Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 42 TEMAN


__ADS_3

...🎶 Diam-Diam Suka 🎶...


Kau adalah incaran hatiku


Ku slalu memperhatikanmu


Tak henti menjadi teman berbagi


Semoga kau rasa apa yang kurasa


Dibalik senyumku ada cinta untukmu


Dibalik matamu ada hati yang menunggu


Aku diam diam suka kamu


Ku coba mendekat


Ku coba mendekati hatimu


Aku diam diam suka kamu


Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu


Kau adalah incaran hatiku


Ku slalu memperhatikanmu


Tak henti menjadi teman berbagi


Semoga kau rasa apa yang kurasa


Dibalik senyumku ada cinta untukmu


Dibalik matamu ada hati yang menunggu


Aku diam diam suka kamu


Ku coba mendekat


Ku coba mendekati hatimu


Aku diam diam suka kamu


Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu


Aku diam diam suka kamu


Ku coba mendekat


Ku coba mendekati hatimu


Aku diam diam suka kamu


Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu


Aku diam diam suka kamu

__ADS_1


Ku coba mendekat


Ku coba mendekati hatimu


Aku diam diam suka kamu


Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu


🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳


~Episode empat puluh dua//


Seperti biasa setelah pulang sekolah Jasmine pergi ke tempat kerja, sudah beberapa hari ini dia bekerja part time dan mulai dekat dengan Kevin, walau hanya sekedar teman kerja, namun Jasmine seperti merasakan cinta seorang kakak di diri Kevin, begitupula dengan Kevin.


"Jas Lo beresin yang didalam ya? gue lagi sibuk, nanti gue tolong kok." ucap Kevin sibuk dengan uang.


"Iya kak, kalo masih sibuk ga usah bantu, nanti malah bikin kesalahan lagi." ucap Jasmine sambil berjalan menuju ruang karyawan.


Kevin hanya tersenyum dan kembali dengan kesibukan nya.


Jasmine menatap produk² yang masih berada di dalam kardus, dan berinsiatif memindahkan barang² itu ke tempat yang lebih bagus, agar tak berantakan.


Dengan gerakan pelan Jasmine mengangkat satu kardus berisi minuman, dan memindahkan nya ke tempat yang lain, hingga semua kardus itu tersusun rapi.


Jasmine tersenyum bangga melihat hasil kerja keras nya, dengan langkah senang Jasmine berjalan menuju kasir dimana Kevin sedang melayani seorang wanita.


"Duh gimana sih mas nya, kok gini aja ga bisa, mending ga usah kerja." bentak wanita itu.


"Maaf mba, saya kelupaan, sekali lagi maaf ya?" mohon Kevin.


"Ada apa ya mba?" tanya Jasmine heran.


Jasmine tersenyum dan mengambil kembali barang yang wanita itu beli.


"Maaf mba, tapi teman saya ga sengaja, biar saya hitung ulang." ucap Jasmine lembut.


Wanita itu hanya diam, dan menatap Kevin dengan tatapan marah.


Jasmine sudah biasa akan hal ini, masalah kecil sekalipun akan menjadi besar jika kita tak hati², apalagi jika orang itu tak terima dengan kesalahan itu.


"Nih mba harga nya 15.000 ribu." ucap Jasmine sambil menyerahkan belanjaan wanita yang lebih tua darinya.


"Yaudah makasih ya mba, kalo gitu saya permisi, lain kali hati², biar ga salah lagi, ini biar mas nya ga ngulangin hal yang sama makanya saya marah, kalo gitu maaf ya mas." ucap wanita itu lembut.


Kevin hanya tersenyum, menandakan dia baik² saja.


"Huh~ cape banget, gini terus tiap hari, pasti ada aja yang bikin mood rusak." keluh Kevin.


"Namanya juga kerja kak, kalo ga salah ya mana bisa belajar, kadang kesalahan bisa kita jadikan sebuah pelajaran." ucap Jasmine.


"Iya sih, tapi kadang pengen gitu marah, padahal cuma masalah kecil doang, masa sampe marah kek tadi." ucap Kevin kesal.


"Kan tadi mba nya udah jelasin kenapa dia marah, lagian itu juga bisa jadi motivasi kok." ucap Jasmine.


"Bingung gue, bisa² nya Lo sabar, padahal gue pengen meledak." gumam Kevin.


Jasmine hanya menggeleng menanggapi ucapan Kevin.

__ADS_1


***


"Kak aku duluan ya? mau kerja nanti di marahin kalo telat." pamit Jasmine.


"Lo ga cape apa? kerja part time gitu?" tanya Kevin.


"Cape sih cape, tapi mau gimana lagi, udah takdir." ucap Jasmine cengengesan.


"Emang orang tua Lo ga ngasih duit? masa anak cewe di suruh kerja padahal masih muda." ucap Kevin.


"Ngasih kok, cuman pengen mandiri aja, kasian mereka nyari duit, jadi pengen gitu belajar, jadi kalo udah besar ga canggung lagi kalo kerja." elak Jasmine.


"Ooh? yaudah hati² dijalan, sorry ga bisa anterin Lo, soalnya gue lembur." ucap Kevin.


"Iya, tenang aja kak, semangat lembur ya?" ucap Jasmine sambil tersenyum manis.


Kevin mengangguk, dia merasa sangat beruntung bertemu dengan Jasmine, selain cantik dia juga ramah, dan mudah berteman, andai bisa mungkin dia ingin sekali Jasmine menjadi adik nya.


Tanpa Jasmine sadari air mata Kevin lolos begitu saja, setiap menatap Jasmine dia selalu teringat akan masa lalu nya.


Sedih memang, hal yang sudah lama terjadi, hal yang paling di hindari, kenangan yang sudah terkubur dalam, mulai teringat satu persatu.


Bukan menyalahkan Jasmine, hanya saja rasanya dia benar² tak siap mengingat kembali kejadian itu.


"Kak? kok ngelamun sih?" ucap Jasmine sambil melambaikan tangan nya.


"Ah,, sorry Jas, Lo juga semangat kerja ya? kalo cape jangan dipaksa buat kerja lagi, langsung pulang, minta izin sama bos nya, kalo bos nya ga ada, Lo minta izin sama karyawan aja, jangan lupa makan, minum air putih dibanyakin, hati² dijalan, kalo ada mobil langsung ke pinggir, kalo nyebrang liat² jangan asal nyelonong, ngerti kan?" ucap Kevin panjang lebar.


"Kakak lagi ceramah ya? bisa² nya khawatir gitu sama aku, jangan² kakak suka lagi sama aku." goda Jasmine.


"Ya kali gue suka sama Lo, mimpi aja sana." ucap Kevin dan berlalu pergi menuju ruang karyawan.


***


Jasmine berjalan masuk di sebuah kafe dan langsung menuju ruang ganti.


"Hai Jas, tumben telat biasanya paling cepat." ucap Salsa, dia adalah teman baru Jasmine, mereka juga seumur.


"Iya tadi dijalan ga nemu ojek, yaudah deh jalan kaki." ucap Jasmine, Salsa juga tau kalo Jasmine sebelum kerja di kafe sudah kerja di minimarket.


"Oo, wajar sih Lo kan orangnya rajin, kalo gue gitu, ga bakal kesini pasti langsung pulang." ucap Salsa.


"Ya mau ga mau, kerja ya harus rajin kan." ucap Jasmine.


"Kalian jangan bicara saja, cepat bantu yang lain." ucap senior.


Kedua gadis cantik itu pun berjalan menuju dapur untuk membantu yang lain mempersiapkan makanan.


****


Jasmine merasa sangat bersyukur karna bisa bekerja di dua tempat yang berbeda namun dihari yang sama, selain bisa mendapat uang, dia juga bisa mempunyai teman baru dan menambah wawasan.


:


:


:

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2