
...🎵 cantik 🎵...
Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu
Oo cantik
Bukan 'ku ingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja 'kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Cantik
Bukan 'ku ingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja 'kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Ingin 'ku berjalan menyusuri cinta
Cinta yang abadi untukmu selamanya
Heei heyayaya heya yaya heya
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja 'kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
__ADS_1
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja 'kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Heya yaya heya
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
🐮🐮🐮🦌🦌🐮🐮🐮🐮🐮🐮🐮🐮🐮🐮🐮🐮🐮
~Episode dua puluh empat//
Jasmine berjalan menuju taman, tadi saat dia pergi ke kelas, kelas masih kosong jadi Jasmine memutuskan pergi ke taman, Jasmine mendudukkan pantat nya dibawah pohon besar.
"Huh~ kapan ya aku bahagia? perasaan semakin hari masalah terus bertambah!" gumam Jasmine.
"Kalo aja aku bisa memilih antara hidup susah namun gak ada masalah, atau hidup enak tapi penuh masalah, mungkin aku bakal pilih yang pertama." ucap Jasmine.
"Jangan sedih kalo punya masalah, tapi kamu harus bahagia, masalah itulah yang akan mendewasakan mu dan ingatlah dibalik masalah ada hikmah yang tersembunyi." ucap Ari dari balik pohon.
Jasmine menoleh kebelakang,
"Sebelum Lo datang juga udah disini." balas Ari sambil tersenyum.
"Kamu kemana aja sih selama ini? aku nyariin dikelas gak ada yang tau kamu kemana, lah sekarang tiba² nongol." ucap Jasmine kesal.
"Hehehe... maaf, aku pulang kampung kemarin, dan buru² pergi jadi gak sempat ngasih tau kamu." ucap Ari sambil mendekat kearah Jasmine.
"Kenapa buru²? terus hp kamu juga gak aktif." ucap Jasmine.
"Kalo masalah ini aku gak bisa kasih tau, tapi masalah hp, semalam hp aku ketinggalan di kos kosan." jelas Ari.
"Makanya kamu itu harusnya lebih teliti, biarpun buru² tetap harus teliti jangan ceroboh." ucap Jasmine tegas.
"Iya² maaf, gini aja gimana kalo aku ajak kamu jalan?sebagai permintaan maaf." ucap Ari.
"Kemana?" tanya Jasmine.
"Ada deh, pokoknya kamu pasti suka!" ucap Ari sambil tersenyum misterius.
"Ish ngeselin, tapi yaudah nanti aku bilang dulu sama ibu." ucap Jasmine.
"Ohya jam berapa?" tanya Jasmine.
"Jam 5 sore aja, soal nya aku pengen liat matahari terbenam sama kamu kali aja ini yang terakhir." ucap Ari sambil tersenyum lembut.
"Ngomong apasih? tapi bukan nya matahari terbenam itu masih lama?" tanya Jasmine.
"Iya, tapi perjalanan kesana juga lama sekitar satu jam." balas Ari.
"Oke." ucap Jasmine sambil menunjukan ibu jari nya.
#Skip istirahat
__ADS_1
"Kak Devan?" teriak Jasmine.
"Jasmine? ada apa?" tanya Devan.
"Kita bareng ke kantin yuk." ucap Jasmine.
"Ayo! tumben banget lo yang ngajakin" ucap Devan curiga.
"Apasih kak, gak ngajak salah, ngajak salah juga?" ucap Jasmine dengan satu alis terangkat.
"Ooh, lo makan apa? biar gue pesan." ucap Devan.
"Sama in aja." ucap Jasmine, Devan hanya mengangguk dan berlalu pergi.
"Apa aku kasih tau ya? kalo aku bakal jalan sama Ari?" pikir Jasmine.
"Nanti kalo gak dikasih tau pasti marah, tapi kalo dikasih tau pasti ngelarang." pikir Jasmine.
"Udah deh kasih tau aja, siapa tau bisa berguna, kalo dia ngelarang tinggal lawan." pikir Jasmine.
"Mikirin apa sih? serius amat." ucap Devan sambil membawa nampan berisi dua bakso dan dua es jeruk.
"Enggak kok." ucap Jasmine, mereka berdua makan dengan tenang tanpa pembicaraan.
Setelah selesai makan Jasmine memberanikan diri memulai percakapan.
"Kak, tadi aku ketemu sama Ari, terus dia ajakin aku jalan, boleh gak aku pergi bareng dia?" tanya Jasmine.
"Ngapain sih jalan, kaya gak pernah jalan aja, kalo kamu mau jalan biar aku aja yang ajak kamu, kemana pun kamu mau!" ucap Devan tegas.
"Ish kan aku juga mau jalan sama Ari, masa sama kakak terus kan beda, sekali aja!" tawar Jasmine.
"Kok maksa? emang mau kemana?" tanya Devan curiga.
"Kata nya dia mau ajak aku ketempat paling bagus buat liat matahari terbenam!" ucap Jasmine antusias.
"Cuman liat matahari terbenam? kenapa harus ketempat paling bagus sih? kan bisa diatas gedung?" bantah Devan.
"Ish kakak kok jahat sih? sekali ini aja, ya?" ucap Jasmine cemberut.
"Yaudah iya, tapi lo harus janji kalo terjadi sesuatu langsung bilang sama gue." ucap Devan pasrah.
"Oke janji." ucap Jasmine tersenyum bahagia.
"Segitu bahagianya dia, saat Ari yang ajak jalan." pikir Devan.
•Skip pukul 17:00
"Jasmine! itu teman kamu udah nungguin cepat turun." teriak ibu Jasmine.
"Iya Bu." jawab Jasmine.
"Ayo!" ucap Jasmine.
Mereka berdua berpamitan dan berlalu pergi, dijalan tak ada satupun percakapan hingga mereka sampai disebuah danau besar dan indah namun tak ada satupun pengunjung disana.
"Kok disini sepi? padahal pemandangan nya bagus." ucap Jasmine.
"Karna belum ada yang tau, kamu ingat kan perjalanan kesini itu ngeri, jadi banyak dari mereka gak berani kesini." ucap Ari, Jasmine hanya mengangguk mengerti.
Di tempat lain Devan duduk dimeja belajar milik nya sambil memegang kedua surat misterius yang dikirim untuk Jasmine.
"Aku harus bisa membongkar teka teki surat ini." pikir Devan.
Devan mencari sesuatu dihp miliknya,dan menemukan keyboard hp jadul diaplikasi putih dengan huruf G dibagian tengahnya.
"Ini dia jawabannya, 2 \= a, 777 \=r, 444 \=i, jadi..." Devan membulatkan matanya terkejut.
__ADS_1
"ARI!!" pekik Devan.
Bersambung......