Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 7 TEMAN BARU


__ADS_3

...🎡 Menepi 🎡...


Kau yang pernah singgah di sini


Dan cerita yang dulu kau ingatkan kembali


Tak mampu aku 'tuk mengenang lagi


Biarlah kenangan kita pupus di hati


Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi


Mengenang dirimu di awal dulu


'Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu


Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?


Yang harus 'ku pendam dalam mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya


Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi


Mengenang dirimu di awal dulu


'Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu


Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?


Yang harus 'ku pendam dalam mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya


Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?


Yang harus 'ku pendam dalam mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya


Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Tersadar dan sedikit menepi


Tersadar dan sedikit menepi


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


~Episode tujuh//


#Istirahat


Jasmine masih duduk di bangku nya, dia tak pergi ke kantin karna tak diberi uang jajan, sebenarnya dia bisa saja jajan menggunakan uang tabungan nya namun dia ingin menggunakan uang itu jika sudah mendesak.


Jasmine mengerutkan dahinya saat dia menatap sebuah pesan dari orang yang tak dikenal.


0876********:

__ADS_1


Temui gue saat pulang sekolah, di dekat gudang.


^^^Jasmine Alexander:^^^


^^^Siapa kamu?^^^


0876********:


Kalo Lo pengen kenal gue, temui saja pulang nanti, jangan ajak siapapun!.


Jasmine menundukkan kepalanya sambil mencoba memahami maksud dia, siapa pun pasti akan menolak jika sudah berhubungan dengan taman belakang sekolah yang terkenal angker dan selalu menjadi tempat para anak nakal bersembunyi, saat masih fokus memikirkan apa yang akan terjadi padanya jika datang kesana, seseorang menepuk bahu Jasmine membuat Jasmine refleks teriak.


"Kyaa...., ampun aku pasti datang!!" ucap Jasmine tanpa menoleh kearah orang yang menepuknya.


Devan mengerutkan keningnya bingung dengan Jasmine yang berteriak seperti seseorang yang sedang dikejar hantu.


"Jas Lo kenapa?" tanya Devan khawatir.


Jasmine menoleh dan langsung bernapas lega saat mengetahui siapa yang menepuk pundak nya.


"Enggak kok." balas Jasmine.


"Masa sih, terus kenapa Lo teriak kaya lagi dikejar hantu?" tanya Devan.


"Em... itu gak kok, aku cuman refleks soalnya semalam habis nonton film serem." balas Jasmine mencoba mengelak.


Devan tak percaya dengan apa yang diucapkan Jasmine tapi dia memilih untuk tak membahas masalah itu.


"Nih gue beliin makanan buat Lo." ucap Devan sambil meletakkan makanan yang dia beli di kantin tadi.


"Eh? buat aku?" tanya Jasmine.


Devan hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Jasmine.


"Gak usah kak aku bisa beli kok." ucap Jasmine lagi.


"Entah perasaan apa yang sekarang aku rasakan, tapi kenapa aku berharap dia akan terus seperti ini? dan takut kehilangan dia?" tanya Jasmine dalam hati.


"Yaudah Lo abisin aja gue pengen ke kelas dulu." ucap Devan lalu pergi.


"Aku harap kamu lah yang selama ini aku cari, kebahagiaan yang selalu ingin aku gapai dan rasakan." ucap Jasmine tersenyum miris.


#Skip pulang sekolah


Jasmine lagi dan lagi diam ditempat nya menunggu semua orang untuk keluar, setelah semua keluar Jasmine berjalan menuju taman belakang sekolah.


"Kenapa aku merasa takut? apa aku balik aja ya? tapi kalo dia marah terus bunuh aku gimana?" tanya Jasmine pada dirinya sendiri.


"Tak ada pilihan, apapun yang terjadi aku harus pasrah." ucap Jasmine meyakinkan diri.


#Taman belakang sekolah


Jasmine melihat kesegala arah untuk mencari orang yang mengirim pesan kepadanya, namun sesuatu yang tak pernah ingin dia lihat terjadi didepan matanya.


"A...a...p.....a....!" ucap Jasmine terbata ketika melihat dua orang berlawan jenis sedang melakukan ciuman yang sangat panas.


Kedua orang itu menoleh kearah Jasmine yang sedang menatap mereka tegang, sang perempuan sudah gemetar saat melihat ada orang lain yang melihat kejadian ini.


"M...maaf." ucap wanita itu.


"Ah aku yang harusnya minta maaf sama kamu karna udah ganggu kalian." ucap Jasmine sambil berjalan mundur, namun saat akan berbalik tangan besar dan kuat mencengkram nya dengan kuat.


"Mau kemana Lo?" tanya orang yang menahan tangan Jasmine.


"Anu aku mau pulang." ucap Jasmine gugup.

__ADS_1


"Lo udah ganggu gue sama dia." ucap cowo itu sambil mengedipkan sebelah matanya kepada wanita yang gemetar itu, lalu wanita itu pergi.


"L..lalu k..kamu m..mau a..apa?" tanya Jasmine gugup, bagaimana tidak lelaki itu berjalan maju mendekat sedangkan Jasmine mencoba menghindarinya dengan berjalan mundur.


"Lo tanya gue mau apa?" tanya cowo itu, Jasmine mengangguk.


"Karna udah nanya maka gue bakal jawab, gue mau Lo gantiin wanita yang tadi!!" ucap cowo itu tersenyum licik.


"A...APA!!" teriak Jasmine kaget sekaligus Takut.


"Apa tak bisa Lo kecilkam suara Lo?" tanya cowo itu dingin.


"A..apa yang sebenarnya kamu mau?" tanya Jasmine gemetar.


"Bukankah sudah gue jawab." balas cowo itu mesum.


"Ampun!! jangan ganggu aku, aku bakal lakuin apapun asal jangan kamu rebut harta berharga aku." ucap Jasmine menunduk.


"Kalo gue nolak?" tanya cowo itu tersenyum samar.


Jasmine tak menjawab air matanya sudah turun dengan deras karena dia takut sangat takut.


cowo itu tersenyum lalu memegang dagunya dan mengangkatnya perlahan agar Jasmine bisa melihatnya.


"Tenanglah gue gak bakal lakukan apapun." ucap cowo itu, tangannya sudah bergerak untuk menghapus air mata Jasmine yang masih terus mengalir.


"Apa Lo tau siapa yang ngirim pesan kepada lo?" tanya cowo itu, Jasmine menggeleng.


"Itu gue, gue nyuruh Lo kesini karna ada yang pengen gue omongin, tapi sebelum itu berhenti menangis." ucap cowo itu.


Jasmine berhenti menangis lalu menatap cowo itu bingung.


"Mau ngomongin apa?" tanya Jasmine.


"Sebenarnya gue suka sama Lo dari awal Lo masuk sekolah, gue tau banyak yang benci sama Lo tapi entah apa yang terjadi gue malah tertarik sama Lo, dan saat itu gue berusaha buat ngomong tentang perasaan gue tapi selalu tak ada waktu." ucap cowo itu tulus.


"M..maksud kamu, kamu suka sama aku?" tanya Jasmine.


"Iya." balas cowo itu tersenyum manis.


"Tapi.." belum selesai Jasmine berbicara cowo itu memotong ucapannya.


"Gue tau Lo bakal nolak karna gue suka main cewe seperti yang Lo liat tadi, tapi gue benarΒ² cinta sama Lo jas bahkan gue rela berhenti berbuat buruk seperti sekarang." ucap cowo itu lirih.


"Ya dan tidak." ucap Jasmine.


"Aku memang akan nolak tapi bukan karna itu tapi karna aku pengen fokus belajar dan tak memikirkan tentang pacaran atau apalah itu." ucap Jasmine jujur.


"Benarkah? kalo begitu gue masih ada kesempatan saat Lo nanti lulus kan." tanya cowo itu girang.


"Mungkin." balas Jasmine.


"Oiya nama gue Ari." ucap Ari memperkenalkan diri.


"Gue bisa kan jadi teman Lo?" tanya Ari.


"Jasmine." ucap Jasmine lalu mengangguk.


"Mulai sekarang kita teman ya." ucap Ari membuat jasmine tersenyum hangat, jujur dia tak pernah mempunyai teman satu orang pun dan saat ini Ari dengan senangnya dia menyebutnya sebagai teman.


:


:


:

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2