Alas Kaki

Alas Kaki
Episode 1 Tahun Baru


__ADS_3

"Re...apa kau sudah meminum obat anti muntahnya?" ucap Ibu Rosita dari ruang tengah pada anak perempuannya yang sedang berdandan di kamarnya, dengan wajah yang cemberut Renata keluar dari kamar dan menjawab


"Iya...sudah, aku juga sudah tempel koyok hangat di pusar ku".Dengan mengangkat bajunya memperlihatkan bukti pada Ibunya, karena ini adalah liburan sekolah dan juga natal serta Tahun baru. Rutinitas keluarga Richo adalah pulang kampung, Renata yang berusia 14 Tahun pada saat itu memiliki sedikit mabok darat sehingga Re panggilan Renata harus memastikan bahwa dia sanggup melewati 9 jam perjalanan dengan bus bahwa Re akan baik-baik saja.


Selama perjalanan pulang kampung Renata akan duduk dekat dengan jendala bus. Agar Re mendapat angin dan selalu mencium wangi minyak telon. Re hanya akan makan buah-buahan selama perjalanan, bila Kakak laki-lakinya Richo bisa makan apapun maka Re hanya akan menatapnya. Sampai di kampung Re pasti akan turun dalam keadaan berantakan, dengan rambut seperti singa karena terkibas kencang angin selama perjalanan, wajah pucat kekurangan air, bibir kering, Re begitu menderita selama pulang kampung, namun Re masih bahagia, Re selalu semangat dalam perjalanan sampai tibanya di kampung.


Di kampung Nenek Re pasti sudah menyiapkan makanan kesukaan keluarga Re untuk menyambut mereka, dengan sayur rebusan hasil panen dari ladang Nenek dan sambal terasi serta ikan asin. Makanan sederhana itu adalah makanan favorit keluarga Richo, Namun hal yang jauh bahagia adalah Keluarga dapat bertemu dengan Nenek dan sepupu mereka Artia, dalam keadaan sehat dan bahagia menghabiskan natal serta menyambut Tahun baru bersama.


Tanggal 22 Desember 2008. Suatu pagi cerah di hari Senin, pada malam hari nanti akan ada acara Natal gereja, Renata dan Artia begitu semangat untuk malam natal nanti, pagi yang cerah setelah mereka selesai dengan semua aktivitas pagi maka Ibu Rosita akan mencari kutu Artia dan Artia akan mencari kutu Renata, mereka duduk di teras rumah,


" Re ini surat untuk mu dari bang Tison " ucap Petrus

__ADS_1


mendengar hal tersebut sontak saja ibu Rosita geram dan langsung mengambil surat dari tangan petrus dan segera membacanya, karena terkejut Petrus hanya berlari saja kembali pulang.


" Kepada Renata


            Renata aku Tison ada yang mau kukatakan samamu nanti malam jam 8 aku tunggu di bawah pohon Rambutan Nenek Yusni.


Demikian surat itu tertulis dibacakan lantang oleh ibu Rosita, dengan mata tajam Ibu Rosita memandang Re, otomatis kepala Re menggeleng "aku tidak akan menemuinya" ucap Re


" Kenapa kau tidak datang?. Aku menunggumu kemaren malam itu ." ucap Tison bertanya tentang suratnya.


" Katakan di sini saja, Abang mau bilang apa ? " jawab Re.

__ADS_1


" Manabisa di sini," balas Tison.


" Ya udah tidak usah." ucap re ketus dan berlalu ke arah temannya.


Tison ingin meraihnya namun Richo Abang Renata datang meraih tangan Renata untuk mengajaknya pulang.


31 Desember 2008 Rabu malam pergantian Tahun baru , Maka dari gereja para muda-mudi akan berkeliling desa untuk bernyanyi sembari menghabiskan malam terakhir tahun itu, Namun Re melewatkan malam itu karena Re berjanji menemani sepupunya Artia untuk berkunjung ke tempat Ibunya. Artia dibesarkan oleh neneknya sedari bayi, karena Ayah dan Ibunya memutuskan bercerai sehingga Artia dibesarkan oleh Neneknya,


Saat tiba di rumah ibunya, Re dan Artia hanya di sambut oleh saudara yang lain, karena ternyata Ibu Artia belum sampai ke kampung, kemungkinan sampai sekitar jam 23.00 nanti malam, jadi Re dan Artia memutuskan menunggu di rumah tersebut , Re menunggu di ruang tengah sembari menonton Tv sedangkan Artia menghabiskan waktu dengan saudara tiri dan saudara dari Ayah tirinya yang lain , Renata tertidur karena bosan menunggu, Re tertidur di ruang tengah,Renata terbangun karena suara petasan mulai terdengar meriah dari luar rumah, saat terbangun Re terkejut karena ternyata Re tertidur berbantalkan lengan Pitra, Saudara sepupu jauh dari Ayah Tirinya Artia, dan juga Pitra dalam keadaan tertidur memeluk Renata, sontak saja Renata terkejut dan bergeser menjauh dari keadaan tersebut.


Re mencoba melihat sekelilingnya, Re melihat bahwa Artia sudah bertemu dengan Ibu dan Ayah tirinya, serta di luar rumah banyak orang sudah merayakan Tahun baru karena memang pada saat itu sudah Pukul 00.09 Wib.

__ADS_1


Renata hanya terdiam, kebingungan dam melihat dengan tajam Pitra yang masih bisa tertidur walau di luar begitu berisik, dalam hati Re mengumpat Anak laki-laki itu, beraninya dia . Kecam Re.


__ADS_2