Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 20 MIMPI


__ADS_3

...🎡 celengan rindu 🎡...


Aku kesal dengan jarak


Yang sering memisahkan kita


Hingga aku hanya bisa


Berbincang dengamu di-Whatsapp


Aku kesal dengan waktu


Yang tak pernah berhenti bergerak


Barang sejenak


Agar aku bisa menikmati tawamu


Inginku berdiri di sebelahmu


Menggenggam erat jari-jarimu


Mendengarkan lagu Sheila on Seven


Seperti waktu itu


Saat kau di sisiku


Dan tunggulah aku di sana


Memecahkan celengan rinduku


Berboncengan denganmu


Mengelilingi kota


Menikmati surya perlahan menghilang


Hingga kejamnya waktu


Menarik paksa kau dari pelukku


Lalu kita kembali menabung rasa rindu


Saling mengirim doa


Sampai nanti sayangku


Jangan matikan HP-mu


Kau tahu aku benci khawatir


Saat kau tak mengabari


Aku tak suka bertanya-tanya


Inginku bakar dia yang sering


Mention-mention-an denganmu di Twitter

__ADS_1


Namun kau selalu menyakinkanku


'Tuk tumbuhkan percaya


Bukan rasa curiga


Dan tunggulah aku di sana


Memecahkan celengan rinduku


Berboncengan denganmu mengelilingi kota


Menikmati surya perlahan menghilang


Hingga kejamnya waktu


Menarik paksa kau dari pelukku


Lalu kita kembali


Menabung rasa rindu saling mengirim doa


Sampai nanti sayangku


Papa rapa -papa rapa paparapa papa


Papa pa raraa -ra-ra


Hingga kita bertemu


🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭


Jasmine berjalan masuk kerumah dengan lesu.


"Sungguh hari yang melelahkan." pikir Jasmine.


Dia memasuki kamar nya dan langsung merebahkan tubuh nya di kasur, tanpa sadar Jasmine tertidur nyenyak.


***


Jasmine menatap sekitar dengan pandangan bingung,


"Seperti tidak asing." pikir Jasmine.


"Hai Jasmine!" sapa seorang lelaki.


"Kamu? bukankah kamu orang yang berada di mimpi ku waktu aku sakit?" tanya Jasmine.


"Hahahaha.... kau mengingat ku." tawa lelaki itu.


"Apa mau mu? kenapa kau selalu muncul?" tanya Jasmine.


Lelaki itu mendekat dan memeluk erat tubuh Jasmine,


"Tak ada yang aku inginkan, aku hanya berharap kau tumbuh besar, membahagiakan ibumu dan menemukan kakakmu." ucap pria itu lirih.


"Menemukan kakak ku? bukankah aku setiap hari selalu bertemu dengan nya dirumah? apa maksud mu?" tanya Jasmine.


"Hehehe... aku tak bisa menjelaskan nya sekarang, ingatlah kau harus tetap hidup dan sabar menjalani kehidupan ini, satu permintaanku temukan kebahagiaan mu!" ucap pria itu.

__ADS_1


"Kebahagian? hahaha.... aku tak akan pernah bahagia semua membenciku, kalo pun ada itu hanya sebentar!" ucap Jasmine.


"Tenanglah kebahagian ada didepan matamu, kau hanya harus terus melangkah tanpa melihat kebelakang, lupakan semua masa lalu buruk mu, jadi lah wanita kuat yang memancarkan kebahagian pada orang lain, tutupi lukamu dengan senyuman buat orang lain tertipu dengan senyuman itu, maka kau akan menemukan kebahagian itu!" ucap lelaki itu dengan senyum diwajahnya.


"Kenapa aku harus tetap hidup? aku ingin mati agar semua masalah hilang." ucap Jasmine lirih.


"Untuk apa kau mati karna hanya untuk lari dari masalah? jika kau mati kau tak akan bisa kembali, suatu saat kau akan menyesal, mati bukan menyelesaikan masalah melainkan menambah masalah, jika kau ingin menyelesaikan nya cukup kau cari tahu inti ceritanya maka kau bisa menyelesaikannya, dan ingat kau tak sendiri banyak di dunia ini yang menanti mu, bangkitlah dan lihat ke depan banyak diantara mereka yang melindungi mu." ucap lelaki itu panjang lebar.


Entah mengapa Jasmine merasa nyaman berada di pelukan lelaki asing yang selalu muncul di mimpi nya itu, ingin rasanya dia tetap berada disitu dan terus memeluk lelaki asing itu.


"Aku merasa tenang dan damai saat memeluk lelaki ini? siapa dia sebenarnya?" pikir Jasmine.


TibaΒ² lelaki itu menghilang seperti debu yang beterbangan.


"Sampai jumpa Jasmine, berbahagia lah!" ucap lelaki itu.


***


Ibu Jasmine terus memperhatikan Jasmine yang sedang tertidur, dia menatap Jasmine bingung.


"Apa yang dia mimpikan?" pikir ibu Jasmine.


Ibu Jasmine semakin bingung saat Jasmine mengingau seperti sedang berbicara dengan seseorang.


"Apakah itu kamu? apa kau menceritakan semuanya? aku selalu berharap kau muncul di mimpi ku tapi kau tak pernah muncul!" gumam ibu Jasmine dengan air mata yang mulai turun.


"Kenapa aku harus tetap hidup? aku ingin mati agar semua masalah hilang." ucap Jasmine lirih, ibu Jasmine menatap Jasmine lirih.


"Maafkan ibu nak, tolong tetap lah bertahan, hanya kamu yang ibu punya." ucap ibu Jasmine dengan air mata mengalir deras.


"Kumohon jika itu kau, buatlah Jasmine tetap kuat hingga kebenarannya terungkap!" pikir ibu Jasmine dan berlalu pergi.


Perlahan Jasmine membuka matanya dengan napas terengah engah.


"Siapa dia? kenapa aku merasa sedih saat dia menghilang?" pikir Jasmine.


TibaΒ² ingatan disekolah kembali singgah membuat Jasmine tersenyum kecut.


-flashback


Jasmine terus berlari mencoba menjauh dari Devan, namun Devan terus mengejar.


"Kayak nya aku harus sembunyi deh." pikir Jasmine.


Jasmine bersembunyi dibalik semakΒ² untuk menghindari pertemuan dengan Devan.


"Gawat, cepat banget dia lari! Jasmine kenapa Lo lari dari gue setidaknya beri gue kesempatan." ucap Devan lirih.


Jasmine menatap Devan sendu,


"Maaf kak, aku belum siap." pikir Jasmine.


-flashback of


:


:


:

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2