
...π΅ celengan rindu π΅...
Aku kesal dengan jarak
Yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa
Berbincang dengamu di-Whatsapp
Aku kesal dengan waktu
Yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak
Agar aku bisa menikmati tawamu
Inginku berdiri di sebelahmu
Menggenggam erat jari-jarimu
Mendengarkan lagu Sheila on Seven
Seperti waktu itu
Saat kau di sisiku
Dan tunggulah aku di sana
Memecahkan celengan rinduku
Berboncengan denganmu
Mengelilingi kota
Menikmati surya perlahan menghilang
Hingga kejamnya waktu
Menarik paksa kau dari pelukku
Lalu kita kembali menabung rasa rindu
Saling mengirim doa
Sampai nanti sayangku
Jangan matikan HP-mu
Kau tahu aku benci khawatir
Saat kau tak mengabari
Aku tak suka bertanya-tanya
Inginku bakar dia yang sering
Mention-mention-an denganmu di Twitter
__ADS_1
Namun kau selalu menyakinkanku
'Tuk tumbuhkan percaya
Bukan rasa curiga
Dan tunggulah aku di sana
Memecahkan celengan rinduku
Berboncengan denganmu mengelilingi kota
Menikmati surya perlahan menghilang
Hingga kejamnya waktu
Menarik paksa kau dari pelukku
Lalu kita kembali
Menabung rasa rindu saling mengirim doa
Sampai nanti sayangku
Papa rapa -papa rapa paparapa papa
Papa pa raraa -ra-ra
Hingga kita bertemu
ππππππππππππππππππ
Jasmine berjalan masuk kerumah dengan lesu.
"Sungguh hari yang melelahkan." pikir Jasmine.
Dia memasuki kamar nya dan langsung merebahkan tubuh nya di kasur, tanpa sadar Jasmine tertidur nyenyak.
***
Jasmine menatap sekitar dengan pandangan bingung,
"Seperti tidak asing." pikir Jasmine.
"Hai Jasmine!" sapa seorang lelaki.
"Kamu? bukankah kamu orang yang berada di mimpi ku waktu aku sakit?" tanya Jasmine.
"Hahahaha.... kau mengingat ku." tawa lelaki itu.
"Apa mau mu? kenapa kau selalu muncul?" tanya Jasmine.
Lelaki itu mendekat dan memeluk erat tubuh Jasmine,
"Tak ada yang aku inginkan, aku hanya berharap kau tumbuh besar, membahagiakan ibumu dan menemukan kakakmu." ucap pria itu lirih.
"Menemukan kakak ku? bukankah aku setiap hari selalu bertemu dengan nya dirumah? apa maksud mu?" tanya Jasmine.
"Hehehe... aku tak bisa menjelaskan nya sekarang, ingatlah kau harus tetap hidup dan sabar menjalani kehidupan ini, satu permintaanku temukan kebahagiaan mu!" ucap pria itu.
__ADS_1
"Kebahagian? hahaha.... aku tak akan pernah bahagia semua membenciku, kalo pun ada itu hanya sebentar!" ucap Jasmine.
"Tenanglah kebahagian ada didepan matamu, kau hanya harus terus melangkah tanpa melihat kebelakang, lupakan semua masa lalu buruk mu, jadi lah wanita kuat yang memancarkan kebahagian pada orang lain, tutupi lukamu dengan senyuman buat orang lain tertipu dengan senyuman itu, maka kau akan menemukan kebahagian itu!" ucap lelaki itu dengan senyum diwajahnya.
"Kenapa aku harus tetap hidup? aku ingin mati agar semua masalah hilang." ucap Jasmine lirih.
"Untuk apa kau mati karna hanya untuk lari dari masalah? jika kau mati kau tak akan bisa kembali, suatu saat kau akan menyesal, mati bukan menyelesaikan masalah melainkan menambah masalah, jika kau ingin menyelesaikan nya cukup kau cari tahu inti ceritanya maka kau bisa menyelesaikannya, dan ingat kau tak sendiri banyak di dunia ini yang menanti mu, bangkitlah dan lihat ke depan banyak diantara mereka yang melindungi mu." ucap lelaki itu panjang lebar.
Entah mengapa Jasmine merasa nyaman berada di pelukan lelaki asing yang selalu muncul di mimpi nya itu, ingin rasanya dia tetap berada disitu dan terus memeluk lelaki asing itu.
"Aku merasa tenang dan damai saat memeluk lelaki ini? siapa dia sebenarnya?" pikir Jasmine.
TibaΒ² lelaki itu menghilang seperti debu yang beterbangan.
"Sampai jumpa Jasmine, berbahagia lah!" ucap lelaki itu.
***
Ibu Jasmine terus memperhatikan Jasmine yang sedang tertidur, dia menatap Jasmine bingung.
"Apa yang dia mimpikan?" pikir ibu Jasmine.
Ibu Jasmine semakin bingung saat Jasmine mengingau seperti sedang berbicara dengan seseorang.
"Apakah itu kamu? apa kau menceritakan semuanya? aku selalu berharap kau muncul di mimpi ku tapi kau tak pernah muncul!" gumam ibu Jasmine dengan air mata yang mulai turun.
"Kenapa aku harus tetap hidup? aku ingin mati agar semua masalah hilang." ucap Jasmine lirih, ibu Jasmine menatap Jasmine lirih.
"Maafkan ibu nak, tolong tetap lah bertahan, hanya kamu yang ibu punya." ucap ibu Jasmine dengan air mata mengalir deras.
"Kumohon jika itu kau, buatlah Jasmine tetap kuat hingga kebenarannya terungkap!" pikir ibu Jasmine dan berlalu pergi.
Perlahan Jasmine membuka matanya dengan napas terengah engah.
"Siapa dia? kenapa aku merasa sedih saat dia menghilang?" pikir Jasmine.
TibaΒ² ingatan disekolah kembali singgah membuat Jasmine tersenyum kecut.
-flashback
Jasmine terus berlari mencoba menjauh dari Devan, namun Devan terus mengejar.
"Kayak nya aku harus sembunyi deh." pikir Jasmine.
Jasmine bersembunyi dibalik semakΒ² untuk menghindari pertemuan dengan Devan.
"Gawat, cepat banget dia lari! Jasmine kenapa Lo lari dari gue setidaknya beri gue kesempatan." ucap Devan lirih.
Jasmine menatap Devan sendu,
"Maaf kak, aku belum siap." pikir Jasmine.
-flashback of
:
:
:
__ADS_1
Bersambung......