Alas Kaki

Alas Kaki
Episode 14 Semakin Gila


__ADS_3

    Satu minggu setelah malam tersebut Ibu Rosita menerima kabar dari Kampung bahwa Nenek dirawat di Rumah Sakit, sehingga Ibu Rosita dan Pak Sao memutuskan untuk pulang Kampung untuk melihat Nenek.


    Pak Sao dan Ibu Rosita memutuskan Renata dan Rich untuk tinggal saja di Rumah, untuk mempersingkat perjalanan pulang kampung daripada menaiki bus,  Ibu Rosita dan Pak Sao memutuskan untuk mengendarai motor saja ke Kampung.


    Selama Tujuh hari lamanya Pak Sao dan Ibu Rosita menginap di Kampung sampai memastikan bahwa Nenek dalam keadaan baik-baik saja. Bersyukur ada Artia yang selalu siap sedia dalam merawat Nenek hingga benar-benar pulih.


    Pak Sao dan Ibu Rosita mengendarai motor dalam perjalanan pulang kembali ke kota, Pak Sao mengendarai motor begitu cepat, sehingga membuat Ibu Rosita merasa tidak nyaman, di tengah perjalanan mereka menepi untuk beristirahat sebentar.


" Jangan terlalu kencang bawa motornya" Ucap Ibu Rosita


" Hati-hati, kalau kita kecelakaan bagaimana ?" tanya Ibu Rosita


Pak Sao tidak mendengar Ibu Rosita dengan baik, Pak Sao sibuk dengan Handphonenya.


" Ohhh.... kenapa ? wanitamu merindukanmu sekarang ?" Ucap Ibu Rosita.


Yang dibalas tatapan sinis oleh Pak Sao


" Selama Tujuh hari tidak bertemu membuatmu tidak bisa nyaman sekarang, sampai harus seperti orang gila mengendarai motor " sindir Ibu Rosita


    Pak Sao semakin gerah dengan semua celoteh Ibu Rosita, Pak Sao memutuskan pergi meninggalkan Ibu Rosita dengan kejam dan dingin, dan tanpa sepatah katapun, Pak Sao pergi menghilang bersama dengan suara motornya, meninggalkan Ibu Rosita di pinggir jalan yang sepi dengan satu tas penuh dan dua helm serta rasa kecewa dan rasa pedih mendalam.


" Dia bahkan tidak memakai Helmnya " Ucap Ibu Rosita, sadar dengan kenyataan bahwa Dia di tinggal untuk seorang wanita lain dalam hidup suaminya.


    Dalam keadaan gelap dan dingin, Ibu Rosita terdiam di sebuah warung bambu kecil yang masih tertutup, merenungi nasibnya, suaminya pergi berlalu dengan tanpa keraguan meninggalkan dirinya. Wanita lain menjadi prioritas suaminya.


" Apa aku kabur saja meninggalkan mereka ?" tanya Ibu Rosita untuk dirinya sendiri


    Air mata mengalir lembut di pipi Ibu Rosita, hawa semakin dingin menelusuk ke tulangnya, tangisnya tidak terbendung lagi, Apa yang harus dia lakukan ? Apa Suaminya sangat tidak ingin bersamanya lagi ? sehingga suaminya tega meninggalkannya di pinggir jalan begitu.


    Ibu Rosita menangis dengan pilu. meremas dadanya karena rasa sakit yang luar biasa, menggigit bibir bawahnya, menangis tertunduk, terisak-isak di pinggir jalan yang sepi dan gelap.


Pukul 06.00 WIB Pak Sao tiba di Rumah.


" Mama mana ? " tanya Renata yang membukakan pintu untuk Bapaknya saat tiba


" Masih di kampung, masih mau tinggal lebih lama kata Mama " ucap Pak Sao berbohong


" ohhhh.... Nenek Bagaimana? sudah baikan ? " tanya Renata


" Iya sudah membaik, Nenek baik-baik saja, Jangan Khawatir " Jelas Pak Sao


Renata mengangguk mengerti, dan meninggalkan Bapaknya ke dapur.

__ADS_1


" Bagaimana ujianmu ? " tanya Pak Sao pada Renata yang memang sedang ujian untuk kelulusan SMP


" Lancar " Sahut Renata dari dapur


Pak Sao pergi mandi, dan segera pergi kembali


" Bapak pergi ya " ucapnya terburu-buru


" Bapak mau kemana pagi-pagi begini ?" tanya Renata merasa aneh


" Ada kerjaan " Ucap Pak Sao


" Ehh... Iya " angguk Renata canggung.


    Richo bangun dan bertanya hal sama tentang keberadaan Mama mereka, Renata masih belum mengerti dengan sikap Bapaknya, setelah menempuh perjalanan cukup jauh dengan motor tanpa tidur, Bapaknya bergegas pergi ke tempat lain.


Satu hari berlalu, Pukul 02.00 WIB, seseorang mengetuk pintu di subuh hari yang dingin. Renata terbangun bergerak untuk membuka Pintu.


" Siapa ?" Tanya Re


" Mama ini " Ucap Ibu Rosita


Re segera membukan pintu


" Bapak Mana ? " tanya Ibu Rosita


Renata kembali masuk ke kamarnya untuk menyambung tidur.


Ibu Rosita duduk dengan lemas di Kursi yang ada di ruang tengah, membuang nafasnya dengan kasar, memandang kosong ke luar rumah yang masih gelap dan dingin seperti hatinya.


Pukul 04.00 WIB, Pak Sao kembali pulang, Ibu Rosita masih duduk di tempat yang sama, Pak Sao memarkirkan motornya di luar, mengetuk pintu.


" Re... bukakan pintu Bapak Mu itu " perintah Ibu Rosita pada Renata yang masih tertidur di kamarnya


yang tentu saja Renata tidak dengar


Ibu Rosita menggedor pintu Renata


" Re ... bukakan Pintu untuk Bapak mu itu " Ucap Mamanya dengan nada Marah, yang sontak membuat Re bingung dari bangunnya. Kenapa tidak Mama yang buka ? benak Re menurut membukakan pintu rumah.


Pak Sao masuk, melihat ada tas dan Helm di depan pintu, mengangkat alisnya paham bahwa Ibu Rosita sudah di Rumah.


Dari belakang Ibu Rosita datang dengan seember air dingin, menyiramnya kepada Pak Sao di depan Renata.

__ADS_1


Menyadari bahwa akan terjadi kembali perang di Rumah, Renata menyiapkan diri dan mengunci pintu rumah.


" BINATANG" Ucap Ibu Rosita dengan penuh kemarahan, terlihat jelas matanya penuh dengan kebencian, dadanya bernafas dengan kembang kempis, Ibu Rosita mengatupkan giginya menatap lantang Suaminya


Pak Sao terkejut heran menatap Ibu Rosita, Ibu Rosita sebelumnya tidak punya keberanian untuk menyerang Pak Sao lebih dahulu, bagaimanapun marahnya dia.


" PERGI DARI SINI, BAWA SEMUA PAKAIAN MU" Ucap Ibu Rosita dengan mengeluarkan semua pakaian Pak Sao dari lemari


Rich bangun dari tidurnya, menyusul ke luar, mendekati Renata melihat apa yang sedang terjadi


" Kalian tahu Bapak kalian ini, ditinggalkannya aku di jalan, pergi dia lari kencang, sudah tak tahan ingin bertemu wanita ****** sana, gemetaran karena sangat merindu " Ucap Ibu Rosita penuh dengan rasa benci dan jijik dari mulutnya


Renata terkejut mendengar hal tersebut, karena yang dia tahu bukan itu alasan Mamanya pulang terlambat.


Pak Sao tidak melakukan pembelaan, diam dan mengganti bajunya yang basah


" He... Heiii, mau kemana kau ?" tanya Ibu Rosita dengan tatapan kebencian


" Nggak... nggak ada tempatmu di Rumah ini, Pergi kau... Pergi jauh... sana pergi dengan simpananmu " Teriak Ibu Rosita


" Benar itu pak ? Bapak ninggalin Mama di jalan ?" Tanya Rich


Pak Sao hanya terdiam, menyadari bahwa mungkin memang Dia berbuat hal yang tidak pantas.


" Kenapa diam ? Malu ? di depan anak-anak Mu ? "tanya Ibu Rosita


" Aku masih bersedih melihat Mamaku yang baru saja pulang dari rumah sakit, setega itu kau meninggalkan ku di jalan" jelas Ibu Rosita kembali


" Binatang memang " sambungnya


" Bapak jawab kami" Pinta Rich


" Iya !" Ucap Pak Sao


" lagipula kalian nggak bisa ikut campur dia istriku, mau Bapak tinggalkan, Bapak bawa, itu urusan Bapak " sambungnya dengan sombong


Ibu Rosita tertawa kencang kehabisan kata akan ucapan suaminya


" Udah gila memang " ucap Ibu Rosita


Pak Sao kembali memutuskan pergi dari Rumah membawa beberapa pakaiannya.


Renata menghibur Mamanya, Rich masih tidak percaya dengan kenyataan sikap Bapaknya semakin aneh dan gila.

__ADS_1


 


 


__ADS_2