
Renata tiba dengan berantakan, lagi dan lagi karena mabuk darat yang Renata derita, Mereka menjumpai rumah dalam keadaan tertutup, lampu depan juga mati, Apakah bapak tidak di rumah ? benaknya, Renata dalam keadaan begitu mual dan pengap, kepalanya juga sakit.
" heek... Bau apa ini ?" tanya Richo sesaat setelah Mama membuka pintu rumah mereka,
Renata yang sudah mual dan sakit bereaksi segera ingin muntah karena bau yang dia cium, Renata segera berlari menuju Toilet karena mulutnya sudah penuh dengan muntahan,
" Oala... Bapak tidur dimana, kelihatannya tidak pernah pulang " Ucap Rich,
Karena melihat kondisi dapur yang berantakan, ada nasi yang sudah basi dan berbau, makanan di meja sudah berulat dan banyak lalat berterbangan.
" Mulutmu.. Tidur dimana? memang Bapakmu nggak mau bersih-bersih " Ucap Ibu Rosita dengan memukul kepala anaknya geram dengan perkataannya, yang hanya dibalas anggukan oleh Rich
Mereka bertiga menghabiskan malam dengan tenang, dan benar saja malam itu Pak Sao tidak pulang, walaupun sudah untuk yang kesekian kalinya Ibu Rosita menelpon Pak Sao, Handphone Pak Sao tidak kunjung mendapat jawaban.
__ADS_1
Pagi harinya Richo sudah kembali ke tempat kerjanya dengan tawa bahagia, Ibu Rosita mulai membuka warung dan Renata membantu Mama dengan membersihkan Rumah, membuatkan sarapan Dll. yang semestinya bagaimana anak perempuan lakukan.
Pak Sao kembali siang hari dengan wajah yang suram kembali ke rumah, tidak tau darimana dan apa yang dia lakukan, melihat Bapaknya kembali dengan keadaan demikian Renata memutuskan untuk masuk ke kamar, karena Mama dan Bapaknya butuh waktu berdua sepertinya.
Di dalam kamar Renata sedang begitu berbunga-bunga karena sedang SMS-an dengan kekasihnya Pitra, senyum tidak kunjung hilang dari wajahnya.
" Siapa wanita berengsek itu ?" Jerit Ibu Rosita dari ruang tengah
Yang terang saja membuat Renata terkejut di kamar, suara jeritan Mamanya belum lagi " Wanita berengsek " apa maksudnya ?, Ada apa dengan Bapak dan Ibunya, Renata memutuskan untuk keluar kamar setelah berperang dengan rasa takutnya, namun yang dia temui adalah bahwa Bapaknya sedang menyeret Mamanya dengan menarik rambutnya menuju dapur.
" Bapak... Hentikan " Ucap Re dengan suara gemetar ketakutan
" Kau masuk kamarmu " ucap Bapaknya
__ADS_1
Renata mendekat, memeluk Ibunya yang menangis sedih terkulai lemas di lantai dapur, Re menatap Bapaknya dengan penuh airmata di wajahnya,
" Hentikan " Ucap Re dengan suara semakin lirih memohon kepada Bapaknya
Bapak pergi meninggalkan mereka dengan hentakan geram suaranya, melempar gagang sapu di tangannya yang di gunakan untuk memukul ibunya, Pergi menghilang bersamaan dengan suara motornya yang terdengar semakin jauh.
Malam menghampiri Renata dengan dingin walau hawa tidak dingin, setelah kejadian sore tadi Ibu Rosita hanya bertindak seperti tidak terjadi apapun, tetap berdagang dan banyak bercanda dengan tetangga-tetangganya, Renata di kamar, terdiam airmatanya tidak berhenti menetes, Renata mengingat jelas walau Bapaknya memiliki watak yang keras namun Renata tidak pernah menerima bahkan satukalipun cubitan oleh Bapaknya.
Renata mengingat jelas bahwa Bapaknya sangat menyanyangi mereka, entah apa yang terjadi pada Bapaknya,
semenjak Tahun lalu, sikapnya berubah, begitu dingin, tidak lagi hangat, lebih banyak marah hanya karena hal sepele dan mulai bersikap kasar.
__ADS_1