Alert

Alert
pelukan


__ADS_3

"kau...."ucap Sean tercekat.


bagaimana tidak terkejut Sean melihat foto adik kecilnya terpampang jelas di layar itu tengah tersenyum manis ketika bermain dengannya dulu.Seketika hati Sean kembali di penuhi amarah tangganya terkepal kuat hingga membuat kuku kukunya memutih.


"haiii Sean,kenapa kau tampak terkejut begitu, apa kah foto adik kecilmu ini bisa sedikit membuat rasa rindumu padanya sedikit terobati."ucap pria itu di seberang sana dengan nada mengejek.


Sean kembali diam dan tak mengatakan apa apa,tapi dari sorot matanya semua orang yg melihatnya dapat tahu jika pria tampan ini sedang berada di ambang amarahnya.


"hahah tidak perlu terlalu tegang begitu Sean,apa kau tau,aku memang harus mengakui jika kau ini sangat cerdik kau dapat mengelabui semua anak buahku dan datang kesini seolah kau kalah bukan begitu?"ucap pria itu dengan nada mengejeknya.


Sean hanya diam dan mendengarkan setiap kata kata pria yg tertutup dengan foto adik kecilnya itu.


"CK CK CK kau ini salah memilih lawan Sean, hahahah kau tau aku sudah menduga semua rencana mu sejak awal ketika kau meratakan rumah mu sendiri dengan bom,lalu kau berpikir aku akan percaya dan mulai menampakkan diriku karena menganggap kau sudah kalah dengan begitu kau akan lebih mudah menemukan ku bukan begitu"ucapnya dingin,kali ini suasana mulai mencekam.


sean masih tetap diam dan mendengarkan pria itu berbicara.Sementara disisi lain, deris sudah mendengar dan mengetahui semua kejadian di dalam di tempat Sean di sekap dengan menggunakan alat yang memang sudah mereka sediakan untuk mengetahui keadaan satu sama lain.menyadari rencana mereka yang tidak sesuai dengan keinginan deris mulai menjalankan rencana ke duanya yang memang sudah di siapkan dalam keadaan genting seperti ini.


sedang kan Zarina gadis itu sedang menempuh perjalanan dengan pikiran yang melambung jauh entah kemana.


"kau tau sean kau ini sangat bodoh kita bahkan sudah sering bertemu dan bahkan saling menjabat tangan beberapa kali tapi kau sama sekali tidak menyadari apapun."ucap pria itu dengan nada mengejeknya.


Sean semakin menajamkan pendengarannya dan kembali berpikir keras siapa sebenarnya lawannya ini kenapa sangat sulit menembus pertahanan nya.

__ADS_1


" setelah mengetahui semua ini apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada ku tuan Sean Alexander yang terhormat?"ucap pria itu di tengah kebingungan Sean.


Sean masih tetap terlihat tenang dan tak tertebak matanya tampak memastikan sesuatu di sekelilingnya dan kemudian menyunggingkan senyum tipis yang nyaris tidak terlihat ketika menyadari sesuatu yg di carinya telah tertempel cantik di tempatnya.


"tidak perlu terlalu terburu buru,bukan kah kegagalan hal yang biasa terjadi,seharusnya kau mulai berhati hati mulai sekarang karena tidak akan ada yang tau apa yg akan terjadi kedepannya. aku yakin tidak lama lagi posisi kita akan terbalik kau hanya perlu menunggu dan saksikan saja dan ya terimakasih atas informasi yang kau berikan itu sangat berguna untukku dan ya aku rasa aku,sudah lelah berpura pura di ikat seperti ini."ucap Sean sambil melepas ikatannya dengan santai.


seketika pria bertato tadi membelalakkan matanya dan terkejut melihat Sean yang melepaskan ikatannya dengan santai dan dengan sigap pria itu mengeluarkan senjata apinya dan bersiap menembak kearah sean dan memanggil para bawahannya.


tapi kegiatannya terhenti ketika mendengar kata kata Sean.


"mereka semua tidak akan datang hanya kau saja yg tersisa dan ya lihat lah kearah jam 9 dan segera turunkan senjatamu jika kau tidak ingin meregang nyawa" ucap Sean santai.


seketika pria itu mengalihkan pandangannya kearah yg di katakan Sean dan mengumpat geram sambil menurunkan senjatanya. seketika ruangan itu sudah di penuhi oleh orang orang Sean yang siap sedia menjaganya dan mengepung pria bertato itu dengan santai Sean mendekati monitor itu dan menarik kursi dengan angkuh dan duduk dengan santai di depannya sambil.meyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"bukan kah sudah ku katakan tuan kau terlalu terburu buru dan lihat saja sekarang posisi kita sudah terbalik bukan,aku akui kau cukup cerdik tapi aku juga tidak kalah cerdik dengan mu dan ya aku rasa aku juga jauh lebih berani dibandingkan dirimu lihatlah posisi mu sekarang yg hanya mampu bersembunyi di balik Poto adik kecil ku walau hanya di balik monitor CK sangat miris bukan aku jadi ingin membayangkan bagaimana keadaan mu nanti ketika aku sudah berada di depan mu dan membawa dewa kematian untuk menjemputmu,pastikan celana mu tidak basah nantinya"ucap Sean dengan senyum mengejeknya.


pria misterius di ujung sana sudah sangat tersulut emosi mendengar ejekan Sean barusan.


"baiklah bukan kah tadi kau yg memulai pembicaraan melalu monitor ini sekarang biarkan aku yg mengakhirinya dan ya sampai jumpa di akhir permainan yg kau mulai ini dan akan aku pastikan kau akan mendapatkan balasan yang jauh lebih mengerikan dari yg kau bayangkan,bye sampai jumpa"ucap Sean dengan senyum mengejek dan mengakhiri sambungan telepon itu dengan menarik paksa kabel yang terpaut pada monitor itu.dan menguarkan benda kecil.di dalamnya kemudian tersenyum tipis.


"aku akan menemukanmu"ucapnya pelan dan hanya Sean sendiri yg dapat mendengarnya.

__ADS_1


Sean berbalik dan melihat tajam kearah pria bertato tadi dan perlahan berjalan mendekatinya. kemudian menepuk pelan bahu pria itu dan berkata.


"pastikan kau siap menyaksikan kekalahan mu"ucap Sean sembari berjalan meninggalkan tempat itu dengan santai.


"bawa dia dan ledakan tempat ini"ucap Sean melirik deris dan benda yg menempel cantik di dinding tadi.


deris hanya menggangguk kan kepalanya dan memberi isyarat pada bawahannya untuk segera membawa pria itu ketempat yg sudah mereka siapkan dan kemudian menyusul berjalan di belakang Sean.


beberapa saat kemudian tepat ketika Sean telah keluar dari tempat itu suara bom terdengar begitu keras dan memekakkan telinga dan diiringi dengan kedatangan rombongan Zarina yang terlihat menghentikan mobilnya sedikit jauh dari posisi ledakan itu.


seketika Zarina langsung berlari kearah sean dan memeluknya dengan erat.seketika Sean membeku dan terkejut dengan tindakan Zarina ini jantungnya berdegup lebih cepat dan dengan perlahan tangannya mulai terangkat dan membalas pelukan Zarina.


sedangkan axsel pria tampan itu hanya diam bersandar di mobil yang di tumpanginya dan Zarina tadi sambil menatap dalam adegan pelukan Zarina dan Sean.


"apa kau sangat mengkhawatirkan aku gadis kecil?" ucap Sean dengan senyum tipis di bibirnya.


Zarina seketika tersadar dengan perbuatannya ketika mendengar kata kata Sean dan segera melepas pelukannya dan menatap Sean tajam.


Sean yang melihat Tapan tajam Zarina seketika bingung ada apa dengan istri kecilnya ini.


"hei hei kenapa kau menatapku begitu?"

__ADS_1


Zarina hanya diam dan menyikut perut Sean lumayan kuat dan berjalan menuju mobilnya kembali tanpa mengatakan apa apa".


__ADS_2