Alert

Alert
dinding merah muda


__ADS_3

"aku ingin semua informasi tentang Axsel dan ingat tidak ada yg boleh terlewatkan"ucap Sean dingin pada deris melalui sambungan telponnya.


"baik tuan muda"ucap deris di ujung sana.


"aku akan memastikan kau menyesal karna sudah mengganggu ku dan berusaha mendekati wanitaku"ucap Sean dengan aura membunuh.


sementara di suatu ruangan yg di dominasi oleh wana merah muda dan biru tampak axsel sedang menerima laporan dari seorang bawahannya.


"jadi Zarina sudah menerima hadiahku?"tanya axsel antusias menunggu jawaban bawahannya.


"semua sudah sesuai dengan arahan anda tuan"ucap pria itu.


"baiklah jika begitu dan ya bisakah kau mengganti warna ruangan ini mataku sangat sakit melihatnya?"ucap axsel mengubah ekspresi nya seketika sungguh matanya sangat sakit melihat perpaduan warna yang sangat tidak sesuai dengan kepribadiannya nya ini.


bukan kah sangat aneh jika seorang laki laki macho sepertinya di padukan dengan warna merah muda.


"maaf kan kami tuan, kami akan segera mengganti warna dinding ini dengan warna yang lebih gelap"ucapnya dengan kepala menunduk.


"ya segeralah ganti warna dinding ini,aku tidak ingin ada yang melihatnya dan mengejekku nantinya"ucap Sean dengan mata bergirlya kesana kemari melihat dinding yang bewarna merah muda itu.


sedang kan di tempat lain tampak Zarina tak ingin meninggal kan ranjangnya dan malah memilih untuk berusaha menutup matanya dan melupakan apa yang sudah di lakukan Sean terhadapnya tadi.


sedangkan Sean dia sedang fokus pada layar komputer nya,dan membaca semua informasi data diri axsel yang sudah di kumpulkan oleh deris.


"jadi dia adalah pemimpin sebuah mafia"ucapnya sembari melanjutkan kegiatannya membaca informasi yang tertera di layar monitor nya.


ketika sedang asik membaca file tersebut Sean sedikit tertarik dengan tragedi yang menimpa axsel tiga bulan lalu.


"kapalnya juga pernah terbakar"ucapnya dengan kening berkerut.


"siapa yang melakukannya? apakah axsel punya musuh selain diriku,tapi bukankah dari data data ini sudah sangat jelas jika tidak ada yang berani mengusiknya jadi siapa yang membakar kapal itu?"ucap Sean berusaha mencari petunjuk.


"dan sebenarnya apa masalah axsel pada ku,kenapa dia terlihat sangat dendam padaku.aku rasa aku tidak pernah mengganggu nya bukankah sangat tidak mungkin jika semua ini hanya karna uang. aku rasa dia adalah pria yang cukup kaya."


Sean sangat bingung dengan semua teka teki yang ada di hadapannya saat ini.


kemudian dengan gerakan cepat dia mengambil ponsel pintarnya dan mengetikkan nama deris.


"ya halo tuan apa ada yang bisa saya lakukan untuk anda"ucap deris sopan di ujung sana.

__ADS_1


"aku ingin kau mencari tahu siapa dalang di balik terbakarnya kapal milik axsel"ucap Sean memberi perintah dan langsung mematikan sambungan telpon itu secara sepihak tanpa mendengarkan jawaban deris.


"aku harus segera membongkar semua ini.aku yakin ini semua tidak sesederhana yang terlihat"ucap Sean dengan wajah misterius.


ketika Sean masih sibuk dengan pikirannya sendiri tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


tok


tok


tok


"ya masukkalah"ucap Sean singkat.


"maaf tuan ada segerombolan orang datang dan menyerang kita"ucap pria dengan perawakan tubuh tinggi besar dengan cepat.


"hah apa maksudmu siapa yang berani menyerang mansion ku"ucap Sean marah rahangnya tampak mengeras dan pandangan nya menajam. sean langsung bergegas mengambil senjata nya dan langsung berlari menuju tempat penyerang itu terjadi.


terlihat ruangan itu kini sangat berantakan dengan posisi barang yang sudah berserakan kemana mana.


suara tembakan dan perkelahian memenuhi ruangan itu.


dhomm.....


semua orang tampak menghentikan gerakannya begitu juga dengan Sean dia langsung mengalihkan pandangannya mencari dari mana sumber suara itu berasal. dan betapa terkejutnya Sean ketika melihat segerombolan asap dan Semburan api sedang berkobar dari arah kamar yang sedang di tempati Zarina.


"zarinaa!!!!!!"teriak Sean langsung berlari meninggal kan tempat perkelahian tersebut dan langsung berlari ke kamar Zarina.


seketika pikiran buruk langsung menghampiri Sean.


sedangkan yang lainnya masih setia di dalam pertarungan mereka. tampak bawahan Sean sudah mulai kewalahan melawan musuh mereka yang terus bertambah.


duar....duar ...duar


seketika sebagian bawahan Sean jatuh tak bernyawa terkena tembakan yang tidak di ketahui dari mana asalnya.


"berpencar dan cari tempat untuk bersembunyi mereka membawa penembak jitu"ucap salah seorang mengkomandoi orang orang Sean.


sedang kan Sean dia sedang sibuk memikirkan cara agar bisa masuk ke lembah api itu dan menyelamatkan Zarina.

__ADS_1


"aku harus segera masuk kedalam pasti Zarina terjebak disana"ucap Sean dan bersiap melompat kedalam kobaran api itu.


tapi langkahnya terhenti ketika seseorang menarik tangannya.


"zaru"ucap Sean ketika melihat siapa yang menarik tangannya dengan raut wajah lega Sean langsung memeluk istri kecilnya itu.


"apa kau tidak apa apa"ucap Sean dengan raut wajah khawatir dan terus membalik balikkan tubuh Zarina untuk memeriksa apakah Gadis itu terluka.


"Sean aku tidak apa apa, sekarang berhentilah mengkhawatirkan ku dan dengarkan aku baik baik. kita harus segera pergi dari tempat ini, Meraka menginginkan nyawa kita aku belum bisa memastikan siapa dibalik penyerangan ini tapi yang pasti aku yakin dia orang yang sama yang sudah membunuh adik mu dan juga ayahku." ucap jarina dengan raut wajah sangat serius.


"aku sudah mengamankan para pelayan mu ketempat yang tepat dan sebentar lagi bala bantuan akan segera datang, aku sudah menyiapkan sebuah rencana agar para penjahat itu terkurung di mansion ini dan para bawahan mu bisa kabur,karna rumah ini sebentar lagi akan meledak"ucap Zarina kembali menjelaskan keadaan yang terjadi saat ini secara cepat pada Sean.


"berapa menit lagi waktu pada bom itu"ucap Sean dingin.


"tiga menit dari sekarang"ucap Zarina cepat.


"baiklah ayo"ucap Sean langsung menarik tangan Zarina.


"sebentar Sean"ucap Zarina dan berlari ke sebuah guci tinggi yang berada tidak jauh dari dekat mereka berdiri saat ini, dan dengan cepat Zarina menekan tombol dibalik guci tersebut kemudian kembali lagi mendatangi Sean.


"ayo"ucapnya singkat dan berlari bersama Sean keluar dari kawasan mansion mewah itu.


sedangkan para bawahan Sean yang sudah mendapat sinyal dari nyonya mudanya itu langsung mengerti dan melemparkan sesuatu kearah lawan mereka dan berlari meninggal kan mansion itu.


dan tak lama setelah zarina,Sean dan parah pengawal Sean keluar dari mansion itu


terdengar suara ledakan yang sangat menekankan telinga.


dhommmm......


mansion itu hancur dan hampir rata dengan tanah semua orang yang ada di dalam nya tewas seketika.


πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰


duhh jadi hancur deh mansion babang Sean


kira siapa yaa orang di balik penyerangan iniπŸ€”πŸ€”πŸ€” hemmm jangan lupa ikutin terus ceritanya ya soalnya author juga penasaran siapa si dalang di balik ini semua heheheπŸ˜…πŸ€£


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya. Sampai jumpa di episode selanjutnya.


__ADS_2