
...πΆ Ibu πΆ...
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Penuh darah penuh nanah
Seperti udara
Kasih yang engkau berikan
Tak mampu 'ku membalas
Ibu
Ibu
Ingin kudekap
Dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur
Bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa
Baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas
Ibu
Ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Penuh darah penuh nanah
Seperti udara
Kasih yang engkau berikan
Tak mampu 'ku membalas
Ibu
__ADS_1
Ibu
ππππππππππππππππππ
~Episode lima puluh satu
Selesai pemakaman Jasmine dan Devan tak langsung pulang melainkan pergi ke rumah ibu salsa, kematian salsa masih menjadi misteri. Pihak kepolisian masih mencari bukti yang kuat.
"Assalamualaikum Bu." ucap Jasmine.
Pintu terbuka menampakkan ibu salsa dengan penampilan acak, dan mata yang sembab.
"Waalaikumsalam, ayo masuk." ajak beliau dengan nada sendu.
Jasmine dan Devan duduk di lantai karna sofa itu masih dipenuhi darah, ibu salsa pergi ke dapur dan menyiapkan teh hangat dan cemilan seadanya.
"Mari dimakan, maaf cuma ada itu." ucap ibu salsa dengan suara yang lirih.
"Bu? apa ibu udah buka kado yang disiapkan salsa?" tanya Jasmine lembut.
"Kado itu ya? belum saya buka. Saya takut ga kuat, saya sangat kehilangan dia." ucap ibu salsa menitikkan air mata nya.
"Baiklah saya mengerti perasaan ibu, ibu yang tabah ya. Saya yakin salsa sekarang bahagia berada di surga." ucap Jasmine sambil memeluk tubuh wanita paruh baya itu.
Devan hanya diam memperhatikan, dia tau bagaimana sakitnya ditinggalkan orang yang paling disayang, apalagi dia baru saja mengalami nya. Hancur rasanya, sepertinya tak sanggup untuk kembali berdiri, rapuh benarΒ² rapuh.
"Dulu salsa adalah gadis yang baik, tapi karna keadaan ekonomi kami yang seperti ini dia dijauhi oleh temanΒ², bahkan dia selalu dituduh berbagai macan kasus yang tak pernah dia lakukan." ucap ibu salsa lirih.
"Dari tuduhan yang mengatakan bahwa di sering maling uang temannya dan bahkan guru, saya benarΒ² tidak pernah percaya, saya tau salsa tak akan pernah melakukan hal sekeji itu, walaupun dia miskin dia tak akan berperilaku buruk." imbuh ibu salsa.
"Bu kadang kita emang harus diberi cobaan, agar tau bagaimana rasa pahit dan manisnya dunia, dan saya rasa dia pergi dengan hati yang senang dan bahagia." ucap Jasmine.
"Dan saya mengetahui semua saat saya tak sengaja menemui dia ingin bunuh diri dengan menusukkan pisau, saat syok dan langsung memeluknya saat itu, dia menangis sejadi jadinya di pelukan saya, dan menceritakan semua yang dia derita di sekolah, saya sempat menyuruh nya untuk pindah sekolah, namun dia menolak dan mengatakan dia akan baikΒ² saja." sambung ibu salsa dengan air mata mengalir deras.
Jasmine tak bisa menahan air matanya, dia semakin erat memeluk tubuh yang sudah tua itu, dia dapet merasakan semua, sakit dan pedih nya penderita salsa waktu itu, dan sekarang dia sadar bahwa penderita orang lain itu berbeda beda dan mungkin lebih menyakitkan.
Dia mendapat keluarga yang utuh dan ekonomi yang bagus, namun hubungan nya dan keluarga nya dulu sangat buruk, dan bahkan dia tak pernah dianggap ada, sedangkan salsa hanya memiliki seorang ibu dan hidup seadanya, namun dia sangat disayanginya oleh ibunya, dan menderita karna diasingkan oleh temanΒ² nya.
Tanpa Jasmine sadari Devan menitikkan air matanya, dia sungguh terharu bagaimana tangguh nya seorang yang bernama salsa, bisa bertahan sampai sekarang dengan kehidupan yang sangat amat menyakitkan, sedangkan dia hanya karna kehilangan orang yang disayang dia hampir mengakhiri hidupnya.
Hari ini mereka berdua mendapat pelajaran baru, dan betapa pentingnya bersyukur, bahkan jika bisa setiap menit bahkan detik tak lupa untuk terus bersyukur.
*****
Jasmine dan Devan berpamitan untuk pulang karna hari yang sudah mulai gelap, saat akan memasuki mobil tanpa sengaja Devan melihat seseorang yang seperti sedang mengintip, dengan pakaian yang berwarna hitam.
"Poster tubuh itu... seperti pernah melihatnya." pikir Devan.
Dia berniat menghampiri orang itu namun suara Jasmine membuatnya menghentikan langkah dan berbalik menghadap Jasmine.
"Ada apa?" tanya Devan heran.
"Loh, kan harusnya aku yang nanya. Kakak kenapa sih? daritadi melamun, ga mau pulang?" tanya Jasmine dengan pandangan curiga.
"Tadi itu a... loh kok gada." ucap Devan mencari orang yang sedang bersembunyi itu.
"Siapa sih? gada orang gitu." ucap Jasmine bertambah bingung.
__ADS_1
"Ah.. iya mungkin aku hanya kecapean aja, yuk pulang." ajak Devan.
"Mungkin benar aku hanya kecapean, mana mungkin seseorang mengintip, apalagi sudah hampir gelap begini." pikir Devan, jujur dia masih sangat penasaran namun sebisa mungkin menyangkal pikiran negatif yang terlintas di pikiran nya.
Jasmine hanya menggeleng dan masuk ke mobil meninggalkan Devan yang sedang menggeleng tak jelas.
"Aneh, apa sih yang sebenarnya dia liat." pikir Jasmine.
****
"Jasmine tolong aku, tolong..." pekik seorang gadis yang sangat dia kenal, ya dia salsa.
"Salsa kamu kenapa? ayo kemari." ucap Jasmine.
"Jasmine ini permintaan terakhir ku, jaga diri kamu baikΒ² jangan biarkan orang lain bersedih dan JANGAN BIARKAN ORANG LAIN MENYAKITI MU." ucap salsa menekan kata terakhir.
"Apa maksud kamu? ayo kemari lah, ibu kamu pasti senang kalo kamu kembali." ucap Jasmine lirih.
"Sadar lah, aku sudah pergi dan tak akan pernah kembali. Pergi dari sini sekarang, bangun cepat bangun sekarang juga." teriak salsa dengan tampang khawatir.
"Engga, kita pergi bersama ya? ayo kesini." ucap Jasmine sambil terduduk dengan air mata mengalir.
"Bangun sialan, Lo ga boleh liat sekarang." teriak salsa di iringi dengan seseorang yang sedang berlari kearahnya dengan sebuah pisau.
"Salsa!! awas dibelakang." teriak Jasmine.
"Jangan bodoh, gue bukan salsa. Salsa udah ga ada, sekarang bangun sialan." teriak salsa sambil terisak.
Jasmine terpaku dengan ucapan salsa yang terkesan kasar, dia bingung apa yang di maksud salsa, kenapa dia harus bangun? bukankah sekarang dia memang sudah bangun?
"Jasmine, belum waktunya kamu melihat ini." ucap seorang pria, ya dia pria yang dulu pernah ada di mimpi Jasmine.
"Apa? mungkinkah aku sekarang sedang bermimpi? mengapa ini begitu nyata?" pikir Jasmine.
Pria itu tersenyum dan pandangan Jasmine perlahan menghilang.
****
"Jasmine!! Lo ga sekolah?? ayo buruan gila Lo mau telat, ini udah jam berapa woii!!" teriak Tania dengan heboh nya.
Jasmine repleks duduk saat mendengar teriakkan Tania yang memecahkan telinga.
"Lo kok ngos-ngosan? mimpi apa Lo semalam?" tanya Tania dengan tampang curiga.
"Ah.. engga kok, cuman kaget aja dengar suara kakak." elak Jasmine.
"Yaudah buruan mandi, ini udah jam 10." jawab Tania asal.
"APAAA??!!" Jasmine bergegas mandi tanpa berpikir panjang.
"Gila, yakali jam 10 gue ga sekolah. Entah bodoh atau emang polos." ucap Tania dan berlalu pergi.
:
:
:
__ADS_1
Bersambung.....