
dan benar saja seketika Zarina terkejut melihat begitu banyak bunga dan bingkisan di ruang itu.
"maaf nona"ucap seorang pelayan dengan menundukkan kepalanya sembari memberikan sepucuk surat pada zarina.
Sean yang melihat pelayan tersebut memberikan Zarina sesuatu kepada Zarina langsung beranjak mendekati gadis itu karna sungguh Sean sangat ingin tau siapa sebenarnya yang sudah berani secara terang terangan menyukai istrinya itu.
"hai Zarina aku harap kau menyukai hadiah kecil ku ini,teman mu axsel"
begitulah isi surat itu.
seketika rahang Sean mengeras ketika melihat isi surat tersebut terlebih dengan nama pengirimnya. Sean langsung merampas surat tersebut dari tangan Zarina dan menyobeknya secara acak.
"buang semua benda tidak berguna ini dari rumah ku dan Ingat jangan sampai ada yang tersisa!!!!"ucap Sean penuh amarah.
sedangkan Zarina dia masih mencerna semua yang ada di depannya.
setelah memberikan perintah pada para pelayannya Sean langsung meraih tangan Zarina dan menariknya dengan paksa menuju kamarnya.
"heii apa yang kau lakukan?"ucap Zarina mencoba melepaskan tangan nya yang di tarik oleh Sean.
Sean terus menarik tangan Zarina tanpa mendengarkan protesan dari gadis itu dan terus membawanya kekamarnya .Sean sungguh tidak sadar dengan perlakuannya saat ini yang ada di pikirannya adalah Zarina adalah wanitanya jadi tidak ada satupun orang yang boleh memberikannya apa pun kecuali dirinya sendiri.
Sean melepaskan Zarina ketika sampai kamarnya dan langsung mengunci pintu tersebut.
"apa kau gila Sean"berang Zarina marah.
"apa kau sangat senang menerima hadiah dari pria itu?"tanya Sean tajam.
"berhentilah berkata omong kosong Sean, kalaupun aku senang menerimanya memangnya apa masalahnya dengan mu"ucap Zarina tak mau kalah dari Sean.
Sean langsung menarik tubuh Zarina dan mendorongnya Kedinding kemudian mengunci tangan Zarina di atas kepalanya.
jarak keduanya sangat dekat bahkan deru napas masing masing dapat mereka rasakan.
"dengar kan aku gadis kecil kau adalah milikku,aku tidak suka jika harus berbagi apa pun yang sudah menjadi milikku,jadi jika kau berharap bisa mencintai atau menyukai pria lain kau bisa mengubur niat mu itu dari sekarang. karna itu tidak akan pernah bisa terjadi sampai kapan pun."ucap Sean tajam pada Zarina.
__ADS_1
"kau tidak bisa melarang ku Sean jika aku ingin menyukai siapapun"ucap Zarina menantang Sean.
"tentu saja aku bisa,kau adalah istriku dan hanya aku yang berhak atas mu"berang Sean.
"itu tidak akan bertahan lama setelah aku berhasil mengungkap siapa sebenarnya dalang dari semua ini, maka aku pastikan hubungan kita pun akan berakhir di hari itu juga"ucap Zarina tajam menatap Sean.
"baiklah jika itu yang kau ingin kan gadis kecil aku tidak akan melarangnya ,tapi sebelum itu semua berhasil kau harus menjalankan peran mu sebagai seorang istri"ucap Sean dan langsung mencium bibir Zarina dengan paksa.
Zarina memberontak sekuat yang ia bisa tapi tetap saja dia kalah kuat dengan Sean.
Sean mendorong Zarina ke ranjangnya dan perlahan mendatangi Zarina sambil membuka satu persatu kancing bajunya.
"a..apa yang ingin kau lakukan?"ucap Zarina was was sungguh dia sangat takut melihat Sean seperti orang kesetanan seperti ini Zarina memanglah wanita tangguh, tapi jika di hadapkan dengan situasi seperti ini Zarina tetap saja panik. bukankah di hanyalah gadis kecil yang masih belum genap delapan belas tahun.
Sean tidak menjawab apapun perkataan Zarina, dia hanya terus berjalan mendekati Zarina dengan tangannya yang sudah berada di kancing terakhir dari kemejanya.
matanya terlihat menelisik tubuh Zarina,sedangkan Zarina gadis itu sangat ketakutan dan bingung harus melakukan apa dia hanya dapat memundurkan tubuhnya hingga sampai pada senderan ranjang tersebut.
seketika zarina ingin lari dari ranjang itu tapi dia kalah cepat dengan Sean,Sean langsung mengurung gadis kecil itu di bawahnya.
"gadis ini sangat cantik"ucap Sean dalam hatinya.
sementara Zarina, dia merasa napasnya terasa tercekat di dalam tenggorokan nya melihat wajah Sean yang sangat dekat dengannya.jantungnya berdebar sangat kencang tanpa bisa di kendalikan olehnya.
Sean muoai meraba wajah Zarina dengan jari jarinya secara pelan, dan terlihat sangat menghayati nya.jari Sean mulai menari cantik di wajah Zarina mulai dari kening lalu turun kehidung dan mulai meraba bibir mungil itu dan terus berjalan menuju leher putih jenjang Zarina.
sedangkan Zarina dia hanya bisa menutup matanya tidak berani menatap Sean yang sedang berada di atasnya sekarang,sungguh seluruh tubuh Zarina menegang ketika Sean menyentuh wajahnya seperti itu.
Sean memperhatikan raut cemas di wajah cantik Zarina dia hanya tersenyum tipis.
merasakan Sean tidak menggerakkan jarinya dan hanya diam di leher jenjangnya Zarina memberanikan diri membuka matanya.dan seketika pandangan mereka bertemu satu sama lain.
"apa kau takut?"ucap Sean dengan suara berat menyadarkan Zarina.
Zarina hanya diam saja sungguh dia tidak bisa mengeluarkan suaranya dia merasa bisu seketika karena sakin tegangnya melihat Sean sedekat ini.
__ADS_1
Sean mulai kembali menggerakkan jarinya di leher Zarina dengan membentuk pola abstrak di leher itu dengan sentuhan jari sensasional nya.matanya mengikuti gerakan jari nya sendiri terlihat sangat mengagumi leher putih jenjang itu.
"bi..bisakah kau menghentikan ini"ucap zarina terbata. sungguh gerakan jari Sean di lehernya membuatnya merinding dan menegang.
"kenapa"tanya Sean tanpa mau mengindahkan kata kata Zarina.tangannya masih terus berada di leher jenjang itu dan sekarang berjalan kembali menuju tulang dada zarina yang sangat cantik.
"apa kau takut"tanya Sean dengan tatapan mata yang tak lepas dari leher Zarina.
"to tolong hentikan ini?"ucap Zarina dengan napas tercekat.
sungguh Sean sangat menikmati ekspresi Zarina yang seperti ini.
perlahan Sean melai mendekatkan bibirnya dan mengecup singkat leher jenjang itu dengan sensasional.
Zarina yang mendapat perlakukan seperti itu seketika menegang, tubuhnya terasa seperti tersengat listrik bibirnya tak bisa mengeluarkan kata kata.
"kau sangat harum"ucap Sean mengecup mesra telinga Zarina.
matanya kembali mengarah ke bibir ranum Zarina dan perlahan mulai mengecup bibir pink yang menggoda itu.
Zarina diam saja dan memutup matanya tak kuasa melihat Sean sungguh tubuhnya tidak dapat ia gerakkan karna terlalu tegang dengan perlakuan sean.sean yg melihat tidak ada respon dari sang empunya bibir kembali memberikan Lum***n yang lebih ke bibir Zarina ciuman yang berawal lembut berubah menjadi ciuman yang penuntut dan penuh na**u.
perlahan ciuman Sean turun ke leher jenjang Zarina, Sean mulai mengendus harum tubuh istri kecilnya ini. dan kemudian perlahan mengecup kembali leher jenjang itu tapi kali ini kecupan tersebut bukan sekedar kecupan ringan tapi lebih mengarah ke sesapan dan gigitan kecil yang membuat suatu tanda disana.
tanpa sadar Zarina berteriak kecil.sean terkekeh melihat gadis kecil itu karna sedari tadi gadis itu terus menutup matanya tanpa berani membukanya.
"anggap ini hukuman ringan dari ku untukmu gadis nakal,dan ingat kau hanya milikku jadi jangan berbuat sesuatu yang membuatku harus memberikan hukuman yang lebih ekstra kepadamu"ucap Sean tepat di telinga zarina.dan kemudian bangkit dari ranjang tersebut dan meninggalkan Zarina yang masih shock akan kejadian barusan.
"dasar pria gila dia membuat jantungku terasa ingin lepas dari tempatnya"umpat Zarina ketika Sean sudah pergi dari kamar itu.
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋
haii readers lanjut GK nihh
jangan lupa like dan koment ya Samapi jumpa di capter berikutnya.
__ADS_1