
****
Selama pertunjukkan kuda lumping Renata terlihat begitu semangat namun juga takut dan sedikit ngeri melihat para pemain yang menyakiti diri sendiri, selama pertunjukkan Renata banyak melihat Rich tertawa yang membuatnya juga senang, Artia banyak bercengkrama dengan Andrew dan Tison selalu menggoda Putri, Petrus dan Ringgo begitu semangat menonton kuda lumping, Pitra selalu berada di dekat Renata. dengan sabar menjelaskan arti dari setiap tarian dan tindakan para pemain kuda lumping walaupun Pitra tidak yakin Benar.
" Sudah selesai mari pulang " ucap Pitra yang disahut serentak oleh mereka dengan " iya "
" loh kau kenapa Re, koq gembel kali tampilan mu " tanya Rich yang baru saja menyadari keadaan adiknya
" Sendalku putus, kau asyik jalan aja nggak ngurusin aku" balas Re
" udah besar kau, mau diurusi lagi, lagipula kan ada kakakmu si Artia" timpal Rich
" Sudah... sudah ayok pulang " ucap Pitra
" kau nggak apa-apa dek pulang seperti itu ? " tanya Tison
" Ya ampun , akuloh datang kemari udah seperti ini, nggak jadi masalah aku pulang juga seperti ini " Lepas Renata dengan mengangkat kakinya yang tidak beralaskan sendal
" iya, ayok pulang" cetus Artia dengan memulai langkah pertama
Mereka kembali membentuk Formasi, Artia, Andrew dan Ringgo dibaris pertama, di susul oleh Rich dan Putri lalu oleh Tison dan Petrus, Renata dan Pitra dibaris belakang.
" ahh bagaimana buku diary ku sudah ada isinya ?" tanya Pitra
" iya ada beberapa " jawab Re
" aku akan membacanya nanti " ucap Pitra kembali
" ehmmm" Ucap Renata dengan hanya mengangguk tidak memandang Pitra
" Kenapa? ada sesuatu di kaki mu ? " tanya Pitra
__ADS_1
" ehhh nggak ada,hanya geli saja banyak tanah di kaki ku " jelas Re
" sama, aku juga " Ucap Pitra menunjukkan kakinya, dan mereka tertawa kecil bersama
Kembali lagi ada kupu-kupu di perut Renata, saat dia mendapati Pitra tertawa, ada bagian yang menggelitik dipikirannya, hal itu tidak benar-benar lucu namun Renata hanya ingin tertawa, dan Renata tidak dapat melihat langsung wajah Pitra saat mereka sedang berbincang, Renata seperti berpura-pura, Ada apa ini tanyanya dalam benak hatinya.
Beberapa meter mereka menjauh dari kampung jawa, selama perjalanan mereka tidak banyak berbincang karena Rich meminta mereka untuk bernyanyi bersama, mereka bernyanyi beberapa lagu dan mendekati daerah kampung mereka,
" Hati-hati ada eek lembu " Teriak Rich
" Ahhh aku nginjak eek lembu " ucap Pitra karena tidak memperhatikan jalannya, sedangkan yang lain dapat menghindari hal tersebut, dan Pitra menginjak dengan kakinya yang tidak beralaskan sendal
mengetahui hal tersebut membuat Renata semakin di rundung rasa bersalah, Pitra yang mengetahui bahwa sudah mendekati rumah Nenek berjalan sedikit berlari dengan tumitnya, meninggalkan Teman-temannya di belakang
" Bagaimana kabarmu dek ?" tanya Tison menggantikan posisi Pitra
" baik " ucap Re
" Sekolahnya bagaimana ? " tanya Tison kembali
" apa sekarang kau sudah punya HP ? , aku dengar dari abangmu sudah ada." Tanya Tison
" Iya, ada " jawabnya tidak peduli, mengingat bahwa Tison tidak banyak memberi perhatian, padahal mengakui menyukai Renata
" nanti bagi abang ya no Handphone mu " pinta Tison
" iya " jawab Re
" aku juga " sambut Petrus yang mendengar percakapan mereka
" iya " jawab Re dengan Senyum
__ADS_1
Sampai di rumah Renata langsung menuju toilet ingin mencuci kakinya, namun Re masih menjumpai Pitra di sana, masih sibuk mencuci kakinya,
" Belum selesai bang ? " tanya Renata
" ohhh kalian sudah sampai, iya belum, baunya nggak enak kali uueekkk...." ucap Pitra
"minta sendalku yang satunya, supaya sekalian aku sikat " pinta Pitra
"oh.. iya ... " Ucap Re, berjalan ke depan rumah untuk menjemput sendal, sekilas Re bisa melihat Tison masih menggoda Putri, dengan cepat Re memalingkan pandangannya dan menuju Pitra untuk menghantarkan sendalnya.
" ini bang " ucap Re memberi sendalnya
"kau mau cuci kaki ya Re, sabar ya setelah ini " ucap Pitra
" Iya bang " ucap Re
Pikirannya bercabang, Apa wajar dia bersikap demikian batin Re, mengingat sikap Tison, atau karena mereka terlalu dekat, atau memang itu sudah biasa, pertanyaan-pertanyaan demikian dibenak Re, dasar, bilang suka samaku tapi perhatiannya sama cewek itu aja, kerut dahi Renata,memang laki-laki penggoda semua batin Renata.
" Re... sudah, aku sudah selesai " ucap Pitra
" Iya" disusul Re masuk ke Toilet setelah Pitra keluar
Dari dalam rumah sudah terdengar kalau Rich dan yang lainnya sedang bernyanyi di depan, padahal ini sudah jam 23.00 Wib, sudah waktunya tidur pikir Pitra, Pitra duduk di samping Nenek yang sudah tertidur dengan TV masih menyala, Pitra menyelimuti Nenek dan mengubah siaran TV.
" Abang nggak gabung ke depan " tanya Re saat keluar dari Toilet dan masih menemui Pitra
" enggak, aku mau pulang ini " jawab Pitra
" ohh pulang, ok " respon Re, Pitra berdiri dan mendekati Re, kembali mengusap lembut kepala Re seperti bagaimana awalnya,
" Aku pulang ya, selamat tidur, buku diarynya besok aku baca" Ucapnya dengan lembut pada Re yang masih terdiam membeku, dan tidak memberi respon
__ADS_1
Pitra berbalik berjalan keluar pamit dengan semua yang di depan, dan pergi
Renata juga tidak bergabung dengan teman lainnya, Re mambangunkan Nenek untuk pindah tidur di kamar, memakaikan nenek kaos kaki, memasang kelambu tempat tidur, dan tidur di samping Neneknya, Re memeluk lengan Neneknya, Matanya menatap tajam langit-langit kamar, perasaan senang itu kembali lagi, jantungnya berdebar kencang lagi, Re ingin menjerit namun tak bisa, Apa yang membuat ku begitu senang ? tanya Re, tidak tahu berapa lama setelah uring-uringan Re akhirnya tertidur dengan senyum di wajahnya