Alas Kaki

Alas Kaki
Episode 4 Badai I Keluarga


__ADS_3

Keluarga Pak Sao sampai di rumah sekitar pukul 18.00 WIB setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam dari kampung halaman mereka, sesaat setelah tiba di Rumah yang mereka lakukan adalah mandi dan merapikan Tas bawaan mereka.


" Haaah Lelahnya " desah Re


        Membuka tasnya dan melihat Diary yang Pitra berikan ada di dalam,


" Apa yang harus aku tulis di sini " ucapnya, dan menyusun Diary itu di Rak buku kamarnya


Tok...tok...tok...


Terdengar ketukan dari pintu kamarnya


" iya masuk " jerit Re


" Ayok makan " ucap Rich abangnya saat kepalanya sudah menengadah masuk melalui pintu yang hanya di buka sedikit oleh Rich


Lelah dengan aktivitas mereka dalam sehari ini Ibu Rosita hanya memutuskan untuk memasak Mie Instan saja untuk makan malam mereka


" Jadi lusa abang sudah balik ke asrama ya " tanya Re pada Abangnya Richo yang memang bersekolah di Sekolah SMK Khatolik yang mengharuskan siswanya untuk tinggal di Asrama


" Iya "  bales Rich


" Rajin belajar jangan buat masalah terus " ucap Pak Sao pada Rich


" Sudah sudah makan dulu, besok kita lanjut kalau mau memberi nasehat pada Rich " potong Ibu Rosita yang sudah melihat ketegangan di wajah Rich, dan mereka menyelesaikan makan malam dalam senyap


****


    " Bapak harap kau dapat menyelesaikan semester ini dengan baik, Bapak minta tolong sekali untuk tidak membuat masalah, sekarang kau sudah duduk di bangku kelas 2, sebentar lagi ujian naik kelas 3 untuk kelulusan, sebentar saja, sikap nakalmu itu tahan sebentar saja untuk lulus, setelah itu kau boleh pilih jalan hidup mu " Nasehat Pak Sao untuk anak lelakinya dalam perjalanan menghantarkan anaknya kembali ke Asrama.


" Iya " ucap Rich tenang dan memandang jauh ke luar melalui jendela mobil


Mobil berhenti di depan sebuah gerbang besar yang tinggi dan dengan dinding yang tinggi juga mengelilingi Asrama tersebut.


" Rajin belajar ya nak, jangan terlalu memilih makanan yang disajikan, makan saja,ikuti semua perintah guru dan suster ya, rajin ibadah, dan jangan sakit ya " ucap Ibu Rosita sembari memeluk anaknya tersebut.


" Iya Ma " ucap Rich membalas pelukan mamanya


" yo semangat yo " Re mengepalkan tinjunya pada Abangnya


dan Pak Sao hanya membelai 2 kali kepala Anaknya tersebut dan Rich melangkah masuk melalui Gerbang tinggi tersebut


Malam tiba membawa hening dalam keluarga Re, setelah menghantarkan Rich, Mama dan Re kambali pulang namun Pak Sao pergi menemui teman-temanya, Re menghabiskan sore hari dengan mamanya dalam hening hingga malam tiba, hingga perut Re keroncongan Re mencari Mamanya yang sedari sampai hanya tertidur di kamar, mendekati kamar Mamanya Re mendengar suara isak tangis dalam sebuah doa, Re mendapati Mamanya menangis sambil berdoa, membawa nama Richo, Renata dan Pak Sao kedalam doa, Mamanya menangis seduh dalam doa,Re terdiam mendengar hal tersebut, lalu berlalu pergi ke kamarnya.


****


    " Hai Re gimana liburan mu ?" tanya Yuni teman baik Re di sekolah


" ini masih hari pertama sekolah dan kau hanya penasaran sama liburan ku " jawab Re


" issss aku loh nggak punya kampung nggak bisa liburan , aku di sini saja terus dari aku lahir hingga sekarang, jadi aku penasaran kampung mu bagaimana ? cerita kenapa ? iya " celoteh Yuni


Yuni teman sekelas Re dari SD hingga saat ini SMP mereka selalu bersama, anak yang cukup ceria dan banyak bicara, menambah hari Re penuh dengan kebahagiaan.


" Apa" jerit Yuni setelah mendengar kisah Re yang kali ini berbeda


" jadi ada dua Cowok suka sama mu sekarang " Tanya Yuni


" Satu , cuma Bang Tison, baru dia yang bilang suka " jelas Re


" ihh kau ini, si Pitra itu juga iya bodoh, buat apa dia ngasih Buku Diary buat apa coba kalau bukan penasaran sama keseharian mu , dan itu apa itu ? Selamat malam Re ! oh My God, beruntung sekali kau Re " Celoteh Yuni kembali sehingga membuat Re tersenyum lucu


Dan bel berbunyi menandakan masuk kelas.


****

__ADS_1


" Ma aku pulang " jerit Re


" Iya " Ucap Ibu Rosita Lemas


" Mama Kenapa ? Sakit ? " Tanya Re


" Abangmu ini hari ini tidak masuk sekolah, baru saja dapat telp dari sekolah " jelas Ibu Rosita


" Loh koq bisa kita kan antar sampai depan gerbang asrama" ucap Re karena bingung Abangnya itu bisa bolos sekolah bagaiamana caranya, karena Asrama dan Sekolah dikelilingi satu tembok dinding yang sama.


" Entahlah, kau ganti baju sana, makan terus bantu mama ini di Warung, mama mau tidur sakit kepala ini " perintah Ibu Rosita


" Iya Ma " ucap Re dan menurut


****


" Re... tunggu aku " ucap Yuni sambil berlari merangkul lengan Re


" Abangmu belum ada kabar ya " Tanya Yuni


" Iya belum, ini sudah 3 Hari dia menghilang " ucap Re lemas


" Sabar ya... nanti pasti ada kabar atau mungkin dia pulang ke rumah " Ucap Yuni


" Entahlah " jawab Re lemas, dengan berjalan lemas pulang menuju gerbang keluar sekolah


" Yo " Ucap Rich saat melihat Adiknya di gerbang ,


" Kau..." Ucap Re terkejut melihat Abangnya ada di sekolahnya terlihat menunggunya


" Ayok pulang" Ucap Rich menarik lengan adiknya


" Yun.. kami deluan ya, kau pulang sendiri... Bye " Ucap Rich


" Iya ... " Jawab Yuni hanya setengah hati


" Kau darimana saja ? " Tanya re


" Jalan-jalan " jawab Rich Cuek


" Aku bertanya serius, kau darimana saja, kenapa nggak ngasih kabar ? kau tau karena kau kerjaan mama......"


    Ucapan Re terputus karena dipandang sinis dan dingin oleh Rich


" Apa ?" sambut Re atas tatapan Rich


" kau pikir kau benar sekarang ? Pergi . Nggak ada kabar, nggak sekolah , nggak di asrama, kau itu ....


" DIAMLAH ..." jerit Rich


" Dari semua orang kau tidak harus mendikte ku... cukup temani aku jalan pulang sekarang.... " Bentak Rich


    Memahami bahwa menentang Rich adalah sesuatu yang tidak benar saat itu Re memilih untuk diam dan berjalan pulang bersama


" Ma kami pulang " ucap Re


" Iya " Sahut Ibu Rosita


" Hai Ma... " Ucap Rich


" Kau ... Ya ampun , darimana saja kau ? " ucap Ibu Rosita Terkejut sontak berlari dan mendekati anak laki-lakinya itu, memeriksa setiap inci tubuhnya memastikan bahwa dia baik-baik saja


" Aku baik-baik saja Ma " Jawab Rich karena mengetahui kekhawatiran mama nya


" Aku lapar Ma " sahutnya lagi

__ADS_1


" Ayok, Ayok makan, kau juga Re ganti baju mu Ayok makan , " Perintah Ibu Rosita


" Iya " Ucap Re


Di meja makan Ibu Rosita banyak memandang Anak laki-lakinya itu


" Kau darimana saja ? kenapa nggak kasih kabar ?"


" HP aku tinggl di asrama " jawab Rich


" Oh iya " Timpal Ibu Rosita


" Kenapa dengan sekolah ? kenapa kau bolos ? " Tanya Ibu Rosita


" Ma aku mau pindah sekolah boleh ? aku nggak betah di sekolah itu ma " ucap Rich


" Kenapa ? kenapa nggak betah ?" Tanya Ibu Rosita


" Aku nggak suka di Asrama " jelas Rich


" Ya udah nanti kita bahas kalau Bapak udah pulang " jawab Ibu Rosita


" Mama mau bantu aku nanti ngomong sama Bapak ?" Tanya Rich


" Sebenarnya ada apa dengan sekolah hah ? " Tanya Ibu Rosita lagi


" Aku nggak suka pelajarannya, aku nggak betah di Asrama, nggak bebas dan aku nggak paham sama jurusan ku, aku pindah jadi SMA aja ma, nilai ku juga nggak pernah bagus " jawab Rich


"Ya udah nanti kita bahas sama Bapak, tunggu Bapak pulang " jelas Ibu Rosita


" Mama mau nanti membela aku ? " tanya Rich


" Rich jika hanya itu kendalanya, mama pikir itu nggak pantas untuk pindah, toh juga sebentar lagi kami lulus, nggak bisa nunggu sebentar lagi ?" tanya Ibu Rosita


" Aku nggak suka ma " Jawab Rich


" Hanya karena kau nggak suka ? " timpal Ibu Rosita


Rich hanya menghela nafas panjang


" Ya Sudah nanti kalau Bapak sudah pulang kita bahas sama Bapak" Jawab Ibu Rosita


" Bapak tidak akan pernah setuju dan Mama tidak akan menentangnya" Timpal Rich


" Rich ... kamu ini, karena itu memang benar, kamu tidak harus berhenti sekolah hanya karena kamu tidak suka " jelas Ibu Rosita pada Rich


" Kalau masih harus sekolah dan tinggal di Asrama aku lebih baik tidak usah sekolah " Balas Rich


" Kau ini ... jangan berani bilang hal itu nanti di depan Bapak mu " jelas ibu Rosita


****


    Malampun berlalu Pak Sao sudah berada dalam Rumah dan mereka bertiga sudah berkumpul di ruang tengah sedangkan Renata ada di dalam kamarnya sedang mengerjakan tugas sekolah, perselisihan pendapat terjadi antara Pak Sao dan Richo ...


" Kamu kalau nggak mau sekolah lagi sekalian nggak suka tinggal di rumah juga !" ucap Pak Sao


" Aku nggak mau kalau masih harus tinggal di asrama dan sekolah di situ " ucap Rich membantah


" Ya udah jangan tinggal di Rumah sekalian, angkat kaki dari sini, buat apa punya anak di sekolahkan hanya mau jadi sampah saja, buat pening kepala aja " bentak Pak Sao ,


    Mendengar hal tersebut sontak Ibu dan Re yang di dalam kamar terkejut, Re keluar dari kamar dan mendekat ke ruang tengah, mengendap-endap mendengar pembicaraan mereka


" Jangan berani-berani tentang Bapak ya Rich, pakai acara ngancam nggak mau sekolah lagi, Tidak usah... Tidak usah sekolah, jadi sampah saja sana " Bentak Pak sao Kembali emosi


" Bagus aku punya anak satu aja, bikin susah saja kau jadi anak " ucap pak Sao

__ADS_1


    Rich hanya terdiam dalam tunduknya, hatinya begitu pedih, keadaan di sekolah tidak menyenangkan dan Orang tuanya tidak paham akan deritanya, dalam benaknya orang tua meminta pengertiannya untuk bertahan namun orang tua tidak melihat sisi anaknya, sedari kecil Rich begitu menyukai Badminton namun mereka tidak mendukung, memasukkan Rich ke sekolah yang Rich sama sekali tidak paham dan tidak menyukai hal tersebut Rich mencoba bertahan semester demi semester tapi Rich masih tidak bisa bertahan, dan kenyataan melihat sang Mama juga tidak mencoba untuk memberi pengertian pada Bapaknya untuk melihat dari sisi Rich, membuat hati Rich begitu sedih, malam yang akan berakhir dengan begitu panjang telah menanti Rich. apa yang Rich lakukan setelah ini? begitulah Rich berpikir, menentang Bapak nya juga bukan keputusan yang baik.


__ADS_2