
"hahahah bagus Leon kau melakukan pembantaian yg menakjubkan,dan sekarang aku bisa memastikan Sean tidak akan bisa menang jika tidak memiliki dukungan uang sama sekali,pria malang itu pasti sedang pusing karena jatuh miskin"ucap pria misterius itu dengan tawa bangganya."
"tentu saja tuan sekarang aku yakin kau akan menang"ucap Leon.
"dan ya jangan lupakan kartu as yang kau miliki tuan, aku yakin jika kau sampai mengeluarkan nya sudah di pastikan kau pemenangnya."ucap pria itu dengan senyum liciknya.
"kau benar Leon,aku pasti akan mengeluarkan kartu as ku itu nanti disaat yang tepat"ucapnya dengan mata licik mengingat kartu as yg ia pegang.
kembali ke ruangan rahasia.
"apa yg akan kau lakukan"tanya Zarina menatap lurus Sean.
"tidak ada"jawab Sean santai.
hal ini sontak membuat Zarina mengeluarkan ekspresi yg penuh tanda tanya bagaimana mungkin Sean tidak akan melakukan apa pun ketika perusahaannya di ambang kebangkrutan seperti ini apa dia sudah tidak waras pikir Zarina.
"tidak perlu memasang raut wajah bingung seperti itu"ucap Sean menyadari kebingungan Zarina.
"deris amankan seluruh asetku dan ya sebarkan berita tentang kebangkrutan perusahaan ku"ucap sean memberikan perintah.
"baik tuan"ucap deris patuh.
"kenapa kau melakukan itu?apa kau tidak ingin kembali dan melihat langsung kondisi perusahaan mu saat ini?"tanya Zarina semakin bingung.
"tidak..."jawab Sean singkat.
"apa kau tidak takut berubah menjadi miskin?"ucap Zarina mulai geram melihat respon Sean yg tampak tak terbebani sama sekali.
"apa kau akan meninggalkan ku jika aku berubah menjadi pria miskin dan gelandangan"tanya Sean menatap lurus mata Zarina ingin mengetahui jawaban dari istri kecilnya ini.
Zarina yang di tatap oleh Sean begitu dalam merasa tercekat dan langsung menghindari pandangan mata Sean yg menatapnya begitu intens.
"aku tidak perduli bagaimana keadaan mu kaya atau miskin, kita akan tetap berpisah setelah misi ini selesai"ucap Zarina tanpa menoleh pada Sean.
"aku tidak akan miskin hanya karena kehilangan satu perusahaan saja dan ya aku melakukan itu agar Meraka berpikir mereka berhasil"ucap Sean malas.
__ADS_1
"aku tidak tau jika kau sekaya itu"ucap Zarina membalas ucapan sean.
"ada banyak hal tentang ku yang kau tidak tahu"ucap Sean malas mengikuti kata kata yang biasa di lontarkan Zarina padanya.
"kau...!!!"ucap Zarina geram tertahan karena Sean membalikkan kata kata yang sering dia gunakan untuk Sean.
sedangkan deris pria itu sedari tadi hanya diam dan tak habis pikir melihat tuan dan nyonya ini yang selalu bertengkar dimana saja dan kapan saja.
"sudahlah lupakan apa yang akan kita lakukan sekarang"ucap Zarina malas.
"membunuh...."ucap Sean dengan aura dingin kali ini sorot matanya berubah menjadi tajam dengan aura membunuh yg kental.
di lain tempat di salah satu ruangan di bangunan itu seluruh bawahan sean sudah berkumpul dengan begitu banyak pertanyaan di kepala mereka tentang apa yang akan di sampaikan Sean pagi itu.
terlihat sebagian dari mereka beberapa kali menguap menahan kantuk.
beberapa saat kemudian Sean,deris dan Zarina memasuki ruangan itu dengan langkah yang tenang.
Sean terlihat mengeluarkan aura tak bersahabat yang membuat setiap orang merasa was was melihatnya banyak dari mereka mulai berpikir keras tentang apa yg terjadi tapi tidak ada satupun yang berani mengeluarkan suara mereka.
"duarrr......"suara tembakan seketika membuat seluruh orang yang ada di ruangan itu terkejut dan panik apa lagi ketika melihat seseorang terkapar tanpa nyawa di posisi barisan paling belakang di antara para bodyguard itu.
sama halnya dengan para bodyguard itu Zarina juga tidak menyangka Sean akan membunuh pria itu dengan cara seperti ini.
"itu adalah akibat yang akan kalian dapatkan jika berani mengkhianati ku"ucap Sean dengan pandangan tajam menatap satu persatu bawahannya tersebut.
seluruh bodyguard itu tampak merasa takut melihat adegan itu dan diam diam mereka berjanji pada diri mereka sendiri untuk tetap setia pada Sean untuk selamanya karena tidak ingin bernasib sama dengan orang yang baru saja tewas itu.
"urus jenazahnya dan kalian pergilah persiapkan setiap hal kita akan pergi dari sini"ucap Sean dingin lalu pergi meninggalkan ruangan itu di susul oleh Sean dan deris di belakangnya.
kini hanya tinggal Sean Zarina dan deris saja yang tersisa.
"apa yang akan kita lakukan sekarang?"tanya Zarina.
"deris apa kau sudah mendapat informasi dari pria itu?"tanya Sean pada deris tanpa menjawab pertanyaan Zarina.
__ADS_1
"pria itu tetap tidak mau memberikan informasi apa pun tuan"ucap deris.
"bagaimana keadaan nya sekarang"tanya Sean lagi.
"sangat menegaskan tuan"ucap deris bergidik ngeri membayangkan kondisi pria yg mereka sekap waktu itu.
Zarina yg merasa geram dengan tingkah kedua pria ini yg asik membicarakan hal yang sama sekali dia tidak tahu menahu.
"hei apa aku ini transparan"tanya nya geram.
"tidak"jawab kedua pria itu bersamaan.
Sean melirik tajam deris karena ikut menjawab pertanyaan istri kecilnya ini.
sedangkan Zarina gadis itu semakin geram mendengar jawaban kedua pria itu.
"lalu apa yang kalian bicarakan?"tanya Zarina cepat karena sungguh dia tidak tahu menahu jika Sean menyekap pria bertato yg tempo hari mereka temui.
"nona ini tentang pria yg kita temui pada saat pelelangan itu kami menyekapnya untuk mencari informasi tentang siapa sebenarnya dalang dari semua kejadian ini tapi sepertinya dia sangat setia pada pria itu sampai tidak ingin membuka mulutnya sama sekali"jelas deris pada Zarina sedangkan Sean dia hanya diam dan mendengarkan deris menjelaskan hal itu pada Zarina seperti seorang guru yang baik.
Zarina mengangguk paham dan kali ini kembali melontarkan pertanyaan untuk Sean.
"lalu kemana kita akan pergi sekarang bukankah kau bilang kita akan pergi"ucap Zarina ingin tahu.
"italia"ucap Sean singkat sambil memasukkan peluru pada senjata apinya.
"kenapa?"tanya zarina.
Sean menghentikan kegiatannya kemudian merogoh salah satu kantung baju yang ia kenakan dan mengeluarkan sebuah chip yang sempat diambilnya kemarin dan memberikannya pada zarina.
"apa ini?"tanya Zarina belum paham maksud Sean.
"itu adalah chip yang aku ambil dari sebuah monitor tempat mereka menyekap ku kemarin aku sudah melakukan pencarian dengan chip itu dan alat yang di gunakan oleh pria misterius itu untuk menghubungi ku tidak bisa di deteksi secara rinci tetapi lokasinya menunjukkan jika itu ada di italia aku yakin kita bisa menemukannya disana."ucap Sean mantap.
"bagus kita harus segera kesana dan menemukan.pria itu"ucap Zarina dengan sorot mata tajamnya.
__ADS_1
yuhuuuuuu jangan lupa like ya guys sampai jumpa di episode selanjutnya.