
...π΅ Tuhan jagakan dia π΅...
Hanya dirimu yang kucinta
Takkan membuat aku jatuh cinta lagi
Aku merasa
Kau yang terbaik untuk diriku
Walau 'ku tau kau tak sempurna
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya
'Ku 'kan tetap setia kepadamu
Tuhan jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku
Walau 'ku tau kau tak sempurna
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya
'Ku 'kan tetap setia kepadamu
Ho-o-o
Tuhan jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku
Tuhan jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
__ADS_1
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku
Tuhan jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku
π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦
~Episode dua puluh lima//
"Wah... bentar lagi matahari nya tenggelam, yuk duduk disana." ucap Jasmine sambil menunjuk kearah bangku, Ari mengangguk gugup.
"Duduk dulu aja aku mau ambil sesuatu." ucap Ari dan berlalu pergi.
Jasmine tak curiga sama sekali, jadi dia menuju bangku dengan senyum bahagia diwajah nya.
"Walau sama kak Devan lebih asik, tapi ini seperti pertama dan terakhir kali nya aku jalan sama Ari, aneh!" pikir Jasmine.
"Jasmine!" ucap Ari tegas, Jasmine mendongak dengan senyum diwajah nya, namun sedetik kemudian wajah nya berubah menjadi kaget dan panik.
"K..kamu ngapain bawa pistol? apa ada penjahat?" tanya Jasmine takut.
"K...kamu jangan bercanda deh, matahari nya udah mau tenggelam tuh." ucap Jasmine mencoba mencairkan suasana.
"Aku serius Jas, dalang dibalik teror yang kamu alami itu adalah perbuatan ku, bahkan aku berniat membunuh mu." ucap Ari tegas.
"K...kamu kenapa sih? aku gak lagi ulang tahun loh." ucap Jasmine mencoba mengelak pikiran kotor nya.
"Kamu ingat kan waktu pertama kamu di teror? aku ada disana, yang kedua juga ada, dan yang ketiga topi tengkorak, ini kan yang kamu lihat?" ucap Ari sambil mengeluarkan topi berlogo tengkorak.
"G..gak mungkin! Ari yang ku kenal bukan seperti itu, siapa kamu sebenar nya." ucap Jasmine berjalan mundur.
"Jangan puraΒ² bodoh Jas, aku tau kamu gak sebodoh itu, aku adalah Ari yang sebenar nya." ucap Ari sambil melangkah maju.
"J..jangan mendekat! aku mohon jelaskan kenapa kamu mau membunuhku?" ucap Jasmine gugup.
"Penjelasan nya cukup simpel karna kesepakatan." ucap Ari sambil menundukkan kepala nya.
"Kesepakatan? maksud kamu dalang sebenar nya bukan kamu?" tanya Jasmine.
"Iya, dalang sebenar nya nya masih berada jauh di atas lindungan orang yang ingin membunuh mu, dan kau tidak akan mempercayai bahwa dia adalah orang yang berniat membunuhmu." jelas Ari.
"Aku gak tau kamu seperti ini, aku sudah menganggap kamu sebagai teman aku, tapi ternyata kamu malah ingin membunuhku." ucap Jasmine sambil menitikkan air mata nya.
"Satu pelajaran yang kau dapat, jangan mudah percaya pada orang yang baru kau kenal, karna kau belum tau bagaimana dia sebenar nya." ucap Ari lirih.
"Ari aku mohon jangan bunuh aku! aku tau kamu gak sejahat itu untuk mencelakai seseorang." ucap Jasmine sendu.
"Ya, kau memang benar, tapi disaat orang yang aku sayang hilang dari dunia ini aku akan menjadi gila dan bisa melakukan sesuatu diluar akal sehat, jadi jangan heran jika aku bisa membunuh seseorang yang tidak bersalah." ucap Ari sambil menatap Jasmine lirih.
__ADS_1
"Dan aku gak akan bisa menyakiti orang yang aku sayang untuk kedua kali nya, jadi untuk saat ini akulah yang harus mati! karna kalo aku hidup gak ada gunanya, bahkan untuk menjaga dua orang yang aku sayang terasa sangat sulit." ucap Ari sambil menitikkan air mata nya.
Ari mengarahkan pistolnya kearah dirinya sendiri.
"Ari!! komohon berpikir lah, jangan ceroboh, bukankah kita kesini untuk melihat matahari terbenam?" ucap Jasmine lirih.
"Kau benar! aku harus melihat nya sebelum mati." ucap Ari.
"Ari kumohon lepas pistol itu! bukankah kamu ingin menjaga ku? aku bersedia untuk menjadi adik mu, kau bisa menjaga ku dengan leluasa." ucap Jasmine terisak.
"Kalo pun aku hidup, apa yang bisa aku lakukan? ga ada Jas, lagipula kau masih memiliki Devan jadi aku bisa tenang meninggalkan dunia ini." ucap Ari.
"1....2.....3..."
Dor.....!!!
Jasmine membelalakan mata nya terkejut dengan badan gemetar ketakutan,
"G...gak mungkin! Ari!!" teriak Jasmine berlari menuju kearah Ari.
"S....siapa kamu, kenapa kamu menembak Ari?" teriak Jasmine.
"J....Jasmine cepat pergi! dia bukan sainganmu, aku gak apaΒ² tinggalkan saja aku disini." ucap Ari.
"Gak, dia udah nembak kamu, aku harus balas dia." ucap Jasmine sambil memegang pistol milik Ari dengan gemetar.
"Jas aku ingin menjaga mu, tapi aku gagal, jadi ini permintaan terakhirku pergi! lindungilah dirimu demi aku! aku mohon!" ucap Ari.
TibaΒ² dari arah belakang seseorang berjubah yang menyebut dirinya penyelamat itu mencoba menghampiri si pria misterius itu, namun pria itu ikut berlari dan akhirnya mereka saling mengejar.
"Ari! aku mohon jelaskan semuanya!" ucap Jasmine.
"J..jas aku gak bisa jelasin lebih banyak, aku hanya ingin kau terus berhati hati, karna dia masih punya banyak bawahan yang akan mencoba membunuh mu, dan lagi aku bahagia aku mati dengan tenang, aku bisa menyusul ibu ku." ucap Ari lirih.
"I..ibu?" ucap Jasmine gugup.
"Ya, bukankah tadi aku sudah bilang kalo aku pulang kampung? itu karna ibu aku menginggal jas, dan semua itu perbuatan dari dia, aku berniat membunuhmu juga karna ancaman, dia bilang dia gak akan membunuh ibuku asal kan aku bisa membunuhmu, tapi tak kusangka ternyata dia mengingkari janji nya, dan membunuh ibu ku dengan sadis, aku mengajak mu kesini Karna ingin memberi tahukan semuanya dan mengakhiri hidupku Dangan tenang, tak ku sangka dia mengikuti kita, hosh.... hosh.. hosh." ucap Ari mulai kehilangan kesadaran nya.
"Jasmine aku mencintaimu, bertahanlah! aku yakin Devan bisa menjagamu sekarang, jadi jangan sakiti dia, dia adalah orang paling tulus yang menyayangi mu, a...aku.... m...mohon." ucap Ari bersamaan dengan mata nya yang menutup.
"Ari!! kumohon bertahanlah, jangan tinggalkan aku, aku menyayangimu sebagai seorang kakak, komohon!" ucap Jasmine terisak.
"Ari lihat lah mataharinya terbenam, sangat indah bukan? ayo buka mata kamu, kamu pasti senang ayo lihatlah!" ucap Jasmine dengan air mata mengalir deras.
"A...Ari bukankah kamu sudah janji akan menunggu sampai aku lulus? sekarang jelaskan kenapa kamu mengingkari nya?" ucap Jasmine frustasi.
"Hosh...., hosh...., hosh....., Jasmine sadarlah dia sudah tidak ada! lebih baik kita kembali ke kota disini terlalu bahaya!" ucap pria berjubah itu tegas.
"Gak! aku mau menemani Ari liat matahari, nanti dia marah kalo aku pergi." ucap Jasmine.
"Jasmine!! jangan bodoh! kau justru akan membuat dia merasa bersalah! tidakkah kau berpikir untuk menguburkan mayat nya dengan layak?" bentak pria berjubah.
"Ini semua salah ku kan? aku yang buat Ari mati? a...aku...." ucapan Jasmine terpotong karna kesadaran nya mulai menghilang.
:
:
:
__ADS_1
Bersambung.......