dikamar ya?" tanya Jasmine, lagi dan lagi tak ada jawaban, Jasmine berjalan menuju ruang keluarga untuk menanyakan keadaan alvin.
"Cih... cari sendiri lah." balas ibu Jasmine.
"Aku udah cari ke kamarnya tapi gak ada jawaban." ucap Jasmine.
"Hahaha.... bodoh! yaiyalah gak ada jawaban orang gak ada dirumah!" ucap Tania, Jasmine mengerutkan kening nya.
"M..maksud kak Tania apa?" tanya Jasmine.
"Alvin itu udah pergi ke London, dia gak mau lama² sama lo, maka nya dia pergi gak bilang²." ucap Widya mengompori.
"G..gak mungkin, kalian pasti bohong." ucap Jasmine tak percaya.
"Diam kamu! saya sudah berusaha menepati janji saya! tapi kamu sendiri yang membuat kesabaran saya abis." teriak Ibu Jasmine.
"J...janji a..apa?" tanya Jasmine.
"Alvin pergi ke London bukan kehendaknya, tapi kehendak kami, lalu dia meminta dua syarat, yang pertama kami gak boleh ngasih tau kamu tentang ini sebelum kamu sendiri yang menanyakan nya, dan yang kedua kami gak boleh nyiksa kamu lagi, tapi setelah dipikir buat apa saya mengikuti perkataan Alvin, toh Alvin juga gak ada disini!" balas ibu Jasmine.
Jasmine berjalan mundur,
"J..jadi ini alasan mengapa mereka gak pernah marahin aku akhir² ini." pikir Jasmine.
Ibu Jasmine bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri Jasmine dengan pandangan benci.
"Kamu tau, saya sudah lama menahan emosi saya, jadi saya ingin kamu memuaskan saya hari ini." ucap ibu Jasmine dengan tatapan tajam.
"A...ampun Bu." ucap Jasmine mencoba untuk pergi dari ruang keluarga, namun tangannya dengan mudah ditahan sang ibu membuat Jasmine tak dapat pergi.
__ADS_1
"Ampun? tidak semudah itu!" balas ibu Jasmine.
Sang ibu menarik rambut Jasmine dengan sekuat tenaga membuat Jasmine meringis kesakitan.
"Aakkhh, s..sakit." pekik Jasmine.
Ini belum seberapa, saya akan membuat kamu merasakan sesuatu yang baru!" ucap ibu Jasmine.
"Kalo aku harus mati saat ini, aku ikhlas!" pikir Jasmine.
Sang ibu menyeret Jasmine ke halaman belakang, saat sampai ibu Jasmine mengambil sebuah rotan dan mengarahkannya keseluruhan tubuh Jasmine hingga terdapat banyak memar ditubuh nya, belum selesai dengan itu ibu Jasmine menyiram Jasmine dengan air panas.
"P...panas Bu!" pekik Jasmine.
"Ooh panas ya? sini biar saya bantu!" ucap ibu Jasmine.
Ibu Jasmine mengambil air dingin dan menuangkannya kearah Jasmine membuat Jasmine kembali menjerit, bagaimana tidak? kita disiram dengan air panas dan setelahnya dengan air dingin? Sungguh diluar dugaan!
Merasa belum cukup sang ibu melangkah mendekati Jasmine dan menyeretnya menuju kolam renang, dengan rasa benci yang menjadi jadi ibu Jasmine mendorong Jasmine hingga masuk ke kolam itu, dia menarik rambut Jasmine dan menenggelamkan nya begitu lah secara berulang ulang.
"Kenapa aku harus mengalami semua ini? mengapa aku gak mati saja? aku ingin mati tanpa merasakan sakit!" pikir Jasmine.
Setelah rasa puas bermain main dengan kolam renang ibu Jasmine menyeret Jasmine kesebuah pohon besar dan mengikatnya disana tepat dibawah sinar matahari.
"Kamu bermain lah dulu disini, nanti saya akan kembali." ucap ibu Jasmine tersenyum licik.
Jasmine berusaha melepaskan diri namun ikatan nya terlalu kuat dan kencang, membuatnya menjadi sulit bergerak karna jika dia semakin bergerak maka rasa sakit akan makin menjadi jadi.
Jasmine menatap nanar kearah depan, kepalanya pusing dan wajahnya pucat, secara perlahan matanya mulai kabur dan hingga, dia tak sadarkan diri!
***
Jasmine membuka matanya perlahan, dia menatap kearah samping.
"Bukankah ini kamarku? seingat ku tadi siang aku di halaman belakang." pikir Jasmine.
Jasmine berusaha berdiri, namun kepala nya kembali merasakan sakit.
"Aakkhh... sakit!" teriak Jasmine.
Tiba² pintu terbuka dan memperlihatkan sang ibu dengan wajah tenang namun tersirat kepanikan.
"Ada apa? apa yang tadi belum puas?" tanya ibu Jasmine.
"K...kepala ku sakit Bu." ucap Jasmine sambil memegang kepala nya.
"Lebay kamu, cuman sakit gitu, saya gak mau uang saya terbuang percuma hanya buat kamu." bentak ibu Jasmine dan berlalu pergi.
"Hiks... hiks.. hiks.... aku ingin mati, aku benci hidup! tak ada yang peduli semua menyiksaku, kumohon bunuh aku siapa pun tolong aku!!" teriak Jasmine frustasi.
"Al kenapa kamu pergi? kau tau setelah kau pergi semua menjadi lebih jahat sama kakak, kakak mohon kembali lah." gumam Jasmine.
"Al mana janji kamu untuk terus bersama dengan kakak, kakak kangen kamu Al. Tapi kakak janji akan menjadi kuat hingga kita bertemu lagi!" ucap Jasmine lirih.
Dia berbaring sambil menatap langit² kamar, rasa sakit di kepala tak membuat nya berhenti memikirkan hari esok, ya dimana dia akan kembali di sakiti.
"Apa segitu benci nya ibu pada ku? hingga saat aku sakit seperti ini saja dia tak peduli?" pikir Jasmine.
:
:
__ADS_1
:
Bersambung......